Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Community Education on Eco-Enzyme to Prevent Stunting in Malaka, East Nusa Tenggara Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Arfiani, Novi Dian; Parmawati, Rita; Wulandari, Prisca Kiki; Nugroho, Agung Murti; Syafei, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli; Febrianto, Arry; Muzakky, Achmad; Ahmad, Imam Safawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1051

Abstract

Stunting is a serious nutritional problem that requires immediate attention. In Malaka Regency, East Nusa Tenggara Province, the prevalence of stunting remains high due to poor sanitation and ineffective organic waste management. This community service program aims to increase public awareness and skills in utilizing organic waste to produce eco-enzyme and its derivatives, such as eco-enzyme-based liquid soap. The program was conducted from July to November 2025, involving 33 participants representing local government, community leaders, and informal community figures. The activity explained the relationship between sanitation and stunting through discussions and demonstrations on producing eco-enzyme from household organic waste. Evaluation through pre- and post-tests showed a significant increase in participants’ knowledge of sanitation, stunting, and organic waste management. Community-based education on eco-enzyme has proven to support food security and environmental health while contributing to reducing the risk of stunting.
Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco enzyme Dalam Upaya Perbaikan Kualitas Udara Untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Malaka Syafei, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli; Febrianto, Arry; Muzakky, Achmad; Ahmad, Imam Safawi; Parmawati, Rita; Wulandari, Prisca Kiki; Nugroho, Agung Murti; Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Arfiani, Novi Dian
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8309

Abstract

Kabupaten Malaka, NTT, menghadapi krisis pengelolaan sampah akibat tidak adanya TPA. Timbulan yang dihasilkan hingga 27.885,12 juta ton pertahun. Masyarakat membakar sampah untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pembakaran sampah melepaskan polutan berbahaya, seperti partikel halus PM2.5, karbon monoksida (CO), dioksin, furan, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan senyawa organik volatil (VOC). Polutan ini meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan stunting. Pengabdian masyarakat ini memperkenalkan eco-enzyme solusi penjernih udara alami. Metode kegiatan menggabungkan sosialisasi dampak polusi udara dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Sebanyak 30 peserta terlibat dalam demonstrasi langsung pengolahan sampah organik. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Peserta yang memahami hubungan pembakaran sampah dan polusi udara meningkat dari 67% menjadi 90%. Selain itu, keterampilan praktis pembuatan eco-enzyme meningkat dari 13% menjadi 93%. Kegiatan ini membuktikan bahwa eco-enzyme tidak hanya menjadi solusi sederhana untuk mengurangi polusi udara dan sampah organik, tetapi juga strategi efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat, mencegah stunting, dan dapat mengurangi volume sampah. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka guna mendistribusikan eco-enzyme sebagai pembersih udara kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan evaluasi dan pemantauan hasil secara hybrid untuk memudahkan komunikasi dan menangani kegagalan dalam pembuatan eco-enzyme.
Penerapan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan di SDN Siwalan Semarang sebagai upaya pencegahan DBD Adillah, Siti Ummu; Azis, Muhammad Ibrahim Nur; Praticia, Dyah Ayu; Puspita, Vera; Kurniawan, Andi; Pamungkas, Satria Bayu Aji; Muzakky, Achmad; Salsabila, Ayu Fitriana; Candra, Irene Ardella; A’dawiyah, Robi’atul; Septiani, Tria Abel
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.315

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan sanitasi air menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Program ini bertujuan untuk menerapkan strategi pengendalian DBD berbasis ekosistem dengan mengintegrasikan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan nila merah (Oreochromis niloticus) sebagai metode alami dalam menghambat pertumbuhan jentik nyamuk. Program dilaksanakan di SDN Siwalan Semarang dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi sanitasi air bersih, observasi dan pembersihan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta pembuatan dan pemanfaatan kolam ikan nila merah sebagai pengendali biologis jentik nyamuk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan guru dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penurunan jumlah jentik nyamuk setelah program diterapkan. Selain itu, kolam ikan juga menjadi sarana edukatif dalam memahami ekosistem perairan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ekosistem dapat menjadi solusi efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam pengendalian DBD. Dengan partisipasi aktif warga sekolah, SDN Siwalan dapat menjadi contoh dalam menerapkan strategi pencegahan DBD berbasis lingkungan. Dengue fever is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia due to dengue virus infection transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Low awareness of environmental hygiene and water sanitation is a major factor in the high number of DHF cases. This program aims to implement an ecosystem-based dengue control strategy by integrating clean water sanitation and the use of red tilapia (Oreochromis niloticus) ponds as a natural method in inhibiting the growth of mosquito larvae. The program was implemented at SDN Siwalan Semarang with several stages, namely socialization of clean water sanitation, observation and cleaning of areas that have the potential to become mosquito nests, as well as the construction and utilization of red tilapia ponds as biological control of mosquito larvae. The results showed an increase in student and teacher awareness in maintaining environmental cleanliness and a decrease in the number of mosquito larvae after the program was implemented. In addition, the fish pond also became an educational tool in understanding aquatic ecosystems. The success of this program proves that an ecosystem-based approach can be an effective, sustainable and environmentally friendly solution to dengue control. With the active participation of the school community, SDN Siwalan can be an example in implementing an environmentally-based dengue prevention strategy.