Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perlindungan Hukum Bagi Karya Fotografi Yang Diunggah Di Media Sosial Atau Jejaring Internet Solehoddin, Solehoddin
JATISWARA Vol. 35 No. 2 (2020): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v35i2.243

Abstract

Karya fotografi yakni sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Fotografi merupakan salah satu bentuk karya seni dari seorang yang bernama fotografer, karya fotografi telah diatur dalam Undang-Undang RI No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun dalam prakteknya masih terdapat banyak pelanggaran mengenai Hak Cipta yang salah satunya merupakan pelanggaran terkait karya seni fotografi. Dengan demikian kami mengkaji apa-apa saja upaya yang dapat dilakukan jika karya fotografi dipublikasikan tanpa seizin pemilik hak cipta (fotografer) dan sejauh mana perlindungan hukum yang dapat diterapkan mengenai hak cipta karya seni fotografi. Guna menjawab permasalahan, peneliti menggunakan metode penelitian hukum normatif dimana penelitian ini bertujuan mengkaji studi dokumen yang menggunakan berbagai bahan hukum sekunder seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan juga dapat berupa pendapat para sarjana. Perlindungan hukum atas Hak Cipta karya seni fotografi tidak diperlukan upaya pendaftaran terlebih dahulu, karena saat suatu karya seni fotografi dipublikasikan maka secara otomatis telah timbul suatu Hak Cipta yang meliputi Hak Moral dan Hak Ekonomi.
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCOPEAT DI DUSUN UMBULREJO, DESA SIDODADI, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG Wardhani, Tri; Negara, Purnawan D.; Hakim, Lukman; Rusyad, Zahir; Solehoddin
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6967

Abstract

Di Dusun Umbulrejo terdapat sekitar 2000 pohon kelapa dengan luas lahan sekitar 4 hektar. Limbah sabut kelapa di Dusun Umbulrejo selama ini tidak dikelola, hanya dibiarkan bertumpuk di gudang dan tegalan hingga membusuk. Hal ini mengakibatkan pemandangan yang kurang estetika, mengakibatkan aroma yang kurang sedap, menjadi tempat bersarangnya nyamuk dan tikus. Padahal sabut kelapa masih memiliki potensi besar. Permasalahan prioritas pada mitra yaitu Komunitas Tegalsari Maritim (KTM) yang ditangani adalah: 1) Limbah sabut kelapa diolah menjadi cocopeat dan aplikasinya sebagai campuran media tanaman sayuran; 2) Mitra tidak memiliki peralatan untuk mengolah limbah sabut kelapa; dan 3) Mitra belum memiliki misi ke depan mengenai pentingnya memiliki merek untuk cocopeat dan perlindungannya. Solusi yang ditawarkan kepada mitra di KTM untuk mengatasi limbah sabut kelapa adalah dengan: 1) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi, demo pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat dan aplikasi sebagai campuran media tanam; 2) Menyelenggarakan sosialisasi & diskusi mengenai merek dan perlindungannya. Acara sosialisasi dan diskusi meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para anggota KTM mengenai pembuatan cocopeat dan manfaatnya, pentingnya legalitas usaha yaitu merek dan perlindungannya dari 20.0%-33.3% menjadi 100%. Sabut kelapa telah diolah menjadi cocopeat dan telah diaplikasikan sebagai campuran media tanam untuk tanaman sayuran kangkung, pakchoy, tomat dan ketimun.
HUBUNGAN KRISIS KEUANGAN GLOBAL DENGAN REGULASI PERBANKAN solehoddin, solehoddin; Ma'sumah, Mufidatul
Prosidia Widya Saintek Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekonomi global memberikan dampak yang besar pada organisasi di berbagai skala tujuan dan jenis. Secara keseluruhan, berbagai bidang kehidupan telah terkena dampak, tidak hanya secara finansial tetapi juga dengan peningkatan dan perubahan teknologi yang mempengaruhi keluaran layanan dan format materi dan aksesibilitas. Salah satu aspek yang memberikan pengaruh dalam keberlangsungan ekonomi adalah hukum. Dalam paper ini dibahas mengenai hubungan antara krisis keuangan global dengan regulasi perbankan. Digunakan metode kualitatif deskriptif dalam penulisan paper ini dengan melakukan studi pustaka terhadap jurnal atau artikel ilmiah yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.
Legal Resilience of Islamic Banking in Indonesia Amid Economic Crises Solehoddin; Arya Sandi Yudha Libert; Ferio Ivan Mulyono
Arena Hukum Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.arenahukum2026.01901.4

Abstract

This article examines the legal resilience of Islamic banking in Indonesia during three major economic crises: the 1998 monetary crisis, the 2008 global financial crisis, and the COVID-19 pandemic. The central legal issue is whether the legal framework governing Islamic banking has sufficient normative capacity to maintain systemic stability during crises and how such capacity is shaped through regulatory adaptation. Previous studies by Susilawati et al. (2025), Candera and Indah (2020), and Anisa et al. (2025) predominantly analyse Islamic banking resilience using empirical, quantitative financial indicators, with limited attention to the legal and regulatory architecture as an autonomous object of normative analysis. This study addresses this gap by employing a normative juridical method with a historical approach to analyse statutory regulations, regulatory instruments, and Sharia governance mechanisms across crisis periods. The analysis is theoretically grounded in the theory of the legal system developed by Gunther Teubner. The findings show that the institutionalisation of Sharia principles within banking regulation functions as a normative constraint that stabilises normative expectations during economic crises. This study concludes that Islamic banking resilience in Indonesia is primarily shaped by the adaptive capacity of its legal system and offers insights relevant to jurisdictions with dual banking systems.