Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Factors Associated with Blood Glucose Levels among Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Jatinegara Public Health Center in 2025 Wayamah, Cucu; Sulistyowati, Yenny; Agustina, Santi; Hayati, Diah; Sutilah, Siti
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i3.427

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is one of the most prevalent non-communicable diseases in Indonesia. Blood glucose control is essential to prevent complications; therefore, identifying associated factors is crucial. Objective: To determine the factors associated with random blood glucose (RBG) levels among T2DM patients enrolled in the Prolanis program at Jatinegara Health Center in 2025. Methods: This study employed an analytical cross-sectional design involving 92 T2DM Prolanis patients. Data were collected through interviews, questionnaires, anthropometric measurements, and medical records. Data analysis included univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression). Results: Most respondents had normal RBG levels (80.4%), were female (76.1%), aged >60 years (56.5%), and had a family history of diabetes (57.6%). Non-modifiable factors (sex, age, family history) and modifiable factors (BMI, knowledge, stress, fiber intake, and physical activity) were not significantly associated with RBG levels (p>0.05). However, carbohydrate consumption patterns emerged as the dominant factor increasing the risk of hyperglycemia (OR=4.08; 95% CI=0.869–19.171). Conclusion: Carbohydrate consumption pattern was identified as the dominant factor associated with random blood glucose levels among T2DM Prolanis patients at Jatinegara Health Center. Nutritional interventions and education on low-glycemic index diets should be strengthened to improve glycemic control.
Pengaruh Brand Image, Marketing Mix Dan Key Opinion Leader Terhadap Keputusan Pasien Menggunakan Layanan Kesehatan Di Rumah Sakit Swasta Aliyah 2 Kota Kendari Zulfikarrahim, Muhammad; Sulistyowati, Yenny; Aminningsih, Purwanti
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6696

Abstract

Kota Kendari mengalami peningkatan kebutuhan akan layanan kesehatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan medis yang berkualitas. Rumah Sakit Swasta Aliyah 2 Kota Kendari sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan menghadapi tantangan dalam menarik dan mempertahankan pasien. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan meliputi Brand Image, Marketing Mix, dan Key Opinion Leader. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap keputusan pasien menggunakan layanan kesehatan di Rumah Sakit Swasta Aliyah 2 Kota Kendari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 26 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi linier berganda guna mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Image, Marketing Mix, dan Key Opinion Leader memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Swasta Aliyah 2 Kota Kendari baik secara parsial, maupun simultan. Kata kunci: Brand Image, Marketing Mix, Key Opinion Leader, Keputusan Pasien
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keterlibatan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Citra Sari Husada Venamelia, Venamelia; Sulistyowati, Yenny; Andarusito, Nurcahyo
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i3.6687

Abstract

Keterlibatan kerja perawat memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan kerja perawat di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan kerja perawat berdasarkan teori Job Demands-Resources (JD R). Hipotesis penelitian ini adalah bahwa keseimbangan pekerjaan-kehidupan, relasi dengan rekan kerja, persepsi dukungan organisasi, imbalan, dan kesempatan belajar dan berkembang berpengaruh positif terhadap keterlibatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif kausal dengan metode survei cross-sectional dan pengumpulan data melalui kuesioner non-intervensional. Responden penelitian ini yaitu 75 perawat di Rumah Sakit Citra Sari Husada yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, dan data dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh faktor-faktor independen terhadap keterlibatan kerja perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, keseimbangan pekerjaan-kehidupan, relasi dengan rekan kerja, persepsi dukungan organisasi, imbalan, dan kesempatan untuk belajar dan berkembang berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja perawat dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 dan nilai Adjusted R-Square sebesar 0,716. Faktor kesempatan untuk belajar dan berkembang memiliki pengaruh terbesar dibandingkan faktor lainnya. Faktor faktor yang termasuk dalam model JD-R memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan kerja perawat. Pihak rumah sakit disarankan untuk mengevaluasi kembali mengenai imbalan agar selaras dengan dukungan non finansial sehingga tidak menekan motivasi intrinsik perawat serta meningkatkan peluang pengembangan diri melalui pelatihan, seminar, dan kebijakan karir yang transparan. Selain itu, penerapan sistem umpan balik terstruktur dan peningkatan peran aktif supervisor keperawatan, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja-hidup dan hubungan antar rekan kerja, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih responsif dan memotivasi perawat. Kata Kunci: Keterlibatan kerja, keseimbangan pekerjaan-kehidupan, dukungan organisasi, Job Demands-Resources, perawat.
Strengthening intensive care training in response to COVID-19: lessons for medical education Helmi, Mochamat; Sari, Djayanti; Sulistyowati, Yenny; Meliala, Andreasta; Nurrobi, Tjahja; Ratmono, Tugas; Trisnantoro, Laksono
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i1.22918

Abstract

Frequent updates to clinical guidelines during the COVID-19 pandemic have posed significant challenges for audit processes, quality improvement, and the preparedness of healthcare professionals, particularly in intensive care settings. This study aimed to explore the impact of COVID-19-related demands on medical education and training from the perspective of healthcare teams working in intensive care units (ICUs) in Indonesia during the first wave of the pandemic. A qualitative design was employed using semi-structured interviews and focus group discussions with medical personnel directly involved in the care of COVID-19 patients at national referral hospitals. Purposive sampling was applied to recruit participants, including general practitioners, interns, residents, anesthesiologists, and ICU consultants. A total of 66 participants were included across eight focus group discussions, each consisting of eight to nine participants. Data collection continued until thematic saturation was achieved. Transcripts were analyzed using content analysis to identify key themes and subthemes. The analysis revealed five major themes: i) the need for continuous upgrading of knowledge and competencies, ii) the importance of innovative education and training approaches, iii) the role of professional organizations, iv) challenges encountered during training implementation, and v) time constraints. These findings highlight the urgent need for adaptive, continuous, and technology-supported training strategies to strengthen intensive care workforce preparedness during public health emergencies.