Fikri, Hafidz Noor
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

PERHITUNGAN SUMBERDAYA TERUKUR ENDAPAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE LINGKARAN DAN METODE ELEMEN HINGGA Hafidz Noor Fikri
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3905

Abstract

Penyebutan perhitungan sumberdaya batubara menggunakan metode lingkaran merupakan hal yang biasa terjadi saat ini, akan tetapi sering terjadi kesalahan pemahaman mengenai konsep perhitungan nilai sumberdaya metode lingkaran dengan metode perhitungan lain dengan lingkaran sebagai pembatas perhitungan. Perhitungan metode lingkaran dibandingkan dengan metode elemen hingga dengan nilai pengaruh data berdasar pada SNI 2011 sebagai pembatas menghasilkan perbedaan nilai sumberdaya sebesar ± 300 ribu ton atau secara relatif sebesar 26.21%. Perbedaan hasil ini membuktikan bahwa penyebutan yang benar suatu metode dalam perhitungan sumberdaya adalah hal penting. Keywords: Sumberdaya Batubara; Metode Lingkaran; Software Pemodelan Batubara
PERANCANGAN SISTEM PENGANGKUTAN BATUBARA MELALUI PIPA (SKALA LABORATORIUM) Riswan Riswan; Hafidz Noor Fikri; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4441

Abstract

Ketersedian sarana pengangkutan pada kegiatan pertambangan seperti jalan angkut, rel kereta api, dan sungai atau pengerukan sungai akan menjadi permasalahan tersendiri dan menghabiskan banyak energi yang dapat berkontribusi terhadap masalah lingkungan dan keselamatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan alternatif lain untuk pengangkutan batubara tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Perancangan suatu sistem pengangkutan batubara melalui pipa, dan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh pengangkutan batubara melalui pipa. Metode yang digunakan adalan perancangan alat dan melakukan pengujian dalam skala laboratorium. Peralatan yang digunakan pada perancangan adalah kolam pembuatan slurry, selang isap pompa, pompa, mesin penggerak, pipa, kolam penampungan slurry dan alat pengukur debit aliran. Alat ini dapat di rekomendasi untuk pengangkutan batubara melalui pipa untuk pengembangan penggunaan pada skala industri berdasarkan pengujian laboratorium, dan faktor faktor yang berpengaruh pada pengangkutan batubara melalui pipa adalah komposisi slurry (batubara dan air), rpm pompa dan ukuran pompa dan jenis pompa serta ukuran pipa yang digunakan. Kata-kata kunci: batubara, pengangkutan, pipa, pompa, slurry
PERHITUNGAN SUMBERDAYA DAN CADANGAN LIMESTONE DENGAN METODE NEAREST NEIGHBOUR POINT DAN INVERSE DISTANCE SQUARE Agustian Aspiannur; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim; Hafidz Noor Fikri
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4210

Abstract

Kegiatan eksplorasi endapan limestone di lokasi penelitian berupa pemboran eksplorasi full coring menghasilkan 16 titik bor. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat jumlah dan distribusi CaO dan MgO sebagai gambaran perencanaan suplai bahan baku untuk keperluan produksi pabrik.Pemodelan blok pada endapan ini berukuran 25 x 25 x 10 meter menghasilkan 1351 blok dengan luasan area 49 Ha. Berdasarkan analisa bivariate CaO dan MgO didapatkan korelasi yang lemah dan negatif. Estimasi yang dilakukan untuk penentuan kadar adalah metode Nearest Neighbour Point (NNP) dan Inverse distance square (IDS)Perhitungan sumberdaya menggunakan metode NNP didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO Kurang dari 40% sebesar 3.572.000 ton, CaO 40% - 50% sebesar 5.323.000 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 26.055.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 32.737.500 ton, Lebih dari 5% sebesar 2.212.500 ton. Berdasarkan perhitungan sumberdaya menggunakan metode IDS didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO kurang dari 40% sebesar 381.250 ton, CaO 40% - 50% sebesar 6.293.750 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 28.275.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 34.950.000 ton dan Lebih dari 5% tidak ada. Berdasarkan nilai cutoff grade kadar CaO >50% dan MgO <5% hasil perhitungan menggunakan metode NNP yaitu didapat cadangan limestone sebesar 26.055.000 ton dan hasil perhitungan menggunakan metode IDS didapatkan cadangan limestone sebesar 28.275.000 ton. Kata Kunci : Limestone, Nearest Neighbour Point, Inverse Distance Square, Sumberdaya terukur, Cutoff grade.
Analisis Nilai Kalori Endapan Batubara Untuk Peningkatan Nilai Kepercayaan Hasil Estimasi Menggunakan Metode Geostatistik Ordinary Cross Kriging dan Simulasi Gaussian Sequantial Hafidz Noor Fikri; Nurhakim Nurhakim; Dwi Martiwi; Ria Rizky Khairunnisa
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.733 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5729

Abstract

Analisis kualitas batubara pada kegiatan pertambangan batubara semakin memegang peranan penting mengingat bertambah selektifnya penggunaan batubara pada industri hilirnya. Nilai kalori menjadi salah satu parameter penting pada saat batubara dipasarkan sebagai produk bahan bakar. Penggunaan 41 – 49 data expose batubara sejumlah 5 seam diharapkan cukup dalam estimasi geostatistik menggunakan metode Ordinary Cross Kriging dan simulasi Gaussian Sequential. Estimasi nilai kalor COK dianggap mampu mengurangi smoothing effect dibandingkan dengan estimasi OK dan hasil perbandingan estimasi OK dengan SGS menunjukkan bahwa fluktuasi lokal pada distribusi spasial terlihat lebih baik saat SGS dilakukan.
EVALUASI PEMBORAN PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PIT WARUTE PT BUKIT INTAN INDOPERKASA Mira Hayati Putri; Uyu Saismana; Romla Noor Hakim; Mardyanza Radeng; Hafidz Noor Fikri
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2929

