Saputra, Hendro Ade
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asal-usul Nama Tempat di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Saputra, Hendro Ade; Osvita, Heti; Osvita Sari, Yefi
Lintang Aksara Vol. 4 No. 1 (2025): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v4i1.44523

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna dan asal-usul toponimi (penamaan tempat) di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Analisis toponimi menggunakan kerangka teori Sudaryat, yang membagi aspek toponimi menjadi perwujudan (fisik-geografis), kemasyarakatan (interaksi sosial), dan kebudayaan (nilai dan warisan budaya), serta teori makna Fries menggali dimensi linguistiknya. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama kelurahan di Kecamatan Teluk Segara merefleksikan sejarah, kondisi geografis, interaksi sosial, serta nilai budaya masyarakat yang beragam. Penamaan tempat juga merekam pengalaman kolektif dan warisan budaya melalui bahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara bahasa, budaya, dan lingkungan sosial dalam penamaan tempat serta menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal.
Pre-Service Bahasa Teachers’ Readiness for the Integration of Bengkulu Ethnopedagogy in the Merdeka Curriculum to Reinvigorate Local Wisdom in Modern Education Friantary, Heny; Manjato, Ajat; Saputra, Ade Bayu; Saputra, Hendro Ade
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.9185

Abstract

This study critically analyzes the readiness of pre-service teachers to integrate Bengkulu ethnopedagogy into modern classroom settings. Using a mixed-methods approach, data were collected from 150 pre-service teachers at several universities in Bengkulu through a readiness scale survey and semi-structured interviews. This study employs a mixed-methods approach by collecting data from 150 pre-service teachers in Bengkulu through readiness scale surveys and semi-structured interviews, which were subsequently analyzed using descriptive-ANOVA anlysis and thematic analysis. The findings reveal a significant gap: while pre-service teachers possess high affective readiness (valuing local culture), their pedagogical readiness specifically in transforming indigenous knowledge into structured lesson plans remains moderate to low. Key barriers identified include the lack of standardized ethnopedagogical teaching materials and a perceived tension between traditional values and global 21st-century skill requirements. This research suggests that teacher education programs must move beyond theoretical appreciation and provide practical frameworks for "indigenizing" the curriculum. Reinvigorating local wisdom is not merely a nostalgic endeavor but a strategic necessity to foster students' cultural identity amidst global modernization.