Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL : ANALISIS VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR IBUPROFEN MENGGUNAKAN BERBAGAI INSTRUMEN Zaneta, Nabila Destia; Sasvania, Anisa; Putri, Fawwaz Aqila; Ali, Baiq Aulia; Rizqullah, Rifqi; Permatasari, Lina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.38251

Abstract

Ibuprofen termasuk kedalam golongan (NSAIDs) yang memiliki efek analgesik dengan menghambat secara langsung dan selektif enzim-enzim pada sistem saraf pusat yang mengkatalis biosintesis prostaglandin seperti enzim siklooksigenase. Untuk menunjukkan bahwa teknik analisis yang digunakan valid, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap parameter uji untuk menjadi dasar validasi. Validasi metode analisis adalah suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu, untuk membuktikan bahwa parameter tersebut telah memenuhi persyaratan untuk penggunaannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui validasi metode analisis untuk menentukan instrumen paling baik yang dapat digunakan untuk menentukan kadar ibuprofen dalam sampel obat. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah Design Systematic Review dengan mengumpulkan berbagai sumber yang valid. Database yang digunakan yaitu Google Scholar dan Pubmed. Literatur yang digunakan terdiri dari fua bahasa, yaitu bahasa inggris dan bahasa indonesia yang disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah sumber artikel terkumpul, dilakukan pengkajian ulang sumber artikel yang sudah diterbitkan untuk menghasilkan sebuah analisis baru yang selanjutnya akan diidentifikasi analisis validasi metode penetapan kadar ibuprofen menggunakan berbagai instrumen. Berdasarkan hasil data literatur, dapat disimpulkan bahwa instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan instrumen yang paling baik.
ARTIKEL REVIEW : IDENTIFIKASI DRUG-RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) oktari, baiq khaeratinnisa; Putri, Fawwaz Aqila; Aryana, Baiq Putri; Ulfa, Marina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54699

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi patologis ketika ada gangguan fungsi struktural jantung sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan. Kompleksitas terapi, komorbiditas, serta penggunaan obat dalam jumlah banyak (polifarmasi) menjadikan pasien CHF rentan mengalami Drug-Related Problems (DRP). Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi, pola distribusi, faktor penyebab, serta dampak klinis DRP pada pasien CHF berdasarkan berbagai penelitian dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa prevalensi DRP pada pasien CHF sangat tinggi, berkisar antara 44,5%–97%. Jenis DRP yang paling sering terjadi adalah interaksi obat, diikuti oleh indikasi tanpa obat, ketidaktepatan dosis, dan kebutuhan terapi tambahan yang belum terpenuhi. Obat yang paling berkontribusi terhadap DRP meliputi ACE inhibitor/ARB, beta-blocker, diuretik, MRA, serta antiplatelet–antikoagulan. Faktor risiko utama DRP terdiri dari polifarmasi, usia lanjut, adanya komorbid seperti hipertensi dan penyakit ginjal, serta ketidaksesuaian praktik terapi dengan guideline. DRP terbukti memberikan dampak klinis signifikan berupa peningkatan gejala, rawat ulang, ketidakefektifan terapi, hingga peningkatan mortalitas. Upaya penanganan DRP mencakup medication review, pemantauan fungsi organ dan elektrolit, perbaikan regimen obat, serta intervensi farmasis secara aktif. Artikel ini menegaskan bahwa identifikasi dan manajemen DRP pada pasien CHF sangat penting untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi dan meningkatkan keselamatan pasien.