Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Sifat Fisikokimia Susu Pasteurisasi dengan Penambahan Sari Kurma (Phoenix dactilyfera L) Sabil, Syahriana; Muh. Amin; Maruddin, Fatma; Musawa, La Ode Rahman; Syamsuddin Taggo; Arief, Fitri Armianti
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v7i2.2879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisitik fisikokimia susu pasteurisasi yang dihasilkan dengan penambahan sari kuma pada level berbeda. Produk yang dihasilkan adalah minuman yang menggabungkan manfaat susu pasteurisasi dengan rasa manis alami dan manfaat nutrisi dari sari kurma Metode penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Faktorial perlakuan adalah level penambahan sari buah kurma (0, 10, 15 dan 20%). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari kurma pada level berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap sifat warna L*a*b*, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viskositas, total asam dan potensil hydrogen (pH) pada susu pasteurisasi. Warna kecerahan pada susu pasteurisasi dengan penambahan sari kurma dipengaruhi oleh proses reaksi kimia antara gula yang ada pada kurma dan asam amino pada susu mengakibatkan rekasi maillard dan pemecahan gula (karamelisasi) sehingga menghasilkan senyawa yang lebih gelap sehingga terjadi penurunan nilai L*. Warna kemerahan dan kekuningan mengalami peningkatan karena antosinain  dan  karotenoid  yang menyebabkan terjadi peningkatan nilai warna a* dan b*. Peningkatan nilai viskositas terjadi karena sari kurma menambah gula, serat larut, dan senyawa lain yang mampu menyerap air, berinteraksi dengan protein susu dapat meningkatkan total padatan produk.  Sari kurma mengandung asam organik yang menyebabkan peningkatan total asam dan penurunan pH pada susu pasteurisasi. Produk yang dihasilkan adalah minuman susu pasteurisasi sumber protein  dengan rasa manis alami dari kurma. Level sari kurma 20% warna cerah, kemerahan dan kekuningan/kecokelatan, serta terjadi peningkatan nilai viskositas dan nilai total asam diiringi penurunah  nilai pH.
Effect of Freeze-Dried and Oven-Dried Cilembu Sweet Potato Flour on the Antioxidant Activity of Chicken Meatballs. Putra, Azchar Prianka Piawan; Sirajuddin, Muhammad Mar'ie; Malik, Hotlan; Husein, Muhammad; Riskayanti, Riskayanti; Prasetya, Rizki; Haryati, Stefani Fitri; Arief, Fitri Armianti; Dami, Juni Claudia; Amalia, Ditasari; Masruri, Alvin
Bantara Journal of Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v8i1.8106

Abstract

This study evaluated the effect of different dehydration methods, specifically oven drying (60°C) and freeze-drying (-20°C to 65°C), on the antioxidant activity of Cilembu sweet potato (Ipomoea batatas L. Lam) flour and its functional application in chicken meatballs. The antioxidant capacity was measured using the DPPH radical scavenging assay, with results showing that freeze-drying significantly preserved higher levels of bioactive compounds compared to thermal evaporation. Freeze-dried tuber flour reached a radical scavenging activity of 55.74 mg/ml, and when applied to meatballs as a 15% substitute for tapioca flour, it exhibited a superior antioxidant activity of 41.7%. This value was significantly higher (P<0.01) than the oven-dried treatment (28.85%) and the control group (13.22%). The enhanced retention of antioxidants in freeze-drying is attributed to the sublimation process, which minimizes the oxidation and thermal degradation of heat-sensitive molecules such as beta-carotene and phenolic compounds inherently found in Cilembu sweet potatoes. In conclusion, freeze-drying is the more effective processing method for maintaining the functional integrity of local Indonesian tubers, providing a high-quality ingredient for the development of standardized functional foods.