Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENENTUAN KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADAT CAIR PADA SISTEM TAWAS AIR DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN DAN DIAMETER PENGADUK Ani Purwanti; Muhammad Yusuf; Wisnu Prayogo; Uli Anita Ambarita
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.3128

Abstract

Solid-liquid mass transfer data is very necessary for the design of mass transfer equipment, in which the coefficient determination is influenced by the rotation speed and diameter of the stirrer. Thus, this study aims to investigate the effect of variations in stirring speed and stirrer diameter on the mass transfer coefficient of a solid-liquid system. This research was conducted in a stainlesssteel stirred vessel with a diameter of 5 – 19.5 cm and a height of 20 cm equipped with baffles. The alum used was sized to pass a 20mesh sieve and retained by a 30mesh sieve. Alum was then put into a vessel with water as a solvent and stirred with stirring speed varies from 100-500 rpm. Every 10 seconds, 5 ml of sample was taken to analyze the concentration of alum by measuring its density. This experiment was carried out with variations in the speed of the stirrer rotation and the diameter of the stirrer with a constant D/Dt ratio. The result showed that there is a relationship between the mass transfer coefficient with the variables studied for the alum-water granular system in a stirred tank. The calculation results show an average deviation error of 0.66%. The dimensionless equation can be used to accurately evaluate the mass transfer coefficient experiment.
Modeling Air Pollutant Dispersion in Urban Areas: A HYSPLIT-Based Analysis of PM 2.5 Dynamics in Medan, Indonesia Mustaqiman, Aulia Nur; Tia Dwi Irawandani; Wisnu Prayogo; Sapta Suhardono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is a critical environmental challenge in urban areas, particularly developing regions like Medan, Indonesia. This study aims to analyze the dynamics of PM 2.5 dispersion, identify pollution sources, and assess the role of meteorological factors in influencing air quality. Using the HYSPLIT model, the research examines pollutant transport and dispersion over ten months, specifically focusing on a high-pollution episode in May 2024. The study integrates meteorological data and local air quality measurements to simulate forward and backward trajectories at multiple altitudes. The results reveal that PM 2.5 concentrations in Medan are driven by local emissions, such as transportation and industrial activities, and transboundary pollution from biomass burning in neighboring provinces. Higher altitudes capture the influence of regional winds, while localized sources and atmospheric turbulence dominate near-surface levels. Meteorological conditions, including wind patterns, temperature stability, and rainfall, significantly affect pollutant dispersion and accumulation. By leveraging advanced modeling tools and meteorological data, the study provides a robust framework for air quality management in urban environments. These insights contribute to the broader understanding of pollution dynamics and support evidence-based strategies to protect public health and the environment.
Impact of Work Environment Noise on Cardiovascular Conditions: A Study of Blood Pressure and Heart Rate in Workers (Heavy Equipment Manufacturing) in East Java Samudra, Permana Adhenan; Rachmaniyah; Ipmawati, Putri Arida; Suprijandani; Ambarwati; Rosyidah, Anni Ilma; Wisnu Prayogo
Public Health Research Development Vol. 1 No. 2 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i2.8

Abstract

Workplace noise is one of the physical factors that is often overlooked, although long-term exposure can have serious impacts on cardiovascular health. In workers exposed to noise, blood pressure and heart rate often increase as the body's response to physical stress. This physiological mechanism triggered by prolonged noise can result in an increased risk of cardiovascular disorders, including hypertension and heart rhythm disorders. The purpose of this study was to analyze the effect of noise on increasing blood pressure and heart rate in workers in the workshop area, especially the dynotest room. This type of research is observational with a cross-sectional research design. Conducted in December - May 2024 with the object of research on workers exposed to noise in the workshop area, especially the dynotest room. Data were analyzed using the Logistic Regression test. The total sample was 40 workers in the workshop area and dynotest room. Data were collected from observations, room noise measurements, blood pressure, and heart rate. Based on the results of the study, the average results for the dynotest area were 83.5 dBA, while for the dynotest room, the average results were 117.8 dBA. The results of statistical tests of blood pressure and pulse rate in workers obtained a sig value = 0.001. These results indicate an increase in blood pressure and pulse rate due to noise. It is recommended for the Company to monitor workers to find out the disorders caused by noise.
Sampah Makanan Sebagai Sumber Emisi CO2-ekuivalen: Studi Kasus Dan Rencana Manajemen Strategis Di Restoran-Restoran Di Kawasan Kemiling, Bandar Lampung Nurul Mawaddah; Wisnu Prayogo
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.1969

