Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Bersih Untuk Masyarakat Pada Tahun 10, 30, Dan 50 Tahun Mendatang Di Kecamatan Medan Maimun Cut Asma’ul Husna; Fatimah Zahra; Hessa Fitri Sapira Gea; Boy Lulu Limbong; Tomi Dynosius Hasibuan; Rachmat Mulyana; Novrizaldi Wardana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10320

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat. Kecamatan Medan Maimun menghadapi permasalahan terkait distribusi air bersih, kualitas air yang terancam pencemaran, dan infrastruktur yang belum optimal. Studi ini memproyeksikan kebutuhan air bersih 10, 30, dan 50 tahun mendatang dengan menggunakan metode geometri, dengan prediksi jumlah penduduk meningkat dari 52.631 jiwa (2023) menjadi 119.417 jiwa (2075). Kebutuhan air domestik dan non-domestik diperkirakan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan sarana prasarana. Rekapitulasi kebutuhan air bersih menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan sarana prasarana. Analisis ketersediaan air membandingkan kebutuhan air bersih tahun 2075 sebesar 98,5 L/dtk dengan kapasitas sumber air eksisting Mata Air Tirtanadi sebesar 12.672,8 L/dtk. Hasil studi menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih saat ini masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Medan Maimun 50 tahun mendatang.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI WILAYAH MEDAN AMPLAS Muhammad Syauqi Harry Mardika; Muhammad Zakaria; Nur Wulan Fitria; santiadi Salsabila; Canda Kinanti; Rachmat Mulyana; Novrizaldi Wardana
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2239

Abstract

Air bersih merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan kesejahteraan makhluk hidup lainnya. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih di Kecamatan Medan Amplas, yang saat ini mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan. Peningkatan populasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan sumber daya air bersih di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menggunakan berbagai metode proyeksi, termasuk metode aritmatika, geometri, regresi linier, logaritmik, dan eksponensial, untuk meramalkan kebutuhan air bersih selama 10, 30, dan 50 tahun ke depan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan permintaan air bersih yang terus berlanjut seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sebagai contoh, pada tahun 2024, jumlah penduduk diperkirakan mencapai 132.403 jiwa, dengan kebutuhan air domestik yang diperkirakan sebesar 151,71 liter per detik dan kebutuhan air non-domestik sebesar 30,34 liter per detik.. Dengan memberikan analisis komprehensif mengenai kebutuhan air bersih di masa depan, penelitian ini bertujuan untuk mendukung perencanaan yang efisien untuk produksi dan distribusi air bersih di Kecamatan Medan Amplas.
Edukasi Terpadu Berbasis Komunitas Melalui Pendekatan Smart Village Untuk Mendukung Program Kampung Iklim Rachmat Mulyana; Darwin Darwin; Novrizaldi Wardana; Mita Dwi Putri; Wahyu Hutria; Esi Emilia; Kasmita Kasmita; Regania Pasca Rassy; Muhammad Iqbal Raissilki; Wisnu Prayogo; Edo Berlian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25898

Abstract

ABSTRAK Fenomena iklim ekstrim yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir telah memicu berbagai permasalahan lingkungan di wilayah perkotaan, salah satunya meningkatnya frekuensi kejadian banjir. Penyebab lain ditemukan kondisi lingkungan perkotaan, serta rendahnya kapasitas pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Program Kampung Iklim (Proklim) dengan pendekatan Smart Village menjadi salah satu strategi untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis Smart Village guna mendukung penguatan Kampung Iklim di Kota Medan. Mitra kegiatan adalah komunitas sekolah SDIT Amrullah Akbar. Solusi yang ditawarkan dengan melakukan (1) Desain Taman edukasi lingkungan, (2) Edukasi Siswa dan Peran orang tua dalam penguatan kampung iklim, (3) Pemanfaatan pekarangan sekolah dengan Vertikal farming, Budikdamber dan (4) Fasilitasi pengakuan komunitas kampung iklim. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, serta pendampingan berkelanjutan. Target luaran mencakup peningkatan jumlah kampung iklim, meningkatnya partisipasi masyarakat, terbentuknya sistem bank sampah digital, serta pengakuan komunitas SDIT Amrullah Akbar sebagai salah satu kampung iklim. Program ini telah mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan tangguh dan berkelanjutan. Masyarakat yang tergabung dalam komunitas SDIT Amrullah Akbar mulai mengimplementasikan teknologi sederhana seperti komposter, vertikultur, dan lampu LED hemat energi sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Penerapan teknologi tepat guna tersebut terbukti membantu mengurangi timbulan sampah, menambah ruang hijau, dan menekan emisi karbon di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Edukasi, Komunitas, Kampung Iklim, Smart Village. ABSTRACT The increasing frequency of extreme climate events in recent years has contributed to various environmental challenges in urban areas, particularly the rising incidence of flooding. Contributing factors include suboptimal urban environmental conditions and limited community capacity in environmental management. The Climate Village Program, implemented through a Smart Village approach, represents a strategic framework for community empowerment in addressing these environmental issues. This community service initiative aimed to develop a Smart Village–based community empowerment model to strengthen the Climate Village Program in Medan City. The project partner was the SDIT Amrullah Akbar school community. The proposed interventions included: (1) the development of an environmental education park; (2) student education and parental engagement in strengthening the Climate Village initiative; (3) optimization of schoolyard utilization through vertical farming and Budikdamber (fish cultivation in buckets); and (4) facilitation of formal recognition as a Climate Village community. The program was implemented using an educational and participatory approach through socialization sessions, training, field practice, and continuous mentoring. The targeted outcomes included an increase in the number of Climate Villages, enhanced community participation, the establishment of a digital waste bank system, and official recognition of the SDIT Amrullah Akbar community as a Climate Village. The program contributed to technology-based climate change mitigation and adaptation efforts while promoting community empowerment toward a resilient and sustainable environment. The community has begun adopting simple technologies, such as composting, vertical gardening, and energy-efficient LED lighting, as part of climate mitigation strategies. The implementation of these appropriate technologies has demonstrably reduced waste generation, expanded green spaces, and lowered carbon emissions in the surrounding environment. Keywords: Education, Community Empowerment, Climate Village, Smart Village.