Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Benalu Jeruk (Dendrophthoe glabrescens (Blakely) Barlow) terhadap Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Karagenan Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Mahendra, I Putu Aldy; Widiasriani, Ida Ayu Putu; Mahardika, I Made Agus; Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v11i2.11434

Abstract

Inflammation is a natural defense mechanism of the body against injury or disease; however, excessive inflammation can lead to various chronic conditions. Prolonged use of synthetic anti-inflammatory drugs is associated with adverse effects, creating a need for safer natural alternatives. One such candidate is the citrus benalu leaf (Dendrophthoe glabrescens (Blakely) Barlow), a parasitic plant rich in flavonoids, saponins, and tannins. This study aimed to evaluate the anti-inflammatory activity of ethanol extract from citrus benalu leaves in carrageenan-induced mice. A laboratory experimental design using a Randomized Pre- and Post-Test Control Group approach was employed with 25 mice divided into five groups: negative control (CMC-Na 0.5%), positive control (sodium diclofenac), and three treatment groups receiving citrus benalu leaf extract at doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW, respectively. The extract was administered orally 30 minutes after carrageenan induction, and paw edema was measured every 30 minutes for 180 minutes. One-way ANOVA revealed significant differences among groups, and LSD post hoc analysis indicated that all treatment groups differed significantly from the negative control (p < 0.05) but not from the positive control (p > 0.05). The 400 mg/kgBW dose demonstrated the greatest efficacy, reducing paw edema to 3.08%. These findings suggest that citrus benalu leaf extract has promising potential as a natural anti-inflammatory agent, offering an alternative to synthetic drugs with fewer side effects.
Aktivitas Anti-Inflamasi Minyak Herbal Tradisional Dari Bahan Usada Bali Pada Mencit Inflamasi Yang Diinduksi Karagenan Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Mahardika, I Made Agus; Cahyaningsih, Erna; Sasadara, Maria Malida Vernandes; Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i3.60529

Abstract

Peradangan sendi atau artritis merupakan salah satu penyakit inflamasi kronis yang memerlukan penggunaan obat jangka panjang. Penggunaan obat artritis seperti metotreksat dan NSAID dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai efek samping serius, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang relatif lebih aman terutama dari bahan herbal. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas anti-inflamasi minyak herbal tradisional Usada Bali dari bahan Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma longa), Kencur (Kaemferia galanga), Bangle (Zingiber montanum), Cengkeh (Syzigium aromaticum) dan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) pada mencit inflamasi yang diinduksi karagenan melalui pengujian secara topikal. Mencit dibagi empat kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (pembawa), kontrol positif (Natrium Diklofenak topikal), minyak herbal 150 dan 300 mg/ml. Volume peradangan kaki mencit diukur dengan alat pletismometer setiap jam selama empat jam setelah diinduksi dengan karagenan 0,5% (b/v) subplantar, kemudian diuji secara statistik (Mann-Whitney) dengan taraf kepercayaan 95%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa minyak herbal mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid. Hasil uji aktivitas anti-inflamasi menunjukan adanya penghambatan peradangan yang signifikan (p<0,05) oleh minyak herbal konsentrasi 150 mg/ml maupun 300 mg/ml dengan persentase penghambatan pada jam ke-4 masing-masing sebesar 16,52% dan 11,30%, serta tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya potensiĀ  minyak herbal Usada Bali sebagai anti-inflamasi topikal.