Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kultur jaringan tumbuhan dasar sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa Restiani, Ratih; Kaban, Sarah Mega Pratenna; Sekar, Astrid Ayu; Matheos, Josiah Harold; Galgani, Gemma
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21800

Abstract

Perkembangan IPTEK saat ini berkontribusi dalam meningkatnya implementasi bioteknologi dalam kehidupan manusia. Kultur jaringan tumbuhan merupakan salah satu aplikasi bioteknologi di bidang pertanian. Pengenalan kultur jaringan tumbuhan sejak dini bagi siswa SMA menjadi salah satu upaya mempersiapkan SDM yang terampil. Namun demikian, siswa SMA masih mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran bioteknologi terutama pada topik ini. Pembelajaran yang berfokus pada teori dan tidak dilengkapi dengan kegiatan praktikum merupakan penyebab siswa sulit memahami pelajaran tersebut. Kendala ini terutama dialami oleh siswa kelas XII SMA BOPKRI I Yogyakarta. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar siswa pada materi kultur jaringan tumbuhan. Metode kegiatan pengabdian adalah participatory Action Research (PAR) yang diberikan dalam bentuk pelatihan. Pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi dua sesi yaitu pemaparan materi pengantar, demonstrasi praktikum dan kegiatan praktikum. Acara praktikum meliputi pembuatan media kultur dan sterilisasi serta inokulasi eksplan. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian ini telah berhasil sebesar 100% dalam meningkatkan pengetahuan berdasarkan hasil tanya jawab selama pelatihan serta keterampilan dalam melaksanakan tahapan kultur jaringan tumbuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini lebih lanjut dapat diintegrasikan dengan kegiatan pembelajaran biologi di kelas sehingga proses pelatihan dan pendampingan mengenai kultur jaringan tumbuhan dapat berlangsung lebih intensif. Selain itu, project kelompok yang diberikan selama kegiatan pengabdian dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran bioteknologi di kelas.
Edukasi Kultur Jaringan Tumbuhan bagi Siswa SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Restiani, Ratih; Galgani, Gemma; Ayu Sekar, Astrid; Kendek Marendeng, Yunita; Rolas Sinambela, Gracia; Gardha Viorenta, Miranda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3211

Abstract

Kultur jaringan tumbuhan merupakan bagian dari topik bioteknologi yang dipelajari siswa SMA pada mata pelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas. Meskipun demikian, dalam prosesnya siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran bioteknologi terutama kultur jaringan tumbuhan karena pembelajaran berfokus pada pemberian teori tanpa dilengkapi dengan kegiatan praktikum. Selain itu, fasilitas laboratorium yang belum memadai menjadi faktor pembatas bagi pelaksanaan praktikum ini. Kesulitan dalam pembelajaran kultur jaringan tumbuhan ini juga dialami oleh siswa kelas X di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Dalam upaya mendukung capaian pembelajaran topik Bioteknologi di kelas X dan mengatasi kesulitan dalam proses pembelajaran, maka kegiatan pengabdian dalam bentuk edukasi perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman praktikum pada topik kultur jaringan tumbuhan. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan (pemberian materi dan demonstrasi) dan tahap evaluasi. Hasil yang diperoleh selama kegiatan berlangsung adalah siswa terlibat secara aktif dalam proses diskusi dan tanya jawab, sebagian besar siswa dapat menjawab pertanyaan selama diskusi dan semua siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan praktikum serta mampu menyelesaikan kegiatan praktikum sesuai waktu yang diberikan. Berdasarkan hasil pelaksanaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian berupa edukasi ini dapat membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran kultur jaringan tumbuhan.
Integrasi Laboratorium Mini Kultur Jaringan Tumbuhan dalam Pembelajaran Bioteknologi Siswa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Restiani, Ratih; Galgani, Gemma; Sekar, Astrid Ayu; Marendeng, Yunita Kendek; Sinambela, Gracia Rolas; Viorenta, Miranda Gardha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8444

Abstract

Pembelajaran kultur jaringan tumbuhan pada mata pelajaran Biologi di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta masih didominasi oleh pemberian teori di kelas karena keterbatasan fasilitas laboratorium, sehingga siswa belum memiliki pengalaman praktik bioteknologi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pemahaman aplikatif dan keterampilan bioteknologi siswa. Program ini menawarkan solusi berupa pelatihan kultur jaringan berbasis laboratorium mini yang terintegrasi dengan pembelajaran Biologi bagi siswa kelas X. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi dengan guru mitra, penyusunan modul dan persiapan alat dan bahan praktikum, pelaksanaan pelatihan (pemberian teori dan praktikum) selama dua hari, serta evaluasi berbasis observasi keterampilan dan pengetahuan siswa. Pelatihan melibatkan 71 siswa dari tiga kelas X melalui penyampaian materi pengantar, demonstrasi pembuatan medium, sterilisasi dan inokulasi eksplan, dilaknjutkan praktikum membuat media kultur dan inokulasi eksplan secara berkelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan siswa. Sebelum pelatihan, siswa belum mengenal definisi, manfaat dan tahapan kerja kultur jaringan tumbuhan. Setelah pelatihan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan siswa dalam mempelajari aplikasi bioteknologi. Indikator keberhasilan pelatihan ini adalah peningkatan keterampilan siswa dari 0% menjadi 100% mampu dalam membuat media kultur jaringan dasar yaitu Murashige and Skoog (MS) dan menginokulasi eksplan steril ke dalam medium MS sesuai dengan prosedur dan waktu yang diberikan. Selain peningkatan dalam keterampilan, pelatihan ini juga meningkatkan pemahaman pengetahuan siswa (dari 0% menjadi 100%) dalam menjelaskan manfaat, tujuan dan tahapan pembuatan media MS dan inokulasi eksplan dengan tepat. Berdasarkan dua indikator tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan mini laboratorium kultur jaringan tumbuhan yang diintegrasikan dalam pembelajaran bioteknologi dasar bagi siswa mampu membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di mata pelajaran Bioteknologi.