Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Grooming Attack Recognition System Prevensi Kejahatan Eksploitasi Anak dengan Modus Child Grooming Nora Mia Azmi
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/ds6tn806

Abstract

Meningkatnya kasus eksploitasi anak dengan modus child grooming menuntut pengembangan sistem pencegahan yang efektif. Grooming Attack Recognition System (GARS) adalah sebuah inisiatif edukasi dan sistem yang dirancang untuk mendeteksi serta mengidentifikasi pola komunikasi berbahaya yang sering digunakan oleh pelaku grooming terhadap anak. GARS memanfaatkan teknologi pengenalan teks dan analisis percakapan untuk mendeteksi indikasi grooming, yang kemudian memberikan peringatan kepada orang tua dan pihak berwenang untuk mencegah tindakan eksploitasi lebih lanjut. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dan mekanisme kerja GARS, serta membahas efektivitas sistem ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya child grooming. Dengan edukasi yang tepat dan pemanfaatan teknologi, GARS diharapkan mampu mengurangi risiko kejahatan eksploitasi anak melalui upaya pencegahan yang lebih proaktif dan responsif.
Peran Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Komunitas dalam Pemenuhan Hak atas Kesehatan sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Konstitusional Negara terhadap Keberlanjutan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Siti Mirilda Putri; Nofil Gusfira; Nora Mia Azmi; Sutri Helfianti
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan hak atas kesehatan merupakan tanggung jawab konstitusional negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, yang menjadi indikator penting pembangunan sosial dan kesejahteraan. Tantangan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi teknologi, dan masalah lingkungan memerlukan solusi integratif melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan komunitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sinergi antara layanan digital kesehatan, teknologi tepat guna, dan penguatan komunitas lokal dalam mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Bangkok, Thailand, dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pengembangan teknologi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi dampak. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan pengelolaan limbah organik, literasi digital, dan strategi pemasaran UMKM; partisipasi komunitas meningkat hingga 75% dan limbah organik berkurang ±30%. Studi ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi, partisipasi aktif masyarakat, dan kolaborasi lintas negara dalam memenuhi hak kesehatan serta memperkuat keberlanjutan multidimensi.