Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PLACE ATTACHMENT: ANALISIS KETERIKATAN MAHASISWA TERHADAP KAMPUS X Karim, Sukri; Lukman, Imam Abdillah; Zainab, Syarifah; Zahratika, Zahratika
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i3.6991

Abstract

Higher education represents a crucial stage in an individual’s life, as students acquire skills, knowledge, and experiences that strongly influence their future direction. In the context of global competition and increasingly complex social demands, universities are required not only to focus on academic achievement but also to pay attention to non-academic factors that significantly shape student satisfaction and success. One of these factors is student place attachment, which refers to the emotional bond formed through experiences, social interactions, and the physical environment of the campus. This study aimed to examine the extent of student attachment to Campus X and to analyze the differences between students’ expectations before entering the university and the reality they experienced afterward. The research employed a quantitative approach with a sample of 257 students selected through simple random sampling. The instrument used was a questionnaire covering affective, cognitive, and behavioral dimensions. The results revealed a significant difference between students’ initial expectations and their actual experiences, with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings suggest that students’ place attachment is influenced by the quality of facilities, social interactions, and academic experiences. The study is expected to provide strategic insights for university management in strengthening students’ sense of belonging, loyalty, and overall satisfaction. ABSTRAKPendidikan tinggi merupakan fase krusial dalam kehidupan individu, karena pada tahap ini mahasiswa memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta pengalaman yang akan memengaruhi arah masa depan mereka. Dalam konteks persaingan global dan kompleksitas tuntutan sosial, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan faktor non-akademis yang berperan penting dalam kepuasan dan keberhasilan mahasiswa. Salah satu faktor tersebut adalah keterikatan mahasiswa terhadap kampus (place attachment), yaitu ikatan emosional yang terbentuk melalui pengalaman, interaksi sosial, serta kondisi lingkungan fisik kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterikatan mahasiswa terhadap Kampus X serta menganalisis perbedaan ekspektasi mahasiswa sebelum dan setelah mereka menjadi bagian dari kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 257 mahasiswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup dimensi afektif, kognitif, dan perilaku. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara harapan mahasiswa sebelum masuk kampus dan kenyataan yang dialami setelah kuliah, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa place attachment mahasiswa terhadap kampus dipengaruhi oleh kualitas fasilitas, interaksi sosial, dan pengalaman akademik. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pengelola perguruan tinggi dalam meningkatkan rasa memiliki, loyalitas, dan kepuasan mahasiswa.
Stimulasi Keterampilan Sosial Peserta Didik Melalui Permainan Yanti, Devi; Amalia, Hanna; Hasmalawati, Nur; Vonna, Rizka Dara; Zahratika, Zahratika
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/862p3v93

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli dan 15 September 2025 di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harsya Ceria, Banda Aceh, yang merupakan sekolah inklusi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru PAUD dalam menstimulasi perembangan sosial anak melalui penerapan permainan tradisional. Sebagai sekolah inkluis, PAUD Harsya Ceria memiliki anak-anak dengan kemampuan yang beragam, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang adaptif, menyenangkan, dan mampu membangun interaksi sosial positif antara seluruh peserta didik. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, pelatihan interaktif, dan praktik langsung berbagai permainan tradisional seperti ular tangga, engklek, dan estafet bola. Permaianan ini dipilih karena dapat menumbuhkan kerja sama, empati, dan toleransi antar anak, baik yang berkebutuhan khusus maupun berkembang tipikal. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur tingkat pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman guru setelah mengikuti pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikatn dalam pemahaman guru terhadap manfaat permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelatihan lanjutan serta dukungan kebijakan pendidikan agar permainan tradisional dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum PAUD sebagai sarana pengembangan sosial dan karakter anak usia dini.