Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Sekolah Berbasis Pupuk Organik Muhammad Junda; Muhammad Wiharto; Rosdiana Ngitung; Yusminah Hala; Oslan Jumadi
Sempugi: Journal of Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2023): Sempugi Vol 1 No. 1 September 2023
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/sempugi.v1i1.18

Abstract

Pekarangan sekolah merupakan suatu sarana yang dimikiki oleh suatu sekolah yang memiliki peranan penting, tidak hanya kebutuhan untuk berbagai aktivitas peserta didik seperti tempat kegiatan upacara, berolah raga tetapi juga pekarangan merupakan tempat menanam berbagai jenis tanaman hias dan tanaman apotek hidup yang dibutuhkan sebagai sumber laboratorium alam yang menyediakan bahan untuk praktek. Tujuan kegiatan pelatihan PKM ini untuk memberi wawasan, pengetahuan dan keterampilan kepada guru-guru SMP se Kab. Enrekang yang tergabung dalam MGMP mata pelajaran IPA tentang pengelolaan pekarangan sekolah yang berbasis pemanfaatan limbah organik yang dihasilkan oleh sekolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan berupa cara pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair, bahan dan peralatan yang dibutuhkan dan cara pembuatan biostarter untuk mempercepat proses pengemposan dan pupuk cair. Hasil dari pelatihan PKM ini guru-guru SMP yang tergabung dalam MGMP mata pelajaran IPA telah memahami dan menguasai serta sudah terampil membuat kompos dan pupuk cair dengan bahan baku berupa limbah sekolah yaitu limbah organik. Selain itu peserta PKM juga telah mampu membuat biostrater dari bahan baku lokal dalam rangka mempercepat proses pengomposan dan pembuatan pupuk cair. Kegiatan pengabdian pada masyarakat seperti ini perlu ditidak lanjuti menjadi kegiatan lebih besar sehingga bisa digunakan produknya oleh masyarakat luas.
Comparison of IB-NOSA and Discovery Learning Models on Students' Scientific Literacy and Scientific Argumentation Skills in High School Nur Rezki Octavia; Rachmawaty Rachmawaty; Oslan Jumadi; Firdaus Daud; Nur Rezki Octavia; Rachmawaty Rachmawaty; Oslan Jumadi; Firdaus Daud; Hartono Hartono
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i4.2026.9

Abstract

This study aimed to describe and compare the effects of the IB-NOSA and Discovery Learning models on scientific literacy and scientific argumentation skills of tenth-grade high school students, as well as to examine the significant differences between the two models in the context of Biology learning. This study was quasi-experimental research with a pretest–posttest nonequivalent control group design. The study involved two classes, namely Experimental Class I which was taught using the IB-NOSA model and Experimental Class II which was taught using the Discovery Learning model. The research sample consisted of 72 students of grade 10, with 36 students in Experimental Class I and 36 students in Experimental Class II. Data were collected using a scientific literacy test based on contextual stimuli and a scientific argumentation test in the form of essay questions assessed using the Toulmin Argumentation Pattern rubric. Before hypothesis testing, the data were analyzed using normality and homogeneity tests as prerequisite tests. Hypothesis testing was conducted using Analysis of Covariance (ANCOVA). The results showed that the Sig. value was 0.131 (p > 0.05), indicating that H₀ was accepted for the scientific literacy test, and the Sig. value was 0.004 (p < 0.05), indicating that H₀ was rejected. Thus, it can be concluded that the IB-NOSA and Discovery Learning models have a relatively similar effect on scientific literacy, but the IB-NOSA model is more effective in improving students’ scientific argumentation skills.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Batang Tanaman Kayu Jawa (Lannea Coromandelica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri Imelia Ada; Yusminah Hala; Oslan Jumadi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20371

Abstract

Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi, khususnya yang berasal dari bakteri, merupakan tantangan kesehatan global yang menyebabkan semakin tingginya resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, eksplorasi sumber senyawa antibakteri baru terus dilakukan, salah satunya melalui pemanfaatan bakteri endofit yang terdapat pada jaringan tanaman obat seperti kayu jawa (Lannea coromandelica). Penelitian ini difokuskan pada identifikasi karakteristik dan jenis bakteri endofit dari batang kayu jawa serta efektivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Proses penelitian diawali dengan isolasi bakteri melalui tahapan sterilisasi permukaan, dilanjutkan dengan pengenceran bertingkat dan penumbuhan pada media Nutrient Agar. Karakterisasi isolat dilakukan melalui pengamatan morfologi koloni serta uji biokimia. Aktivitas antibakteri dievaluasi menggunakan metode difusi cakram. Hasil isolasi menunjukkan diperolehnya 9 isolat bakteri endofit dengan karakteristik koloni dan bentuk sel yang beragam. Seluruh isolat menunjukkan adanya kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji. Di antara isolat tersebut, BKJ1A memberikan efek penghambatan paling besar, dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 21,93 mm terhadap E. coli dan 10,15 mm terhadap S. aureus. Berdasarkan hasil karakterisasi, isolat bakteri endofit diduga termasuk dalam genus Bacillus, Acinetobacter, Staphylococcus, dan Enterobacter. Temuan ini mengindikasi bahwa bakteri endofit dari batang kayu jawa memiliki potensi sebagai sumber antibakteri.Kata kunci : Antibakteri; Endofit; Isolasi; Karakterisasi; Kayu jawa
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF (JENIS PENGETAHUAN) SISWA PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN DI KELAS XI SMA NEGERI 16 MAKASSAR Mutia; Oslan Jumadi; Andi Rahmat Saleh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63555

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the Jigsaw cooperative learning model on students’ learning outcomes based on knowledge dimensions in the respiratory system topic at SMA Negeri 16 Makassar. The study employed a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of students from class XI A2 selected through cluster sampling. Data were collected using a validated and reliable multiple-choice test and analyzed using N-Gain and Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant difference between pretest and posttest scores, indicated by a Z value of 5.0119, which was higher than the Z-table value of 1.96. Analysis of learning outcomes based on knowledge dimensions revealed different levels of improvement. Procedural knowledge achieved the highest N-Gain score (0.71), followed by metacognitive knowledge (0.70), conceptual knowledge (0.52), and factual knowledge (0.20). These findings indicate that the Jigsaw cooperative learning model is effective in improving students’ learning outcomes, particularly procedural and metacognitive knowledge. Therefore, the Jigsaw learning model can be used as an alternative instructional strategy to improve students’ understanding and active participation in biology learning.