Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pelestarian Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Pada Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi Digital Syabilah, Firza; Bangun, Yogi Arifandi; Tanjung, Danar Ilyasa Zafin; Banjarnahor, Yurike N; Simanungkalit, Jhon Fawel; Rabbani, Rachmat Daffa; Pulungan, Hendra Kurnia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 8 (2025): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17328146

Abstract

Amid the strong currents of digital globalization, the Indonesian language faces significant challenges, particularly from the dominance of foreign languages and the phenomenon of code-mixing among Generation Z. Nevertheless, technological advancement also provides opportunities to strengthen the sustainability of the national language. This study aims to examine the signifinance of the Indonesian language as a symbol of national identity and the strategies that can be applied to maintain it in the digital era. Using a literature study method, it was found that the main strategies include education, the positive use of digital media, and government policy support. In conclusion, the active role of all parties, especially Generation Z, is crucial to ensure that the Indonesian language remains sustainable and dignified in the eyes of the world.
Revitalisasi Pancasila Sebagai Pondasi Multikulturalisme Dalam Masyarakat Indonesia Modern Sahda, Dianita; Sihombing, Hadriana; Gulo, Joel Alfian S; Siregar, Amirul Fadillah; Simbolon, Fidelis; Rabbani, Rachmat Daffa; Yunita, Sri
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i2.7492

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya yang sangat tinggi menghadapi tantangan serius dalam menjaga harmoni sosial di era modern. Fenomena intoleransi, polarisasi sosial, dan melemahnya kohesi nasional menunjukkan urgensi untuk merevitalisasi nilai-nilai fundamental yang menjadi landasan persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Pancasila sebagai pondasi multikulturalisme dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer, mengidentifikasi tantangan implementasinya, serta merumuskan strategi revitalisasi yang komprehensif dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap 40 sumber literatur meliputi jurnal ilmiah terakreditasi, buku teks, laporan survei lembaga riset independen, dan dokumen kebijakan pemerintah periode 2015-2024. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengalami tren penurunan toleransi yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan Indeks Kota Toleran (IKT) menurun dari 6,513 (2020) menjadi 5,891 (2024) dan peningkatan Kota Tidak Toleran dari 14 menjadi 21 kota. Data empiris mengungkapkan 265 pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) pada 2023, mayoritas berbentuk intimidasi dan kriminalisasi. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi revitalisasi komprehensif: (1) transformasi kurikulum pendidikan dengan integrasi nilai Pancasila secara kontekstual; (2) penguatan literasi digital berbasis Pancasila untuk menangkal disinformasi; (3) pemberdayaan kearifan lokal sebagai manifestasi konkret Bhinneka Tunggal Ika; dan (4) penguatan kelembagaan melalui sinergi multi-stakeholder. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan kerangka konseptual "Pancasila sebagai Epistemologi Multikulturalisme Indonesia" yang membedakan pendekatan multikulturalisme Indonesia dari model Barat. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan implementasi "Gerakan Nasional Literasi Pancasila" dan pembentukan "Pusat Studi Pancasila dan Multikulturalisme" di setiap provinsi sebagai infrastruktur revitalisasi berkelanjutan.