Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MANFAAT DAN TANTANGAN PENERAPAN PICTURE ARCHIVING AND COMMUNICATION SYSTEM (PACS) DI INSTALASI RADIOLOGI Darmawan, Zulkifli Tri; Angraeni, Dian; Mirfauddin, Mirfauddin; Rakhmansyah, A.AR.; Rusli, Muh; Wulandari, Andi Nur Intan; Syuhada, Firdha Adlia; Normawati, Sitti; Musdalifah, Indah
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i3.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat dan tantangan penerapan sistem Picture Archiving and Communication System (PACS) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina Royal Biringkanaya. PACS merupakan sistem digital yang menggantikan metode penyimpanan berbasis film konvensional guna meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari enam orang radiografer dan satu orang dokter radiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PACS memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pelayanan. Berdasarkan hasil kuesioner, 62% radiografer menyatakan sangat setuju dan 38% setuju terhadap manfaat PACS. Respons dokter menunjukkan 80% sangat setuju, 10% setuju, dan 10% tidak setuju. Hasil wawancara memperkuat data kuantitatif tersebut, terutama dalam hal kemudahan akses gambar, kecepatan pelaporan, dan efisiensi alur kerja. Meski demikian, tantangan seperti gangguan jaringan dan perlunya pelatihan berkelanjutan masih ditemui. Hasil observasi menunjukkan bahwa infrastruktur PACS seperti komputer dan monitor sudah memadai, serta pelatihan yang diberikan umumnya cukup. Namun, responden menyarankan adanya pembaruan sistem dan pemeliharaan berkala. Secara keseluruhan, PACS terbukti meningkatkan kualitas pelayanan radiologi tetapi optimalisasi sistem masih diperlukan melalui peningkatan infrastruktur dan kapasitas pengguna.
Optimasi Visualisasi Celah Sendi Glenohumeral pada Kasus Trauma Bahu melalui Proyeksi Axillary View dengan Sudut 25° Caudal Wulandari, Andi Nur Intan; Ibrahim, Irsyadah; Darmawan, Zulkifli Tri; Syuhada, Firdha Adlia; Arung, Panji
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 12 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v12i1.14499

Abstract

Background: The shoulder joint is a complex anatomical structure with an extensive range of motion, making it highly susceptible to traumatic injuries such as fractures and dislocations. Conventional radiography often faces limitations in providing detailed visualization of these injuries, necessitating specialized projection techniques to clarify anatomical abnormalities. This study aims to evaluate the implementation of the axillary view projection using a 25° caudal angle in trauma cases at RSKB Columbia Asia Pulomas Jakarta. Methods: This study utilized a qualitative descriptive approach with a case study design at the Radiology Department of RSKB Columbia Asia Pulomas Jakarta from January to March 2025. One patient requiring shoulder joint examinations served as the primary subjects. Data were collected through direct observation of the radiographic procedures, interviews with radiographers and radiologists, and analysis of clinical documentation. Results: The examination technique involved positioning the patient seated beside the table with the arm abducted over the image receptor. The central ray was directed at the glenohumeral joint using a 25° caudal angulation. The findings indicate that the 25° caudal angle is particularly beneficial for non-cooperative patients, as it successfully opens the glenohumeral joint space and visualizes the axillary region clearly. This technique effectively revealed clinical conditions, including subluxation, glenoid avulsion, and joint space narrowing. Conclusions: The axillary view with a 25° caudal angle is a reliable and effective technique for assessing shoulder trauma. It provides superior anatomical detail regarding the relationship between the humeral head and the glenoid fossa, thereby supporting more accurate clinical decision-making in trauma management.
Analisis Aspek Geometri Penyudutan Arah Sinar Terhadap Kualitas Citra Radiografi Vertebra Servikal Proyeksi AP Cephalad Musdalifah, Indah; Wulandari, Andi Nur Intan; Darmawan, Zulkifli Tri; Harun, Herlinda Mahdania; Rusli, Muh; Normawati, Sitti; Zees, Intan Mutia Pujastuti
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v23i1.23109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut penyudutan arah sinar terhadap kualitas citra radiografi vertebra servikal pada proyeksi Anterior-Posterior (AP) ke arah cephalad. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan dilaksanakan di Laboratorium Radiologi Politeknik Muhammadiyah Makassar. Objek penelitian berupa phantom servikal yang dipaparkan sinar-X dengan variasi sudut 0°, 5°, 10°, 15°, 20°, 25°, dan 30° menggunakan parameter eksposi yang seragam. Setiap citra radiograf dievaluasi oleh dua orang dokter spesialis radiologi berdasarkan tingkat keterbacaan struktur anatomi vertebra servikal menggunakan lembar penilaian terstandar. Data hasil penilaian dianalisis secara statistik menggunakan uji Friedman untuk mengetahui perbedaan kualitas citra antarvariasi sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas citra radiografi akibat variasi sudut penyudutan (p < 0,05). Sudut 10° menghasilkan nilai rerata peringkat (mean rank) tertinggi sebesar 2,21, yang menunjukkan kualitas visualisasi anatomi paling optimal, dengan kontur tulang yang jelas, ruang antarvertebra terbuka, serta minimnya tumpang tindih struktur. Sebaliknya, sudut ekstrem seperti 25° dan 30° menunjukkan penurunan kualitas citra yang ditandai dengan elongasi bayangan dan berkurangnya kejelasan struktur anatomis. Dapat disimpulkan bahwa penyudutan sinar memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas citra radiografi servikal, dan sudut 10° merupakan sudut yang paling optimal pada proyeksi AP cephalad. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam praktik radiografi servikal untuk meningkatkan kualitas diagnostik sekaligus mengurangi potensi eksposi ulang.