Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA Herdiansyah Hardiansyah; Idawati Manurung; Al Murhan
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.497 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.374

Abstract

Proses belajar agar dapat berjalan secara optimal bila adanya dukungan dari sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang sangat dibutuhkan dalam perguruan tinggi adalah keberadaan perpustakaan. Banyaknya kunjungan merupakan faktor penentu keberhasilan keberadaan perpustakaan. Berdasarkan pre-survei tentang kunjungan, didapatkan data bahwa jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan, sangat rendah, kebanyakan hanya berkunjung 1-2 kali perminggu dan tidak ada yang berkunjung lebih dari 4 kali perminggu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pelayanan perpustakaan dengan tingkat kepuasan mahasiswa Jurusan Keperawatan Prodi Keperawatan Tanjung Karang Poltekkes Tanjung Karang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Populasi berjumlah 347 mahasiswa, sampel 186 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat berupa persentase dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 111 responden (54,3%) menyatakan pelayanan perpustakaan tidak baik dan 85 responden (45,7%) menyatakan baik. Hasil penelitian tingkat kepuasan mahasiswa diperoleh 111 responden (59,7%) menyatakan tidak puas dan 75 responden (40,3%) menyatakan puas. Hasil uji chi-square  diperoleh p-value 0,00 (p-value<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pelayanan perpustakaan dengan tingkat kepuasan mahasiswa. Peneliti menyarankan kepada perangkat perpustakaan untuk lebih aktif lagi dalam berbagai upaya peningkatan pelayanan perpustakaan baik sarana dan prasarana, termasuk koleksi bukungya,  serta mengajukan kepada Institusi Jurusan Keperawatan untuk dilakukannya pembaharuan.
HUBUNGAN LAMANYA MASA TAHANAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL NARAPIDANA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Ade Gunawati Sandi; Abdul Halim; Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.345 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.379

Abstract

Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis.   Seksualitas merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Dengan tidak terpenuhinya kebutuhan biologis para narapidana di dapatkan banyak narapidana di Lembaga Pemasyarakatan  yang melakukan perilaku seksual tidak normal, salah satu contohnya adalah onani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lamanya masa tahanan dengan perilaku seksual narapidana narkoba. Dari hasil penelitian pada 80 responden didapatkan bahwa 48 responden (60%) memiliki criteria masa tahanan lama dan di dapatkan 8 narapidan berperilaku seksual normal dan 40 narapidana berperilaku seksual tidak normal. Sedangkan dari 32 narapidana yang menjalani masa tahanan sebentar di dapatkan 29 narapidana berperilaku seksual normal dan 3 narapidana berperilaku seksual tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan (CI) 95% dengan nilai α (0,05) dihasilkan perhitungan ρ value 0,00 ≤ (0,05) yang berarti hipotesis Ho ditolak sehingga terlihat bahwa ada hubungan bermakna antara lamanya masa tahanan dengan perilaku seksual narapidana .Saran dari penelitian  diharapkan pihak lapas memfasilitasi mereka dengan kamar cinta.
PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DM Elya Hartini; Idawati Manurung; Purwati Purwati
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.97 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.308

Abstract

Pasien diabetes yang mengalami gagal ginjal terminal harus menjalani terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis (hemodialisis dan peritoneal dialisis). Pasien diabetes yang menjalani hemodialisis merupakan kelompok besar pasien gagal ginjal terminal di negara berkembang, yang meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian dibandingkan pasien hemodialisis yang nondiabetes Tujuan penelitian inidiketahui pengaruh Hemodialisis terhadap kadar gula darah pada pasien DM Di Ruang Hemodialisa.Desain penelitian adalah Quasy-Eksperiment (Pre-Post Test Control Group Design) guna mencari pengaruh dari variabel hemodialisis terhadap kadar gula darah. Peneliti mengukur kadar gula darah pasien sebelum dan sesudah tindakan hemodialisis. Populasi adalah semua pasien DM yang dilakukan tindakan Hemodialisis pada tanggal 1 - 30 Juni 2012 sebanyak 40 orang.Sampling yang dipakai adalah total populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwakadar gula darah responden sebelum tindakan hemodialisis  sama antara ≤ 293 mg/dl sebanyak 20 orang (50%) dan > 293 mg/dl sebanyak 20 orang (50,0%), sesudah tindakan hemodialisis adalah ≤ 293 mg/dl sebanyak 25 orang (62,5%). Ada pengaruh hemodialisis terhadap kadar gula darah pada pasien DM antara sebelum dan sesudah hemodialisis(sebesar 17 mg/dl). Saran bagi institusi rumah sakit perlu dibuat suatu standar prosedur operasional tindakan hemodialisis bagi pasien gagal ginjal dengan komplikasi diabetes untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien. Perlu dilakukan pengukuran kadar gula darah pada pasien DM yang dilakukan tindakan hemodialisis sebelum pulang sebagai bahan evaluasi untuk tindakan selanjutnya. 
PERBEDAANLAMA KERJA PERAWAT DENGANSIKAP KEPATUHAN TERHADAP STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Arif Rahman Hakim; Idawati Manurung; Yuniastini Yuniastini
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.657 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.288

