Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENYULUHAN PERAN ILMU FISIKA DALAM BIDANG KESEHATAN PADA SISWA SMAN 1 TALANG KELAPA BANYUASIN Atina Atina; Suhufa Alfarisa; Parmin Lumban Toruan
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 2, No 2 (2018): Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.64 KB)

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada 60 orang siswa (peserta penyuluhan) SMAN 1 Talang Kelapa, Banyuasin Sumatera Selatan dengan tujuan untuk memperkenalkan peran ilmu fisika dalam bidang kesehatan sehingga dapat meningkatkan minat peserta terhadap pembelajaran fisika. Materi penyuluhan terdiri atas 3 materi pokok yaitu pengenalan fisika kesehatan/medis secara umum, peran serta radiasi dalam bidang kesehatan dan pengenalan alat-alat medis yang menggunakan prinsip fisika. Diakhir kegiatan, peserta penyuluhan diberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat efektivitas kegiatan penyuluhan serta mengetahui daya tarik peserta terhadap fisika medis. Berdasarkan hasil kuisioner, diketahui sebelum kegiatan penyuluhan sebanyak 54% peserta kurang tertarik dengan fisika dan 13% menyatakan tidak menyukai fisika. Namun setelah kegiatan penyuluhan, nilai ini mengalami penurunan. Hanya 13% dari peserta yang menyatakan kurang tertarik dan 3% dari peserta menyatakan tidak tertarik dengan fisika. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang diberikan ini dinilai cukup efektif karena dapat meningkatkan minat peserta penyuluhan terhadap pembelajaran fisika. Kata kunci : fisika medis, radiasi, alat kesehatan Abstract This community service program was conducted in the form of counseling to 60 students (counseling participants) of SMAN 1 Talang Kelapa, Banyuasin South Sumatra with the aim to introduce the role of physics in the field of health so this can increase participants' interest in learning physics. The material consists of 3 main subjects, introduction of health physics / medical physics in general, the role of physics and radiation, and the introduction of medical devices that use the principles of physics. At the end of the activity, the participants were given a questionnaire to find out the effectiveness of the program and to know the attractiveness of the participants on medical physics. Based on the results, it was known that before the counseling activity, as much as 54% of the participants were less interested in physics and 13% said that they did not like physics. However, after program, this value has decreased. Only 13% of the participants less interest and 3% of the participants still had no interest in physics. It can be concluded that the program are considered quite effective because it can increase the interest of participants towards the physics learning. Key words :medical physics, radiation, medical devices
PENYULUHAN PERAN ILMU FISIKA DALAM BIDANG KESEHATAN PADA SISWA SMAN 1 TALANG KELAPA BANYUASIN Atina Atina; Suhufa Alfarisa; Parmin Lumban Toruan
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2019): Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.282 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v3i1.18971

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada 60 orang siswa (peserta penyuluhan) SMAN 1 Talang Kelapa, Banyuasin Sumatera Selatan dengan tujuan untuk memperkenalkan peran ilmu fisika dalam bidang kesehatan sehingga dapat meningkatkan minat peserta terhadap pembelajaran fisika. Materi penyuluhan terdiri atas 3 materi pokok yaitu pengenalan fisika kesehatan/medis secara umum, peran serta radiasi dalam bidang kesehatan dan pengenalan alat-alat medis yang menggunakan prinsip fisika. Diakhir kegiatan, peserta penyuluhan diberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat efektivitas kegiatan penyuluhan serta mengetahui daya tarik peserta terhadap fisika medis. Berdasarkan hasil kuisioner, diketahui sebelum kegiatan penyuluhan sebanyak 54% peserta kurang tertarik dengan fisika dan 13% menyatakan tidak menyukai fisika. Namun setelah kegiatan penyuluhan, nilai ini mengalami penurunan. Hanya 13% dari peserta yang menyatakan kurang tertarik dan 3% dari peserta menyatakan tidak tertarik dengan fisika. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang diberikan ini dinilai cukup efektif karena dapat meningkatkan minat peserta penyuluhan terhadap pembelajaran fisika. Kata kunci : fisika medis, radiasi, alat kesehatan Abstract This community service program was conducted in the form of counseling to 60 students (counseling participants) of SMAN 1 Talang Kelapa, Banyuasin South Sumatra with the aim to introduce the role of physics in the field of health so this can increase participants' interest in learning physics. The material consists of 3 main subjects, introduction of health physics / medical physics in general, the role of physics and radiation, and the introduction of medical devices that use the principles of physics. At the end of the activity, the participants were given a questionnaire to find out the effectiveness of the program and to know the attractiveness of the participants on medical physics. Based on the results, it was known that before the counseling activity, as much as 54% of the participants were less interested in physics and 13% said that they did not like physics. However, after program, this value has decreased. Only 13% of the participants less interest and 3% of the participants still had no interest in physics. It can be concluded that the program are considered quite effective because it can increase the interest of participants towards the physics learning. Key words :medical physics, radiation, medical devices
Konduktivitas Listrik Ion Terlarut: Studi Kasus di Air Sumur TPA Sukawinatan Palembang. parmin lumban toruan; rahmwati ,; Andi Arief Setiawan
Jurnal Redoks Vol 7, No 1 (2022): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i1.6760