Abstract

Sampah makanan menimbulkan kekhawatiran terkait ketahanan pangan dan menyebabkan emisi gas rumah kaca. Karena konsumsi yang tinggi dan prosedur operasional, restoran berkontribusi terhadap limbah makanan. Studi ini meneliti pembangkitan, komposisi, dan jejak karbon limbah makanan restoran serta mengembangkan strategi pengelolaan tanpa limbah. Pada Agustus 2024, pengambilan sampel bertingkat proporsional digunakan untuk memilih 15 restoran besar, menengah, dan kecil untuk penelitian ini. Pengambilan sampel langsung limbah makanan dari sisa dapur dan sisa makanan di piring; nasi, hidangan berbasis hewan, sayuran, dan hidangan berbasis tumbuhan; dilakukan selama delapan hari untuk mengumpulkan data primer. Jejak karbon diperkirakan dengan menggunakan estimasi faktor emisi, analisis deskriptif, dan analisis SWOT. Restoran membuang 37,8 kg makanan setiap hari, terutama nasi (52,66%) dan daging (dampak karbon tertinggi). Jejak karbon harian yang diperkirakan adalah 339,8 kg CO₂-eq, atau 134.150,2 kg per tahun. Analisis SWOT menunjukkan restoran di Kuadran I memiliki kemampuan internal yang kuat dan potensi ekspansi eksternal yang baik. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen porsi tanpa limbah, pemantauan kualitas, pemisahan limbah, dan edukasi konsumen mengurangi emisi dan meningkatkan keberlanjutan restoran.
ANALISIS KINERJA SISTEM DRAINASE PERKOTAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIDROLOGI, HIDROLIKA, DAN SPASIAL DI KECAMATAN MEDAN DENAI Rizky Simanjuntak; Sagita Triswati Munte; Samuel Crescendo Sirait; Wisnu Prayogo; Rumila Harahap; Daniel Anderson Munthe; Arissha Anggraini
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2026): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v7i1.11314

Abstract

Permasalahan genangan dan banjir di kawasan perkotaan umumnya disebabkan oleh kinerja sistem drainase yang belum optimal. Kecamatan Medan Denai sebagai salah satu wilayah berkembang di Kota Medan memiliki potensi permasalahan drainase akibat peningkatan curah hujan, pertumbuhan penduduk, serta perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di Kecamatan Medan Denai secara komprehensif.Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk menentukan debit rencana berdasarkan data curah hujan, analisis debit limpasan dengan mempertimbangkan koefisien aliran dan kontribusi limbah domestik, serta analisis hidraulika untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting. Selain itu, dilakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi fisik saluran, seperti sedimentasi dan penyumbatan, serta analisis spasial untuk menentukan titik-titik genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian saluran drainase di lokasi penelitian tidak mampu menampung debit rencana, sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Faktor utama yang mempengaruhi kinerja drainase meliputi kapasitas saluran yang tidak memadai, sedimentasi, serta kurangnya pemeliharaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas saluran, pengendalian sedimen, serta pemeliharaan rutin untuk meningkatkan kinerja sistem drainase.Penelitian ini diharapkanapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pengelolaan sistem drainase yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kecamatan Medan Denai.
Edukasi Terpadu Berbasis Komunitas Melalui Pendekatan Smart Village Untuk Mendukung Program Kampung Iklim Rachmat Mulyana; Darwin Darwin; Novrizaldi Wardana; Mita Dwi Putri; Wahyu Hutria; Esi Emilia; Kasmita Kasmita; Regania Pasca Rassy; Muhammad Iqbal Raissilki; Wisnu Prayogo; Edo Berlian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25898

