Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemahaman Orangtua Terhadap Dimensi Perkembangan Budaya Dan Spiritualitas Anak Sekolah Dasar: Analysis of Parents' Understanding of the Dimensions of Cultural and Spiritual Development of Elementary School Children Salma Nurhaliza Darmansyah; Rosdillah Eka Putri; Anggun Nur Andiany Wiyoso; Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih; Laili Lutfianah; Laras Ayu syahrani; Annisa Yumna Rizq; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8403

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, fisik, sosial, emosional, budaya, spiritual, dan intelektual. Namun, arus globalisasi dan dominasi media digital telah menggeser nilai-nilai budaya lokal serta melemahkan dimensi spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman orang tua terhadap perkembangan budaya dan spiritual anak sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik survei terbuka dan wawancara ringan pada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman orang tua berada pada kategori sangat tinggi (83,48%), dan perilaku anak yang mencerminkan nilai-nilai tersebut juga sangat tinggi (80,07%). Temuan ini mengindikasikan kesadaran yang kuat, namun penerapan sehari-hari masih menghadapi kendala seperti tingginya penggunaan gadget dan minimnya integrasi nilai budaya-spiritual di rumah. Pembahasan menyoroti bahwa penguatan nilai tersebut memerlukan kolaborasi konsisten antara keluarga dan sekolah, pendampingan media digital, serta penyediaan kegiatan alternatif yang sarat nilai budaya. Dukungan lingkungan sosial dan program sekolah berbasis kearifan lokal terbukti membantu internalisasi nilai secara berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan penanaman nilai budaya dan spiritual memerlukan sinergi keluarga sekolah serta strategi pengasuhan yang adaptif terhadap tantangan era digital.
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN GENETIKA DI SEKOLAH DASAR: TINJAUAN LITERATUR PADA METODE ANALOGI DAN ALAT PERAGA Kania, Nala; Anggun Nur Andiany Wiyoso; Anisa Putri Mulyaningsih; Afrida Laily Alindra
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v6i2.6916

Abstract

Abstract (English) Genetics is one of the most challenging biology topics to teach at the elementary school level due to its abstract, microscopic nature and rich technical terminology, while students at that age are generally still at the concrete operational cognitive development stage. This article aims to identify the main conceptual challenges faced by elementary school students in learning genetics, analyze the effectiveness of various learning strategies that have been developed, and formulate evidence-based recommendations for the development of child-friendly genetics learning modules. This research uses a literature study approach with data sources in the form of national and international journal articles, textbooks, proceedings, and research reports published between 2016 and 2026. The results of the study indicate that the main obstacles in learning genetics include misconceptions about terminology, low intrinsic motivation of students, and a lack of varied teaching methods. Various learning interventions have proven effective in overcoming these obstacles, including the analogy method that acts as a cognitive bridge between abstract concepts and concrete understanding, the use of genetics button teaching aids that can increase learning completion by up to 100%, and digital gamification that produces high gain scores while reducing student learning anxiety. The literature synthesis confirms that no single method is sufficient, so the development of effective genetics modules requires an integrative approach that combines analogies, concrete teaching aids, and gamification elements within a systematic development framework such as the 4D and ASSURE models.