Abstract

Salah satu pembinaan manajemen dengan membuat standar prosedur operasional (SPO) yang menjadi pedoman perawat bekerja, menjadi standar dalam bekerja, penilaian mutu dan penilaian kinerja prosedur operasional rumah sakit mengharapkan, semakin lama bekerja, semakin perawat patuh pada SPO, tetapi kecenderungan saat ini, perawat masih ada yang belum patuh terhadap SPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan lama kerja perawat dengan kepatuhan terhadap SPO di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Desain penelitian cross sectional dengan uji statistik yang digunakan adalah uji t-Test dengan total populasi berjumlah 77 orang perawat. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara lama kerja perawat dengan sikap kepatuhan terhadap SPO dengan hasil  nilai p value=0,943.Kesimpulan penelitian  tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa kerja dengan kepaturhan, disarankan pihak rumah sakit membuat program yang mampu membuat perawat patuh seperti supervisi dan penilaian kinerja yang lebih terstruktur. 
Hubungan Kepuasan Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri di Ruang Rawat Inap Perioperatif Astrid Devi Astari; Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih; Nawati Nawati
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2: Oktober 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v3i2.365

Abstract

Tujuan penelitian, mengetahui hubungan antara kepatuhan pemakaian APD dengan kepuasan kerja perawat ruang rawat inap perioperatif  di era pandemi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, memakai kuesioner untuk mengukur kepuasan perawat dan kepatuhan memakai APD, dengan uji statistik Chi Square, di Rumah Sakit Yukum Medical Centre Provinsi Lampung, Juli 2021. Populasi perawat perioperatif, dengan total sampling, 60 perawat. Hasil penelitian, diketahui lebih banyak perawat merasa tidak puas melakukan pekerjaan dengan memakai APD lengkap dan sebagian besar perawat tidak patuh memakai APD, ada hubungan bermakna antara kepuasan kerja perawat dengan kepatuhan memakai APD lengkap, perawat yang tidak puas akan pekerjaannya berpeluang besar untuk tidak patuh memakai APD dengan lengkap.  Kesimpulan, kepatuhan perawat memakai APD berhubungan dengan kepuasan perawat kerja, semakin puas perawat kerja, semakin patuh mengikuti peraturan, termasuk memakai APD. Disarankan rumah sakit sebaiknya meningkatkan manajemen sehingga semakin menunjang kepatuhan perawat dalam setiap peraturan dan program kerja.
Family Therapy Improves the Coping and Behavior of Imprisoned Children and Family Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.14 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1587

Abstract

Recovery of imprisoned children can be reached by improving the coping of families and children during detention. Good coping will improve the behavior of children and families and prevent children from becoming recidivists. The purpose of the study was to compare the differences in coping and behavior of families and children after attending family therapy in Children Prison. This research is a quantitative study, quasi-experimental research design with a pre-test-post-test approach, the respondents have imprisoned children and their families, location is children's prison di Lampung. The results showed an increasing the positive coping of children and families The child's and family's coping and behavior improved due to the intervention of family therapy. This change occurred because the content of the seminar materials and activities at the time of family therapy remained based on the principles of grieving theory and family therapy and increasing the good behavior of both children and families when they were interacting during and after all therapies, family therapy is good for children and also families. In conclusion, family therapy increased positive coping and behavior when interacting with family. Coping and behavior that children and families change for more positive to accept reality. family therapy has not shown changes in both child and family coping but changes the behavior of children and families when they interact. Suggestions, family therapy are continued staff of the prison, by further increasing programs, facilities and infrastructure for family therapy. Abstrak: Pemulihan anak-anak yang dipenjara dapat dicapai dengan meningkatkan koping keluarga dan anak-anak selama penahanan. Koping yang baik akan meningkatkan perilaku anak dan keluarga serta mencegah anak menjadi residivis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan perbedaan koping dan perilaku keluarga dan anak-anak setelah menghadiri terapi keluarga di Penjara Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, rancangan penelitian kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test-post-test, responden adalah anak-anak yang dipenjara dan keluarganya, lokasinya adalah anak-anak penjara di Lampung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan koping positif anak dan keluarga Koping dan perilaku anak dan keluarga membaik karena intervensi terapi keluarga. Perubahan ini terjadi karena isi materi seminar dan kegiatan pada saat terapi keluarga tetap didasarkan pada prinsip-prinsip teori berduka dan terapi keluarga serta meningkatkan perilaku baik anak maupun keluarga ketika mereka berinteraksi selama dan setelah semua terapi, terapi keluarga baik untuk anak-anak dan juga keluarga. Kesimpulan, terapi keluarga mampu meningkatkan koping dan perilaku positif ketika berinteraksi dengan keluarga. Koping dan perilaku yang diubah anak-anak dan keluarga menjadi lebih positif untuk menerima kenyataan. Terapi keluarga belum menunjukkan perubahan pada koping anak dan keluarga tetapi mengubah perilaku anak dan keluarga ketika mereka berinteraksi terapi keluarga, terapi keluarga belum menunjukkan perubahan dalam koping anak dan keluarga tetapi mengubah perilaku anak-anak dan keluarga ketika mereka berinteraksi. Saran, terapi keluarga dilanjutkan dengan meningkatkan program, sarana dan prasarana terapi keluarga.