Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Diksi dan Kalimat Efektif Untuk Meningkatkan Kualitas Karya Ilmiah Mahasiswa Waruwu, Yesika; Ndruru, Tobias Shanmorla; Sihombing, Hadriana; Prasetyo, Dimas; Andhika, Muhammad Rakha; Pulungan, Hendra Kurnia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 8 (2025): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17314454

Abstract

Scientific writing is the main academic expression for students to convey ideas, research findings, and intellectual contributions. However, the quality of scientific papers often faces linguistic challenges, particularly in word choice (diction) and sentence construction. Inaccurate diction may lead to ambiguity, imprecise terminology, and an unprofessional impression. For instance, using the term “river water volume” instead of “river discharge” may reduce data validity and cause misunderstandings. In addition, lengthy and ineffective sentences hinder readers’ comprehension and contradict the characteristics of academic language, which should be concise, formal, and objective. This study employs a library research method by reviewing books, scientific articles, and language guidelines, as well as analyzing sample sentences from students’ academic writings. The findings reveal that accurate diction improves semantic precision, while effective sentences strengthen arguments and facilitate understanding. These results emphasize the importance of linguistic competence as a fundamental factor in academic writing. Students need to develop the habit of using academic vocabulary, conducting self-editing, and referring to references such as the KBBI and PUEBI, so that their scientific works not only meet formal requirements but also achieve high quality and contribute to the advancement of knowledge.
Revitalisasi Pancasila Sebagai Pondasi Multikulturalisme Dalam Masyarakat Indonesia Modern Sahda, Dianita; Sihombing, Hadriana; Gulo, Joel Alfian S; Siregar, Amirul Fadillah; Simbolon, Fidelis; Rabbani, Rachmat Daffa; Yunita, Sri
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i2.7492

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya yang sangat tinggi menghadapi tantangan serius dalam menjaga harmoni sosial di era modern. Fenomena intoleransi, polarisasi sosial, dan melemahnya kohesi nasional menunjukkan urgensi untuk merevitalisasi nilai-nilai fundamental yang menjadi landasan persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Pancasila sebagai pondasi multikulturalisme dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer, mengidentifikasi tantangan implementasinya, serta merumuskan strategi revitalisasi yang komprehensif dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap 40 sumber literatur meliputi jurnal ilmiah terakreditasi, buku teks, laporan survei lembaga riset independen, dan dokumen kebijakan pemerintah periode 2015-2024. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengalami tren penurunan toleransi yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan Indeks Kota Toleran (IKT) menurun dari 6,513 (2020) menjadi 5,891 (2024) dan peningkatan Kota Tidak Toleran dari 14 menjadi 21 kota. Data empiris mengungkapkan 265 pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) pada 2023, mayoritas berbentuk intimidasi dan kriminalisasi. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi revitalisasi komprehensif: (1) transformasi kurikulum pendidikan dengan integrasi nilai Pancasila secara kontekstual; (2) penguatan literasi digital berbasis Pancasila untuk menangkal disinformasi; (3) pemberdayaan kearifan lokal sebagai manifestasi konkret Bhinneka Tunggal Ika; dan (4) penguatan kelembagaan melalui sinergi multi-stakeholder. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan kerangka konseptual "Pancasila sebagai Epistemologi Multikulturalisme Indonesia" yang membedakan pendekatan multikulturalisme Indonesia dari model Barat. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan implementasi "Gerakan Nasional Literasi Pancasila" dan pembentukan "Pusat Studi Pancasila dan Multikulturalisme" di setiap provinsi sebagai infrastruktur revitalisasi berkelanjutan.