Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PRETREATMENT TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Abdul Azis; Afrianti S. Lamuru; Mahirullah; Andi Batari Angka; Nur Aisyah; Rahmila
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas karbon aktif dari batang eceng gondok yang melalui proses pretreatment dan tanpa pretreatment. Eceng gondok dipilih karena merupakan limbah biomassa yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pretreatment dilakukan untuk menghilangkan pengotor yang menutupi struktur selulosa, sedangkan aktivasi dengan asam asetat bertujuan menghasilkan arang aktif yang memiliki luas permukaan besar. Proses pretreatment dilakukan dengan pemanasan terbuka dalam variasi konsentrasi larutan NaOH (3, 5, 7, 9, dan 11%) selama 60 menit lalu ditentukan kadar selulosanya secara gravimetri untuk mengetahui konsentrasi NaOH yang optimal dan digunakan dalam proses pembuatan arang aktif. Proses aktivasi menggunakan metode refluks dalam larutan CH3COOH 5% dengan variasi waktu (30, 60, 90, 120 dan 150 menit). Karbon aktif yang dihasilkan dikarakterisasi berdasarkan SNI No. 06-3730-1995 yang meliputi uji daya serap iod, kadar air, kadar abu. Selain itu dilakukan uji luas permukaan menggunakan metode Brunauer-Emmett-Teller (BET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan NaOH yang efektif untuk meningkatkan kadar selulosa yaitu 7%, sedangkan waktu optimal untuk aktivasi karbon dalam larutan CH3COOH 5% yaitu 120 menit. Kualitas karbon aktif dari batang eceng gondok dengan perlakuan pretreatment maupun tanpa pretreatment telah memenuhi standar SNI No 16-3730-1995 untuk uji kadar air dan kadar abu. Karbon aktif batang eceng gondok dengan perlakuan pretreatment untuk daya serap iod telah memenuhi standar SNI No 16-3730-1995, sedangkan tanpa pretreatment tidak memenuhi parameter uji daya serap iod. Luas permukaan karbon aktif yang dihasilkan dari proses pretreatment lebih besar dibandingkan dengan tanpa pretreatment.
Utilization of Seaweed (Eucheuma sp) as a Room Freshener Gel Product Yunus, Arham; Nurfiansyah, Nurfiansyah; Yasari, Alma; Fajrianthy; Alimin, Jumriani; Rahmila; Halijah
Hayyan Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v1i3.4842

Abstract

This study aimed to formulate a room freshener gel from seaweed (Eucheuma sp) with variations in acetic acid soaking concentrations (0%, 5%, and 10%) and to evaluate its physical characteristics. The seaweed-based gel was produced through soaking, heating, and molding processes combined with gelatin, isopropyl alcohol, and essential oils (lemon, sweet orange, and lily). Quality testing covered moisture content, viscosity, gel strength, and organoleptic properties. Results showed that the soaking treatment significantly affected gel quality. The unsoaked sample had the highest moisture content (24.08%), exceeding the SNI limit of 23.22%, while the 5% and 10% soaking treatments met the standard with moisture contents of 17.43% and 19.64%, respectively. Viscosity values ranged from 62,237 to 73,111 μm/pascal, all within the ideal range for semi-solid gels. Gel strength values of 85.859, 291.45, and 615.77 g/cm² for the three treatments all exceeded the minimum standard of ≥45 g/cm². Organoleptic evaluation by 20 panelists showed that the 5% acetic acid soaking treatment produced the best scores for aroma (3.70) and texture (4.25), meeting the SNI 01-2346-2006 acceptance threshold. This treatment is recommended as the optimal formulation for seaweed-based room freshener gel.