Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBANDINGAN LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK TERHADAP TINGKAT IMUNITAS ATLET BOLAVOLI MELALUI PHYSICAL FITNESS TEST Tri Saptono; Sumintarsih Sumintarsih; R. Agung Purwandono Saleh
Jurnal Penjaskesrek Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v8i2.1536

Abstract

This study aims to determine: 1) differences in the effect of aerobic exercise and anaerobic to increase the body's immunity, 2) the differences increase the body's immunity between Body Mass Index high and low, 3) the increase in the body's immunity between aerobic exercise Body Mass Index high and anaerobic exercise Body Mass Index high, 4) differences increase the body's immunity between aerobic exercise Body Mass Index low and exercise anarobik Body Mass Index lower, 5) the effect of the interaction between Body Mass Index with aerobic exercise and anaerobic to increase the body's immunity through the Physical Fitness Test. This research used experimental method 2x2 factorial design. The population in this study is the Volleyball Club SPIRITS Sleman in at GOR KONI Pangukan, Jl Dr. Rajimin Patent Tridadi Sleman. The sample size is 24 students. The data analysis technique of this research uses ANOVA. Prerequisite test of data analysis using normality test (Lilliefors test with = 0.05) and homogeneity of variance test (Bartlet test with = 0.05). The results of the study are as follows: 1) There is a difference in the effect between aerobic exercise with an average of 4,016667 and anaerobic exercise with an average of 2,825, on increasing the ability of the physical fitness test with an average difference of 1,191667. 2) There is a different effect between low BMI with an average of 4.325 and high BMI with an average of 2.516667 on increasing physical fitness test abilities with an average difference of 1.808333. 3) There is a difference in the effect between low BMI aerobic exercise with an average of 5.15 and low BMI anaerobic exercise with an average of 3.5 on increasingability with physical fitness test an average difference of 1.65. 4) there is a different effect between high BMI aerobic exercise with an average of 2.883333 and high BMI anaerobic exercise with an average of 2.15 on the increase in physical fitness test with an average difference of 0.733333. 5) Interaction between aerobic exercise, anaerobic exercise and BMI 0.656866. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan pengaruh latihan aerobik dan anaerobik terhadap peningkatan imunitas tubuh, 2) perbedaan peningkatan imunitas tubuh antara Body Mass Index tinggi dan rendah, 3) perbedaan peningkatan imunitas tubuh antara latihan aerobik Body Mass Index tinggi dan latihan anaerobik Body Mass Index tinggi, 4) perbedaan peningkatan imunitas tubuh antara latihan aerobik Body Mass Index rendah dan latihan anarobik Body Mass Index rendah, 5) pengaruh interaksi antara Body Mass Index dengan latihan aerobik dan anaerobik terhadap peningkatan imunitas tubuh melalui Physical Fitness Test. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah Klub Bola Voli SPIRITS Sleman di di GOR KONI Pangukan, Jl Dr Rajimin Paten Tridadi Sleman.. Besarnya sampel berjumlah 24 siswa. Teknik analisis data penelitian ini mengggunakan ANAVA. Uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas (uji Lilliefors dengan α = 0.05) dan uji homogenitas varians (uji Bartlet dengan α = 0.05). Hasil penelitian sebagai berikut : 1) Ada perbedaan pengaruh antara latihan aerobik dengan rerata 4,016667 dan latihan anaerobik dengan rerata 2,825, terhadap peningkatan kemampuan physical fitness test selisih rerata 1,191667. 2) Ada perbedaan pengaruh antara BMI rendah dengan rerata 4,325 dan BMI tinggi dengan rerata 2,516667 terhadap peningkatan kemampuan physical fitness test dengan selisish rerata 1,808333. 3) Ada perbedaan pengaruh antara latihan aerobik BMI rendah dengan rerata 5,15 dan latihan anaerobik BMI rendah dengan rerata 3,5 terhadap peningkatan kemampuan physical fitness test selisih rerata 1,65. 4) ada perbedaan pengaruh antara latihan aerobik BMI tinggi dengan rerata 2,883333 dan latihan anaerobik BMI tinggi dengan rerata 2,15 terhadap peningkatan physical fitness test selisih rerata 0,733333. 5) Interaksi antara latihan aerobik, latihan anaerobik dan BMI 0,656866. Kata Kunci: Aerobik, Anaerobik, Imunitas, Physical Fitness
Peran Klub Terhadap Performa Prestasi Atlet Renang di Era Society 5.0 R Agung Purwandono Saleh; Tandiyo Rahayu; Hari Amirulah; Setya Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian bagaimana sesungguhnya peran perkumpulan atau klub sebagai wadah pembinaan dan sebagai ujung tombak melaksanakan kegiatan pembinaan, seperti yang diamanatkan dalam UU RI Nomor : 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional bahwa Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi pada pasal 27 ayat 4 “Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan dengan memberdayakan perkumpulan olahraga, menumbuh kembangkan sentra pembinaan olahraga yang bersifat nasional dan daerah dan menyelenggarakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan”. Mengingat olahraga renang merupakan cabang yang sangat strategis karena memperlombakan 38 nomor,kedua terbanyak setelah atletik dengan 50 nomor perlombaan. Komponen-komponen penting yang diperlukan suatu Klub adalah: pelatih, manajemen, sarana dan prasarana, serta program latihan. Diharapkan dengan adanya komponen-komponen tersebut Klub, dapat lebih optmal dalam membina para atletnya menuju prestasi terbaiknya.
Sosialisasi Meningkatkan Kepercayaan Diri Atlit Panahan Untuk Meraih Prestasi Maksimal Falaahudin, Ardhika; Saleh, Raden Agung Purwandono; Triprayogo, Rian; Nadzalan, Ali Md
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i2.1891