Abstract

Daya Hantar Listrik (DHL) atau konduktivitas dalam air  menunjukkan banyaknya kandungan ion-ion terlarut dalam air tersebut. Pemukiman penduduk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang, sangat rentan akan pencemaran dari air lindi sampah yang masuk ke sumur pemukiman masyarakat setempat. Parameter DHL dapat ditentukan dengan enggunakan Rangkaian Jembatan Wheatstone (RJW).  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji besarnya DHL di air sumur masyarakat yang bermukim di TPA tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi DHL sebesar 90,1526.10-5 Ωm-1 dan terendah 26,6193. 10-5 Ωm-1.
Kemampuan Variasi Campuran Sekam Padi Pada Batako Terhadap Peredaman Suhu Parmin Lumban Toruan; Heru Prasetio; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9176

Abstract

ABSTRAK Penggunaaan batako sebagai material penyusun bangunan lebih menguntungkan dari pada penggunaan batu bata dikarenakan batako lebih mudah dan cepat dalam pemasangannya. Ketahanan suhu (panas) merupakan salah satu faktor dari kualitas batako. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan panas (suhu) pada batako adalah dengan menambahkan campuran pembuatannya, salah satunya sekam padi. Sekam padi berpotensi meningkatkan ketahanan panas dikarenakan memiliki kandungan silika. Limbah sekam padi banyak didapatkan dari pertanian di masyarakat, namun pemanfaatan limbah sekam padi pada batako  masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peredaman suhu pada batako dengan campuran sekam padi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan eksperimen yang diawali dengan survei lokasi limbah sekam padi dan pengambilan sampel sekam padi di penggilingan padi Pegayut. Tahapan selanjutnya dilakukan penelitian secara eksperimen di laboraturium. Batako yang digunakan dengan variasi campuran sekam padi 0,1 , 0,2  dan 0,3 dari komposisi penggunaan semen.  Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui redaman panas pada batako dengan meletakkan alat pemanas pada salah satu sisi batako lalu diukur suhunya dan pada sisi yang lain  setelah memvariasikan waktunya  dari 0 menit sampai 15 menit dengan rentang waktu masing masing 5 menit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peredaman suhu terbesar berada pada batako dengan campuran 30% sekam padi diwaktu 5 menit peredamannya sebesar 75,025oC, waktu 10 menit peredam suhu nya 79,282oC dan diwaktu 15 menit peredaman suhunya sebesar 82,275oC. Berdasarkan analisis faktorial bahwa campuran sekam padi 30% adalah batako dengan peredaman suhu yang terbaik                 ABSTRACT The use of bricks as a building material is more profitable than the use of bricks because bricks are easier and faster to install. Temperature resistance (heat) is one that affects the quality of bricks. One way to increase the heat resistance (temperature) of adobe bricks is to add a mixture of its manufacture, one of which is rice husk. Rice husk has the potential to increase heat resistance because it contains silica. Rice husk waste is mostly obtained from agriculture in the community, but the use of rice husk waste in bricks is still very less.. This study aims to analyze the temperature damping on adobe bricks with a mixture of rice husks. The method used is an experimental approach that begins with a survey of rice husk waste locations and sampling of rice husks at the Pegayut rice mill. The next stage was carried out experimentally in the laboratory. The bricks used were mixed with rice husk variations of 0.1, 0.2 and 0.3 of the composition used for cement. Research has been carried out to determine the attenuation of heat in bricks by placing a heating device on one side of the bricks and then measuring the temperature and on the other side after varying the time from 0 minutes to 15 minutes with with a time span of 5 minutes each. The results of the study showed that the greatest temperature attenuation was in bricks with a mixture of 30% rice husk at 5 minutes the damping time was 75.025 oC, 10 minutes at 79.282 oC and 15 minutes at 82.275 oC. Based on the factorial analysis, the 30% rice husk mixture is the brick with the best temperature damping
PENGARUH TEGANGAN LISTRIK TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM MANGAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN DENGAN METODE ELEKTROLISIS Parmin Lumbantoruan; Niluh Rini Sri Wahyuni
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v12i2.949