Abstract

ABSTRAK Fenomena iklim ekstrim yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir telah memicu berbagai permasalahan lingkungan di wilayah perkotaan, salah satunya meningkatnya frekuensi kejadian banjir. Penyebab lain ditemukan kondisi lingkungan perkotaan, serta rendahnya kapasitas pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Program Kampung Iklim (Proklim) dengan pendekatan Smart Village menjadi salah satu strategi untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis Smart Village guna mendukung penguatan Kampung Iklim di Kota Medan. Mitra kegiatan adalah komunitas sekolah SDIT Amrullah Akbar. Solusi yang ditawarkan dengan melakukan (1) Desain Taman edukasi lingkungan, (2) Edukasi Siswa dan Peran orang tua dalam penguatan kampung iklim, (3) Pemanfaatan pekarangan sekolah dengan Vertikal farming, Budikdamber dan (4) Fasilitasi pengakuan komunitas kampung iklim. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, serta pendampingan berkelanjutan. Target luaran mencakup peningkatan jumlah kampung iklim, meningkatnya partisipasi masyarakat, terbentuknya sistem bank sampah digital, serta pengakuan komunitas SDIT Amrullah Akbar sebagai salah satu kampung iklim. Program ini telah mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan tangguh dan berkelanjutan. Masyarakat yang tergabung dalam komunitas SDIT Amrullah Akbar mulai mengimplementasikan teknologi sederhana seperti komposter, vertikultur, dan lampu LED hemat energi sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Penerapan teknologi tepat guna tersebut terbukti membantu mengurangi timbulan sampah, menambah ruang hijau, dan menekan emisi karbon di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Edukasi, Komunitas, Kampung Iklim, Smart Village. ABSTRACT The increasing frequency of extreme climate events in recent years has contributed to various environmental challenges in urban areas, particularly the rising incidence of flooding. Contributing factors include suboptimal urban environmental conditions and limited community capacity in environmental management. The Climate Village Program, implemented through a Smart Village approach, represents a strategic framework for community empowerment in addressing these environmental issues. This community service initiative aimed to develop a Smart Village–based community empowerment model to strengthen the Climate Village Program in Medan City. The project partner was the SDIT Amrullah Akbar school community. The proposed interventions included: (1) the development of an environmental education park; (2) student education and parental engagement in strengthening the Climate Village initiative; (3) optimization of schoolyard utilization through vertical farming and Budikdamber (fish cultivation in buckets); and (4) facilitation of formal recognition as a Climate Village community. The program was implemented using an educational and participatory approach through socialization sessions, training, field practice, and continuous mentoring. The targeted outcomes included an increase in the number of Climate Villages, enhanced community participation, the establishment of a digital waste bank system, and official recognition of the SDIT Amrullah Akbar community as a Climate Village. The program contributed to technology-based climate change mitigation and adaptation efforts while promoting community empowerment toward a resilient and sustainable environment. The community has begun adopting simple technologies, such as composting, vertical gardening, and energy-efficient LED lighting, as part of climate mitigation strategies. The implementation of these appropriate technologies has demonstrably reduced waste generation, expanded green spaces, and lowered carbon emissions in the surrounding environment. Keywords: Education, Community Empowerment, Climate Village, Smart Village.
Penerapan Pemurnian Air Darurat Pasca Banjir Bandang dengan Pelatihan Masyarakat untuk Peningkatan Ketahanan Lokal di Aceh, Indonesia Nanda Savira Ersa; Teuku Yusrizal; Heri Gustami; Ajmir Akmal; Najmuddin Najmuddin; Wenny Herdianti; Wisnu Prayogo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25352

Abstract

ABSTRAK Banjir bandang di Aceh sering merusak infrastruktur air minum sehingga masyarakat terdampak kehilangan akses terhadap air yang aman. Pemulihan cepat layanan air bersih yang disertai peningkatan kapasitas operasional masyarakat menjadi krusial untuk mencegah dampak kesehatan lanjutan. Artikel ini bertujuan menyajikan model terintegrasi antara penerapan teknologi pemurnian air darurat dan pelatihan teknis berbasis masyarakat pada konteks pascabanjir bandang di Aceh, Indonesia. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan bertahap yang meliputi asesmen kebutuhan cepat, commissioning unit pemurnian air bergerak tipe skid-mounted, pelatihan operator, serta pemantauan rutin. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan penurunan parameter fisik-kimia dari air baku menuju air hasil olahan hingga air minum, yang mengindikasikan peningkatan kualitas air secara konsisten selama periode operasional, dengan tren stabilitas parameter yang menunjukkan efektivitas sistem dalam berbagai kondisi kualitas air baku lapangan yang berfluktuasi. Selain itu, evaluasi kepuasan masyarakat menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas terhadap aspek layanan, kinerja sistem, serta dampak program terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar air, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada indikator aksesibilitas, keandalan sistem, dan kemudahan operasional di tingkat pengguna lokal. Unit yang diterapkan mampu memulihkan akses air yang lebih aman bagi masyarakat terdampak serta menjaga stabilitas operasional dalam kondisi lapangan yang fluktuatif. Selain itu, pelatihan meningkatkan kompetensi operator lokal dan memperkuat praktik penanganan air yang aman di tingkat rumah tangga. Model integrasi antara teknologi pemurnian non-kimia dan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan pendekatan yang praktis dan replikatif untuk penyediaan air minum darurat pascabanjir, dengan menekankan pengendalian risiko rekontaminasi dan keberlanjutan operasional berbasis komunitas. Kata Kunci: Banjir Bandang, Pemurnian Air Darurat, Pelatihan Masyarakat, Air Minum Aman, Respons Bencana.  ABSTRACT Flash floods in Aceh frequently damage drinking water infrastructure, resulting in the loss of access to safe water for affected communities. Rapid restoration of clean water services, combined with strengthening community operational capacity, is essential to prevent further public health risks. This article aims to present an integrated model that combines the deployment of emergency water treatment technology with community-based technical training in a post-flash flood context in Aceh, Indonesia. The program was implemented through a participatory and phased approach, including rapid needs assessment, commissioning of a skid-mounted mobile water treatment unit, operator training, and routine monitoring. Water quality assessment results indicate a consistent reduction in physico-chemical parameters from raw water to treated water and final drinking water, demonstrating stable performance of the system under fluctuating field conditions. In addition, community satisfaction evaluation shows that most respondents expressed high satisfaction with service delivery, system performance, and program impact on health and basic water needs, particularly in terms of accessibility, system reliability, and operational ease at the local user level. The deployed unit successfully restored access to safer water for affected communities while maintaining operational stability under variable field conditions. Furthermore, the training program improved local operator competence and strengthened safe water handling practices at the household level. This integrated approach, combining non-chemical water treatment technology and community empowerment, provides a practical and replicable model for post-flood emergency drinking water supply, emphasizing recontamination risk control and community-based operational sustainability. Keywords: Flash Flood, Emergency Water Purification, Community Training, Safe Drinking Water, Disaster Response.
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Penguatan Pengabdian kepada Masyarakat: Studi Kasus Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia Periode 2015/2016 Wisnu Prayogo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25371