Abstract

Panahan merupakan olahraga yang memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi karena dalam menembakan sebuah busur panah harus mengenai sasaran dengan tepat. Faktor-faktor seperti konsentrasi, koordinasi, kekuatan, reaksi, daya tahan, keseimbangan, kekuatan otot tangan dan daya tahan otot lengan sangat menentukan dalam menghasilkan teknik dasar memanah yang baik dan benar. Dalam cabang olahraga panahan hasil penampilan dan prestasi dapat terlihat pada skor yaitu jumlah perkenaan anak panah pada target face atau sasaran. Selain kondisi fisik, salah satu aspek psikologis yang mempengaruhi penampilan seorang atlet dalam melakukan aktivitas olahraga ataupun pertandingan adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri bisa dimaksud sesuatu keadaan mental maupun psikologis diri seorang yang diberikan kepercayaan kokoh pada dirinya untuk berbuat ataupun melaksanakan suatu aksi terbaik. Kepercayaan diri (self confidence) adalah modal utama seseorang, spesialnya atlet untuk menggapai prestasi. Kepercayaan diri merupakan penilaian diri untuk melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bia atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan prosedur. Salah satu hal yang penting untuk dimiliki agar dapat mencapai prestasi olahraga adalah memiliki kepercayaan diri (self confidence). Kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga pada diri seseorang, karena dengan kepercayaan diri seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya sesuai pendapat dari ahlinya. Kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Atlet yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi senantiasa berpikir positif dan optimis untuk menampilkan suatu yang terbaik, di samping itu atlet mampu memanfaatkan rasa percaya diri yang dimilikinya untuk memperoleh keberhasilan dalam setiap pertandingan yang dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi meningkatkan kepercayaan diri atlit panahan untuk meraih prestasi maksimal.
Kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga di Perguruan Tinggi dan Implementasinya R. Agung Purwandono Saleh
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7094