Abstract

The research has been done on the effect of voltage to the decreased levels of manganese in printing industry liquid waste. This research aimed to study the effect of voltage to the decreased levels of manganese in printing industry liquid waste pusing electrolysis method. Variables used were voltage of 3, 4.5, 6, 7.5, 9, and 12 Volt for 10 minutes and the method used was experimental method. The samples were analyzed using AAS after the electrolysis process. From the reserach done, it was found that at the voltage of 3 Volt, the metal content became 0.7551 mg/L, at 4.5 Volt the manganese content became 0.6266 mg/L, at 6 Volt became 0.5330 mg/L, at 7.5 Volt the manganese content became 0.4873 mg/L, at 9 Volt became 0.3999 mg/L and at 12 Volt became 0.2859 mg/L. These showed that the higher the voltage, the metal content in liquid waste decreased. This result showed that electrolysis method can be used to wastewater treatment printing industry.Key words: AAS, electrolysis, electrode, electrolyte, voltage, and manganeseABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh tegangan listrik terhadap penurunan kadar logam mangan pada limbah cair industri percetakan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tegangan listrik terhadap penurunan kadar logam mangan pada limbah cair industri percetakan dengan metode elektrolisis. Variabel yang digunakan  berupa tegangan listrik dari 3 volt, 4,5 volt, 6 volt, 7,5 volt, 9 volt, dan 12 volt dengan waktu selama 10 menit dan metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Analisa sampel setelah elektrolisis menggunakan AAS. Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil yaitu pada tegangan 3 volt kadar logam menjadi 0,7551 mg/L, pada tegangan 4,5 vol kadar mangan menjadi 0,6266 mg/L, pada tegangan 6 volt kadar mangan menjadi 0,5330 mg/L, pada tegangan 7,5 volt kadar mangan menjadi 0,4873 mg/L, pada tegangan 9 volt kadar mangan menjadi 0,3999 mg/L dan pada tegangan 12 volt kadar mangan menjadi 0,2859 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar tegangan maka kadar logam yang terdapat dalam limbah semakin berkurang. Hasil ini menujukkan bahwa metode elektrolisis dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair industri percetakan.Kata Kunci: AAS, elektrolisis, elektroda, elektrolit, tegangan dan logam mangan.
ANALISIS EXERGY KOLOM DISTILASI ATMOSFERIK CD- V PERTAMINA RU – III PLAJU PALEMBANG Parmin Lumbantoruan
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 1 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v13i1.958

