Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Meningkatkan Kepercayaan Diri Atlit Panahan Untuk Meraih Prestasi Maksimal Falaahudin, Ardhika; Saleh, Raden Agung Purwandono; Triprayogo, Rian; Nadzalan, Ali Md
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i2.1891

Abstract

Panahan merupakan olahraga yang memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi karena dalam menembakan sebuah busur panah harus mengenai sasaran dengan tepat. Faktor-faktor seperti konsentrasi, koordinasi, kekuatan, reaksi, daya tahan, keseimbangan, kekuatan otot tangan dan daya tahan otot lengan sangat menentukan dalam menghasilkan teknik dasar memanah yang baik dan benar. Dalam cabang olahraga panahan hasil penampilan dan prestasi dapat terlihat pada skor yaitu jumlah perkenaan anak panah pada target face atau sasaran. Selain kondisi fisik, salah satu aspek psikologis yang mempengaruhi penampilan seorang atlet dalam melakukan aktivitas olahraga ataupun pertandingan adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri bisa dimaksud sesuatu keadaan mental maupun psikologis diri seorang yang diberikan kepercayaan kokoh pada dirinya untuk berbuat ataupun melaksanakan suatu aksi terbaik. Kepercayaan diri (self confidence) adalah modal utama seseorang, spesialnya atlet untuk menggapai prestasi. Kepercayaan diri merupakan penilaian diri untuk melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bia atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan prosedur. Salah satu hal yang penting untuk dimiliki agar dapat mencapai prestasi olahraga adalah memiliki kepercayaan diri (self confidence). Kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga pada diri seseorang, karena dengan kepercayaan diri seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya sesuai pendapat dari ahlinya. Kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Atlet yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi senantiasa berpikir positif dan optimis untuk menampilkan suatu yang terbaik, di samping itu atlet mampu memanfaatkan rasa percaya diri yang dimilikinya untuk memperoleh keberhasilan dalam setiap pertandingan yang dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi meningkatkan kepercayaan diri atlit panahan untuk meraih prestasi maksimal.
Availability of Sports Open Spaces in Tawangharjo District, Grobogan Regency: A Sport Development Index Perspective Pratama, Rivan Saghita; Seftiana, Seftiana; Wahadi, Wahadi; Aji, Tri; Nadzalan, Ali MD; Imron, Fatkhul; Santosa, Teguh; Kusumawardhana, Buyung; Setia Lengkana, Anggi
Journal of Sport Science and Education Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sport and Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v9n1.p63-71

Abstract

The number of open spaces and the population aged seven years and above are known to determine the ratio of open spaces to the Sports Development Index. This study used a survey method with a quantitative descriptive approach, using sports open spaces as research variables. The sampling technique was based on the Sports Development Index (SDI), namely the Multistage Random Sampling. The population of this study was residents of Tawangharjo Village, Tarub Village, and Godan Village. The availability of open sports spaces in the Tawangharjo sub-district, represented by 3 villages, namely Tawangharjo, Tarub, and Godan, is in a low category. The solution is to improve sports development in the open space aspect, namely by involving the government to improve the welfare of the people, such as by providing the most superior sports facilities in the region, including football, volleyball, martial arts, and jogging tracks. The role of the community can help develop sports development, such as cooperation in cleaning abandoned sports open spaces.
Global research trends in youth soccer: A 20-year bibliometric analysis (2005-2025) Kusuma, Ketut Chandra Adinata; Nadzalan, Ali Md; Tagare Jr., Ruben Lagunero; Kusuma, I Dewa Made Aryananda Wijaya; Putra, I Ketut Ade Meisha
Journal Sport Area Vol 11 No 2 (2026): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2026.vol11(2).28318

Abstract

Background: Although previous bibliometric studies have examined specific aspects of youth soccer, such as injury prevention, performance analysis, or talent identification, no study has comprehensively mapped the intellectual evolution of the field over the past two decades. Objectives: This study aimed to provide a comprehensive bibliometric mapping of youth soccer research published between 2005 and 2025 and to identify emerging themes and future research priorities. Methods: Bibliographic data were retrieved from the Scopus database using a predefined Boolean search strategy. Eligible studies were limited to English-language journal articles reporting primary research with a primary focus on youth soccer. Following data cleaning and duplicate removal, bibliometric performance analysis was conducted using Biblioshiny (version 4.5.3), while science mapping and network visualisation were performed using VOSviewer (version 1.6.20). Results: A total of 1,737 articles met the inclusion criteria, showing substantial publication growth after 2018. Clemente FM was identified as the most productive author, while the Journal of Sports Sciences emerged as the leading publication source. Keyword co-occurrence analysis identified eight thematic clusters, including talent identification, injury prevention, coaching, physiology, talent development, biomechanics, recovery and mental health, and technology-based monitoring. Character-building research was underrepresented, whereas technology-assisted coaching appeared as an emerging but relatively underdeveloped theme. Conclusion: This bibliometric analysis provides a comprehensive overview of the evolution of youth soccer research over two decades by identifying publication trends, collaboration networks, influential contributors, and key research themes. The findings reveal emerging research opportunities, offering valuable directions for future research and evidence-based practice in youth soccer.