Darin Diffana Athifah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Revisi Proyeksi Pertumbuhan Pembiayaan Perbankan Syariah 2025: Analisis Peran Bank Indonesia, OJK, dan Strategi Inklusi Keuangan Darin Diffana Athifah; Wahdan Saiduroihan; Salwa Salsabila; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5933

Abstract

Penelitian ini menganalisis revisi proyeksi pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah tahun 2025 yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 8–11 persen. Fokus penelitian diarahkan pada peran Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan strategi pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data bersumber dari kebijakan, peraturan perundang-undangan, serta literatur akademik yang relevan dengan pengembangan perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan target dari 11–13 persen menjadi 8–11 persen mencerminkan langkah hati-hati BI dalam merespons ketidakpastian global. OJK memperkuat pengawasan serta mendorong literasi keuangan, sedangkan pemerintah memperluas akses layanan melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara BI, OJK, dan pemerintah menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan perbankan syariah yang stabil, berkelanjutan, dan inklusif.
Etika Jual Beli dalam Perspektif Tafsir Al-Qur'an : Studi Kasus Kesesuaian Takaran Antara Timbangan Tradisional dan Timbangan Modern Darin Diffana Athifah; Aldi Lutfi Nugraha; Lina Marlina
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i1.5958

Abstract

Penelitian ini membahas etika jual beli dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada akurasi timbangan tradisional dan modern. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya keadilan dalam takaran sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, sementara praktik di lapangan menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis timbangan. Tujuan penelitian adalah menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait, membandingkan akurasi timbangan, dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip keadilan Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kajian tafsir tematik dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan timbangan digital lebih akurat dan sesuai standar, sedangkan timbangan tradisional sering tidak terkalibrasi dan menimbulkan ketidakadilan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penggunaan timbangan standar, kalibrasi rutin, serta penerapan nilai kejujuran untuk menciptakan perdagangan yang adil dan berkah sesuai syariat.
Efektivitas Distribusi Zakat pada Masa Umar bin Abdul Aziz dan Relevansinya terhadap Model Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Fadhlan, Muhammad; Darin Diffana Athifah; Wahdan Saidurroihan; Lina Marlina; Ana Fauziya Diyana
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v3i1.2152

Abstract

This study examines the effectiveness of zakat distribution during the leadership of Umar bin Abdul Aziz and its relevance to poverty alleviation models in Indonesia. Structural poverty remains a persistent challenge in Indonesia’s economic development, requiring systematic and sustainable solutions. Within Islamic economic thought, zakat functions not only as a religious obligation but also as a fiscal instrument capable of promoting social welfare and economic independence. This research employs a qualitative approach through historical and literature study methods, analyzing classical Islamic governance practices alongside contemporary zakat management in Indonesia. The findings reveal that the success of zakat distribution under Umar bin Abdul Aziz was supported by centralized governance, strong institutional reform of Baitul Mal, strict supervision, and integrity-based leadership, resulting in effective wealth redistribution and significant poverty reduction. The study further finds that productive zakat distribution, institutional integration, regulatory reinforcement, and digital transparency are crucial elements for enhancing the performance of zakat institutions in Indonesia. The implications suggest that strengthening governance, accountability, and productive empowerment programs can transform zakat into a strategic socio-economic policy instrument capable of addressing structural poverty in a sustainable manner.
Kajian Normatif Syariah terhadap Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia selama Pandemi COVID-19 Darin Diffana Athifah; Dzakwan Afaf Muhammad; Halwa Halimatusadiyah; Ima Nurmaliah
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i1.6132

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan perlambatan ekonomi di Indonesia sehingga Bank Indonesia menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) secara bertahap untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong sektor riil. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan normatif dari perspektif ekonomi syariah terkait larangan riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan suku bunga BI selama pandemi dari perspektif syariah serta mengeksplorasi alternatif kebijakan moneter berbasis prinsip syariah yang mendukung stabilitas ekonomi dan pertumbuhan sektor riil. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif deskriptif melalui kajian literatur primer dan sekunder, termasuk fatwa DSN-MUI, pemikiran fuqaha kontemporer, dan data kebijakan moneter BI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BI tidak terlibat langsung dalam praktik riba, kebijakan penurunan suku bunga tetap mempertahankan struktur ekonomi berbasis bunga dan dapat ditoleransi dalam kondisi darurat (al-dharūrāt tubīḥu al-maḥẓūrāt), namun tidak dapat dijadikan dasar permanen. Instrumen moneter syariah seperti Sukuk BI terbukti memiliki potensi untuk menjaga likuiditas, mendorong pertumbuhan sektor riil secara adil, dan memperkuat transmisi kebijakan moneter. Kesimpulannya, kebijakan moneter berbasis prinsip syariah menawarkan alternatif yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi sistem moneter nasional.