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi yang berperan dalam menjawab permasalahan lingkungan secara langsung di tingkat komunitas. Namun, pelaksanaan kegiatan pengabdian masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya keberlanjutan program, keterbatasan koordinasi antarwilayah, serta belum optimalnya peran organisasi mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) periode 2015/2016 dalam penguatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan berbasis organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap dokumentasi kegiatan, distribusi wilayah pelaksanaan, serta keterlibatan anggota dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis organisasi mampu mendukung distribusi kegiatan pengabdian secara lebih luas, meningkatkan koordinasi lintas wilayah, serta memperkuat kolaborasi antaranggota. Selain itu, keterlibatan organisasi mahasiswa secara kolektif berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program melalui penyesuaian terhadap kondisi lokal di masing-masing wilayah. Keterbaruan kegiatan ini terletak pada model pengabdian masyarakat berbasis organisasi mahasiswa yang mengintegrasikan kapasitas individu menjadi kekuatan kolektif dalam skala nasional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai aktor strategis dalam pengembangan pengabdian masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga mendorong terbentuknya jaringan kolaboratif antar perguruan tinggi yang memperluas jangkauan program serta meningkatkan kapasitas organisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat secara sistematis dan terukur. Temuan ini memberikan dasar pengembangan model serupa pada berbagai konteks peran organisasi mahasiswa dalam penguatan pengabdian kepada masyarakat. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Organisasi Mahasiswa, IMTLI, Teknik Lingkungan, Kolaborasi Wilayah.  ABSTRACT Community service activities represent one of the core implementations of the higher education tridharma, playing a role in addressing environmental issues directly at the community level. However, the implementation of these activities still faces several challenges, such as limited program sustainability, constrained inter-regional coordination, and the suboptimal role of student organizations as primary driving forces. Therefore, this article aims to describe and analyze the role of the Indonesian Environmental Engineering Student Association (IMTLI) for the 2015/2016 period in strengthening community service through an organization-based approach. The method used is a descriptive qualitative approach, involving analysis of program documentation, distribution of implementation areas, and the involvement of members from various universities across Indonesia. The results indicate that the organization-based approach supports a broader distribution of community service activities, improves cross-regional coordination, and strengthens collaboration among members. In addition, the collective involvement of student organizations contributes to enhancing program effectiveness through adaptation to local conditions in each region. The novelty of this study lies in the organization-based community service model that integrates individual capacities into a collective force at a national scale. Thus, these activities not only provide direct benefits to communities but also strengthen the role of student organizations as strategic actors in developing adaptive, collaborative, and sustainable community service. This approach also encourages the establishment of collaborative networks among universities, expanding program reach and improving organizational capacity in planning, implementation, and evaluation of community service activities in a systematic and measurable manner. These findings provide a foundation for developing similar models in various contexts of student organization roles in strengthening community service. Keywords: Community Service, Student Organization, IMTLI, Environmental Engineering, Regional Collaboration.