Abstract

Population growth in energy consumption followed by one of them is oil consumption in the household, industrial and transportation. One effort to meet fuel needs without creating a new plant is to optimize existing plant. Crude Distillation Unit (CDU), an oil refinery serves to separate the fractions of crude oil into gas, SR line, naphtha, Kerosene Light distillate (LKD), Light Cold Test (LCT) and residues. There are 4 distillation column in which all units are operating at atmospheric pressure. In this study, the CDU unit be operating at normal kodiisi will be changing the temperature of the furnace into the CD-V column two by using the simulation but does not alter the product. CDU-V Pertamina Plaju consists of 4 distillation column with two furnaces each furnace output to column one and two. Column two is selected when the temperature changes that go into the column will not affect the feed to the other column. From the simulation results that have been conducted and the results of simulation data have been obtained, showing that the temperature entering the CDU column 2 still can be lowered by 4 °C from 320 °C operating conditions up to 316oC and the results derived products did not experience a huge change is still within the limits references are permitted. By reducing the temperature on the distillation column will save the energy used. Key words : Exergy, distillation, simulation ABSTRAKPertumbuhan penduduk di ikuti dengan konsumsi energi salah satunya adalah konsumsi minyak dalam rumah tangga,industri maupun transportasi. Salah satu upaya memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak tanpa membuat plant baru adalah dengan mengoptimalkan plant yang sudah ada. Crude Distillation Unit (CDU) sebuah kilang minyak berfungsi untuk memisahkan fraksi-fraksi crude oil menjadi gas, SR Top, nafta, Light Kerosene Distillate (LKD), Light Cold Test (LCT) dan residu. Ada 4 kolom distilasi pada unit tersebut yang semuanya beroperasi pada tekanan atmosferik . Dalam penelitian ini Unit CDU yang beroperasi pada kodiisi normal akan dilakukan pengubahan  suhu dari dapur bakar ke CD-V kolom dua  dengan menggunakan simulasi tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. CDU-V Pertamina Plaju terdiri atas 4 kolom distilasi dengan dua buah dapur bakar masing masing keluaran dapur bakar ke kolom satu dan dua. Kolom dua dipilih ketika terjadi pengubahan suhu yang masuk ke kolom tidak akan mempengaruhi  feed terhadap kolom yang lain.   Dari hasil simulasi yang telah dilakukan dan data hasil simulasi yang telah diperoleh, menunjukkan bahwa suhu yang masuk ke CDU kolom 2 masih dapat diturunkan sebesar   4 oC  yaitu dari kondisi operasi 320 oC diturunkan sampai  316oC dan hasil produknya tidak mengalami perubahan yang sangat besar masih dalam batas referensi yang diijinkan. Dengan pengurangan temperatur pada kolom distilasi akan menghemat energi yang digunakan. Kata Kunci: Exergy, destilasi, simulasi
PENGARUH SUHU TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS (OLI) Parmin Lumbantoruan; Erislah Erislah
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 2 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.766 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v13i2.993

Abstract

ABSTRACT Research has been done on the effect of temperature to the viscosity of lubricating oil. The purpose of this study was to compare the various types of oil. Variables used researcher of temperature of 55°C, 60°C, 65°C, 70°C, 75°C, 80°C, 85°C, 90°C, 95°C, 100°C and the method used was the experimental method. The research was conducted in the Lube Oil Department, Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Company, Palembang. Research used Saybolt viscometer. Oil used was a type of 2 oil-wheelers. The study found that the results of all three types of oil A at a temperature of 55°C oil viscosity became 90.895 cSt, at a temperature of 100°C viscosity became 20.875 cSt, oil B at a temperature of 55°C viscosity became 86.825 cSt, at a temperature of 100°C viscosity became 23.580 cSt, at 55°C The viscosity of oil C became 87.519 cSt, at a temperature of 100°C viscosity became 21.397 cSt. These results indicated that the higher the temperature, the lower the value of viscosity and the oil became more watery. From the three types of the oil, the oil C had no significant change when heated. Keywords: Lubricating Oil, Temperature, Saybolt viscometer, viscosity ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu terhadap viskositas minyak pelumas (OLI). Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan berbagai jenis oli. Variabel yang digunakan peneliti berupa suhu dari 550C, 600C, 650C, 700C, 750C, 800C, 850C, 900C, 950C, 1000C dan metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2015 di Department Lube Oil PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang. Penelitian dengan menggunakan alat saybolt viscometer. Oli yang digunakan adalah jenis oli kendaraan roda 2. Dari penelitian ini yang dilakukan maka diperoleh hasil ketiga jenis oli yaitu oli A pada suhu 550C nilai viskositas menjadi 90.895 cSt, pada suhu 1000C nilai viskositas menjadi 20.875 cSt,  oli B pada suhu 550C nilai viskositas menjadi 86.825 cSt, pada suhu 1000Cnilai viskositas menjadi 23.580 cSt, oli C pada suhu 550Cnilai viskositas menjadi 87.519 cSt, pada suhu 1000C nilai viskositas menjadi 21.397 cSt. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin kecil nilai viskositas dan oli akan menjadi encer.Dari ketiga jenis oli tersebut oli B tidak mengalami perubahan signifikan saat dipanaskan Kata Kunci : Minyak pelumas, Suhu, Saybolt viscometer, Viskositas
Pembuatan Rangkaian Elektronika yang Bermanfaat dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Pelajar Kelas XII Jumingin Jumingin; Atina Atina; Parmin Lumban Toruan; Gelen Pranata; Heru Prasetio
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.219 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.10433