Abstract

The purpose of this study was to determine the Physical Education and Sports Curriculum in Higher Education and its Implementation. This research was conducted at UPN "Veteran" Yogyakarta. This research is included in the type of qualitative research. The method used in this study is a survey. Data collection techniques in this study used interviews, observations and documentation. The results of this study are the physical education and sports curriculum in Higher Education and how it is a form of appreciation and high commitment of Higher Education to sports development efforts as part of maintaining health and improving physical fitness as well as improving sports achievements among students. Supporting factors for the implementation of physical education and sports in Higher Education include the need for a curriculum with competent teaching staff including coaches and the role of relevant sports sciences and sports activity units that accommodate student sports activities. The conclusion of this study is that the Physical Education and Sports Curriculum in Higher Education has benefits for health through the goals of physical fitness and improving student sports achievements. The existence of the physical education and sports course curriculum, students are encouraged to be actively and sustainably motivated to carry out physical activities to stay healthy. The supporting function of student sports activities requires a teaching staff who is also capable as a trainer and coach who is able to help bring out all the potential of students to maintain achievements or to improve achievements in the field of sports. As a form of expressing student potential through the process of training and coaching, not just through the form of a teaching and learning process in theory or practice that only fulfills the goal of improving physical fitness. An important role for teaching staff for physical education and sports courses is chosen by someone who in addition to having teaching competence also has the competence to train and foster students in the chosen sport to improve their optimal achievements.
Pelatihan PBB dalam Mata Kuliah Olahraga sebagai Media Penguatan Karakter Bela Negara Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Kurniati, Rizki; Novetra, Joka; Sumintarsih, Sumintarsih; Agung Purwandono, Raden; Wibowo Eko Yulianto, Wahyu; Indriharta, Lilik
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/t7j6k438

Abstract

Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam mata kuliah olahraga di UPN “Veteran” Yogyakarta dilaksanakan pada 8–12 September 2025 dengan melibatkan 6.000 mahasiswa, di mana 3.000 di antaranya tercatat dalam dokumentasi observasi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta cinta tanah air sebagai bagian dari implementasi identitas Kampus Bela Negara. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan teori dan praktik PBB, pendampingan, serta evaluasi melalui penilaian instruktur dan kuesioner. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kedisiplinan (21%), kerapian (19%), kepatuhan (18%), kekompakan (20%), dan antusiasme (16%). Temuan ini menguatkan hasil penelitian terdahulu bahwa PBB efektif membentuk karakter disiplin dan nasionalis pada peserta didik. Dengan demikian, PBB dalam mata kuliah olahraga terbukti efektif sebagai media penguatan karakter Bela Negara mahasiswa UPNVY.
The Comparative Effect of Aerobic Dance and Cycling on The Psychological Well-being of Adolescent Girls Kurniati, Rizki; Broto, Danang Pujo; Paramitha, Sandey Tantra; Taroreh, Bangkit Seandi; Rasyono, Rasyono; Saleh, R Agung Purwandono
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2025): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v8i2.1726

Abstract

This study examines the comparative effects of aerobic dance and cycling on the psychological well-being of adolescent girls in Indonesia, a country where mental health awareness among youth is growing yet remains under-implemented in educational settings. As physical education increasingly seeks cost-effective and accessible methods to promote mental wellness, this research provides valuable insights. Sixty tenth-grade female students aged 15–16 were selected via random sampling and assigned to a 2×2 factorial experimental design. Data were collected using a validated psychological well-being questionnaire and analyzed using two-way ANOVA and Tukey's HSD test at a significance level of 0.05. The results revealed three main findings: (1) aerobic dance significantly outperformed cycling in improving psychological well-being; (2) participants with higher fitness levels exhibited better psychological outcomes than those with lower fitness; and (3) a significant interaction effect was observed between exercise type and fitness level, with the most significant improvement seen in high-fitness participants who engaged in aerobic dance. These findings emphasize the importance of considering both exercise modality and physical fitness level in designing school-based interventions to promote adolescent mental health.
Pengenalan Teknik Dasar Permainan Bola Basket Pada Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta Kurniati, Rizki; Novetra, Joka; Pujo Broto, Danang; Wibowo Eko Yulianto, Wahyu; Sumintarsih, Sumintarsih; Agung Purwandono, Raden
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/dwcx8v11

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknik dasar permainan bola basket pada mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta. Metode yang digunakan meliputi ceramah pengantar, demonstrasi teknik, latihan terbimbing, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari pada tanggal 9–13 Februari 2025 dengan melibatkan 150 mahasiswa dari berbagai program studi. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan rubrik penilaian pada aspek passing, dribbling, dan shooting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor keterampilan pada seluruh aspek yang dinilai dengan kategori peningkatan sedang. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri dan partisipasi aktif mahasiswa dalam aktivitas olahraga. Program pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kompetensi dasar bola basket serta mendorong pembiasaan aktivitas fisik di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya pembentukan gaya hidup aktif dan sehat.