Abstract

Kegiatan pembongkaran overburden menggunakan metode peledakan. Sebelum operasi peledakan dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola pemboran tertentu. Dalam kegiatan pemboran mesin bor yang digunakan adalah Revathi C650DM. Volume pembongkaran overburden aktual berdasarkan geometri pemboran target Bulan Oktober 2015 sebesar 414.781 BCM tidak tercapai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktifitas pemboran penyediaan lubang ledak pada Mesin Bor Revathi C650DM, seperti: cycle time, waktu hambatan, efisiensi kerja mesin bor (availability) dan faktor teknis lainnya sehingga dapat diketahui produktifitas pemboran baik secara perhitungan teoritis maupun nyata di lapangan apakah sudah mencapai target pembongkaran yang telah direncanakan perusahaan.Geometri pemboran yang digunakan perusahaan adalah burden 6,5 m, spasi 7,5 m, kedalaman maksimal 9 m dengan arah pemboran vertikal dan pola pemboran staggered pattern. Efisiensi kerja aktual mesin bor selama pengambilan data sebesar 25,80 % dengan jam kerja efektif 6,70 jam/hari. Cycle time rata-rat aktual sebesar 8,85 menit, kecepatan pemboran sebesar 0,78 m/menit dengan kedalaman lubang ledak aktual 6,79 meter sehingga didapat produktifitas mesin bor sebesar 45,38 m/jam dan +7 lubang perharinya. Berdasarkan geometri pemboran aktual, rata-rata kedalaman lubang ledak yang dihasilkan setiap harinya sebesar 125,56 m dengan jumlah lubang ledak yang dihasilkan 75 lubang/hari. Berdasarkan target, kedalaman rata-rata lubang ledak setiap harinya sebesar 423 m dengan jumlah lubang ledak sebanyak 59 lubang/hari dalam 30 kali peledakan. Simulasi yang dilakukan mendapatkan hasil untuk mencapai target pembongkaran overburden di Pit Warute pada Bulan Oktober 2015 diperlukan 1 unit mesin bor dengan waktu kerja efektif 7 jam perhari dan efisiensi kerja sebesar 29 %. Kata Kunci : Efisiensi Kerja, Mesin Bor, Produktifitas, Waktu Kerja Efektif
Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Fikri, Hafidz Noor; Nurhakim, Nurhakim; Fauzi, Resti; Novianti, Yuniar Siska; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.19321

Abstract

Penerapan model blok dengan geostatistika terapan pada pertambangan batubara semakin banyak digunakan karena mampu merespon perhitungan sumberdaya batubara secara detail. Ukuran model blok yang sesuai sangat penting pada saat SMU diproses. Selain itu, ukuran model blok berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi ukuran model blok endapan batubara dengan menggunakan nilai kemiringan regresi dan efisiensi kriging. Variasi ukuran blok ini ditentukan sebesar ¼, ½, ¾, dan 1 kali dari jarak rata-rata lubang bor. Data yang digunakan adalah dua lapisan batubara yang berbeda di Kalimantan Tengah dengan jumlah lubang bor sebanyak 12 dan 15 lubang bor. Nilai kemiringan bias bersyarat dan efisiensi kriging pada setiap ukuran blok model yang diolah, mampu memberikan jawaban mengenai penentuan ukuran blok model yang ideal berdasarkan data yang ada.
Estimasi Sumberdaya Batubara menggunakan Metode Ordinary Kriging dan Metode Elemen Hingga, Studi Kasus: Endapan Batubara di Desa Pualamsari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Fikri, Hafidz Noor; Musthofa, Arief Al; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.7743

Abstract

Estimasi sumberdaya batubara merupakan proses kuantifikasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan data yang dimiliki. Perkembangan teknologi membuat proses estimasi menjadi semakin cepat. Metode elemen hingga (MEH) yang merupakan proses diskritisasi model dan proses geostatistik estimasi ordinary kriging (OK) menggunakan model blok dilakukan pada parameter ketebalan untuk mengetahui sumberdaya batubara. Menggunakan 24 data bor touch coring dan cropline, kontur struktur roof dan floor batubara terolah sebagai batasan dalam model batubara. Estimasi sumberdaya batubara dengan metode OK menghasilkan kuantitas sebesar 1.8 juta ton. Perhitungan menggunakan MEH menghasilkan nilai sumberdaya sebesar dua juta ton. Selain itu, penggunaan metode OK dengan perangkat lunak SGeMS menghasilkan sumberdaya terukur yang lebih kecil karena area pengaruh (range = 216 m), yang lebih kecil daripada nilai jarak titik infformasi sesuai SNI 5015-2011 untuk kondisi geologi moderat (250 m). Cross validation dilakukan agar memberikan pertimbangan hasil estimasi OK. Perhitungan MEH menggunakan skema continous dalam melakukan diskritisasi. Perbedaan nilai sebesar 200 ribu ton memperlihatkan penggunaan metode yang berbeda pada batubara secara signifikan menghasilkan nilai yang berbeda.