Abstract

Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran di Sekolah khususnya mata pelajaran fisika akan lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa dan siswi adalah dengan menggunakan media pembelajaran atau praktek langsung sesuai dengan tema yang terkait. Pada pokok bahasan kelistrikan, siswa akan lebih tertarik dan mudah memahami materi dengan langsung praktek membuat rangkaian elektronika tertentu. Sebagai contoh rangkaian pengusir nyamuk, flip-flop, strobo kendaraan bermotor, pendeteksi kebocoran gas dan sebagainya. Tentunya rangkaian/alat-alat yang dihasilkan mempunyai harga ekonomi yang sangat baik.  PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan rangkaian elektronika sederhana yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir pada 8 Desember 2020. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan.  Peserta kegiatan berjumlah 55 orang siswa kelas XII. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias karena dapat langsung mengenal komponen-komponen elektronika yang selama ini dipalajari secara teori. Selain itu, kerinduan akan pembelajaran tatap muka juga menjadi penyemangat dalam kegiatan ini. Hal ini karena kegiatan tatap muka di sekolah ditiadakan selama beberapa waktu akibat pandemic COVID-19. Namun pada kegiatan ini, peserta dapat mengikuti secara langsung tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan PKM ini dinilai sangat baik dan tepat oleh para siswa untuk memahami materi dan dapat memberikan nilai ekonomis di masyarakat.
Pemanfaatan Oli Bekas Untuk Bahan Bakar Kompor Sebagai Energi Listrik Alternatif Dengan Prinsip Termoelektrik Widya Rahmadani; Parmin Lumbantoruan; Jumingin
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 2 (2023): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i2.13156

Abstract

Oli bekas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor. Panas yang dihasilkan dari pembakaran oli bekas dapat dikonversi menjadi energi listrik alternatif dengan bantuan modul generator termoelektrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis panas yang dihasilkan dari oli bekas sebagai bahan bakar kompor, mengkaji besar suhu pada kedua sisi termoelektrik dan mengkaji besar tegangan dan arus keluaran dari generator termoelektrik. Metode penelitian yaitu metode eksperimen dengan merancang kompor berbahan bakar oli bekas sebagai sumber panas dan air sebagai sisi dingin. Termoelektrik yang digunakan adalah tipe TEG SP1848-27145 SA sebanyak 6 buah yang disusun seri dengan heatsink sebagai penghantar panas dan plat aluminium sebagai penghantar dingin. Pengambilan data dilakukan dalam dua kondisi yaitu rangkaian tanpa beban dan dengan beban resistor 27 ohm. Hasil penelitian menunjukkan panas yang terperangkap pada kotak pemanas tempat diletakkannya rangkaian termoelektrik yang dihasilkan dari pembakaran oli bekas dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas pada salah satu sisi termoelektrik. Rangkaian tanpa beban menghasilkan temperatur maksimum pada sisi panas sebesar 354,4 K dan sisi dingin sebesar 324,9 K, serta tegangan listrik maksimum yang terukur sebesar 1,19 Volt. Rangkaian dengan beban resistor menghasilkan temperatur maksimum pada sisi panas sebesar 356 K dan sisi dingin sebesar 329,2 K, serta tegangan listrik maksimum yang terukur sebesar 0,8 volt dan arus keluarannya sebesar 0,019 A. Kata Kunci: oli bekas, konversi energi, termoelektrik
Penyuluhan pengelolaan dan kesehatan, keselamatan kerja di Laboratorium IPA SMAN 6 Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan Arief Setiawan, Andi; Jumingin; Lumbantoruan, Parmin; Rahmawati; Iswan, Joni; Charolina Sihombong, Sagita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i1.11491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertemakan penyuluhan pengelolaan dan kesehatan, keselamatan kerja (K3) dilakukan di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMA Negeri 6 Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Hal ini didasarkan oleh kajian awal yang menunjukkan bahwa guru dan siswa IPA (biologi, fisika, dan kimia) belum sepenuhnya memahami cara mengelola laboratorium dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kegiatan PKM menggunakan metode kolaboratif partisipatif, yang menggabungkan metode ceramah dan demonstrasi. Peserta yang terlibat terdiri dari 30 siswa dan 10 guru IPA yang diberi angket sebagai dasar penilaian kegiatan PKM. Dari hasil kegiatan PKM, 90% siswa dan guru memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan dan K3 di laboratorium.