Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Forecasting Financial System Stability Using Vector Error Correction Model Approach Setiawan, Setiawan; Utomo, Moch. Trianto; Astuti, Alfira Mulya; Akbar, M. Sjahid; Ahmad, Imam Safawi
CAUCHY Vol 6, No 3 (2020): CAUCHY: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN APLIKASI
Publisher : Mathematics Department, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ca.v6i3.9811

Abstract

Indonesia is one of the developing countries whose economic system is still very dependent on other developed countries. This reliance often becomes one of the causes of the occurrence of economic turmoil sectors that interfere with financial system stability in Indonesia. Therefore, to forecast financial system stability indicators, primarily macroeconomic variables, become essential to do to provide an accurate index value. Then, Forecasting signs of stability of the financial system in Indonesia using Vector Error Correction models (VECM) approach with financial system stability indicators used are Banking Stability Inde
Peramalan Inflasi Kota Surabaya dengan Pendekatan ARIMA, Variasi Kalender dan Intervensi Novi Wulandari; Setiawan Setiawan; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14693

Abstract

Inflasi di Kota Surabaya seringkali menduduki posisi tertinggi. Namun, Kota Surabaya belum memiliki Tim Pengendali dan Pemantau Inflasi Daerah (TPID). Oleh karena itu, peramalan inflasi Kota Surabaya menjadi hal yang penting dilakukan. Peramalan dilakukan dengan pendekatan model ARIMA, variasi kalender dan intervensi pada inflasi Kota Surabaya baik pada inflasi umum maupun infasi tujuh kelompok pengeluaran. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dengan menggunakan data inflasi umum dan inflasi tujuh kelompok pengeluaran periode 2003-2015, menunjukkan bahwa model intervensi menjadi model yang paling sesuai pada Inflasi Surabaya terkecuali pada inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok sandang. Pada kelompok tersebut model yang sesuai masing-masing adalah variasi kalender dan ARIMA. Secara keseluruhan model terbaik yang diperoleh baik digunakan untuk meramalkan tingkat inflasi hanya untuk satu periode ke depan kecuali inflasi kelompok sandang yang masih dapat digunakan maksimal tujuh periode ke depan. Tingkat inflasi di Kota Surabaya selalu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar.
Pemodelan Terhadap Faktor-Faktor yang Memengaruhi GDP dan Inflasi di Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Simultan Siti Annissa Rachmawati; Agus Suharsono; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16562

Abstract

Pembangunan ekonomi adalah suatu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang sering kali diukur melalui tinggi rendahnya pendapatan penduduk tiap tahunnya atau pendapatan perkapita. dalam analisis makro pengukuran dalam perekonomian suatu negara adalah Gross Domestic Product (GDP) dan tingkat Inflasi. Termasuk Indonesia dimana perekonomiannya sangat tergantung pada moneter dan perekonomian yang selalu menghadapi permasalahan pertumbuhan ekonomi tersebut. Perubahan dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini menganalisis model sumultan GDP dan Inflasi dengan menggunakan metode Three Stage Least Square (3SLS). Model GDP dan inflasi terdiri dari dua persamaan struktural. Untuk persamaan GDP dipengaruhi secara signifikan oleh Inflasi, Pengeluaran Pemerintah, dan Nilai tukar. Terdapat dua kajian dalam Tugas Akhir ini. Dalam persamaan simultan untuk inflasi secara signifikan dipengaruhi oleh GDP,  Pengeluaran Pemerintah, Jumlah Uang Beredar dan tingkat suku bunga.
Peramalan Outflow Uang Pecahan di Jawa Timur Menggunakan Generalized Space Time Autoregressive Rahmah Safitri; Setiawan Setiawan; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.57 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16578

Abstract

Tahun 2015 khususnya saat Hari Raya Lebaran jumlah uang beredar mencapai 17,1 Triliun rupiah. Peredaran uang di Jawa Timur didominasi oleh uang pecahan. Uang pecahan yang beredar di masyarakat merupakan outflow dari Bank. Pada waktu tertentu seperti bulan terjadinya Hari Raya Idul Fitri, outflow uang pecahan mempunyai jumlah yang tinggi dibandingkan bulan biasanya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan uang pecahan rupiah layak edar Bank Indonesia melakukan kebijakan dengan melakukan peramalan. Metode peramalan yang dapat digunakan untuk meramalkan outflow uang pecahan adalah GSTAR yang memperhatikan keterkaitan antar lokasi pada waktu tertentu. Dilakukan peramalan terhadap outflow uang pecahan 100 ribu dan 2 ribu menggunakan Time Series Regression dan GSTAR-SUR. Lokasi pengamatan di KPw BI Surabaya, Kediri, Malang, dan Jember. Model Time Series Regression dengan efek variasi kalender lebih baik meramalkan outflow uang pecahan 100 ribu dan 2 ribu, model GSTAR belum dapat menangkap pola data sebenarnya.
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Perbankan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square Fiqih Nur Aminah; Agus Suharsono; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16923

Abstract

Bagi perusahaan yang telah go public, pasar modal merupakan sarana peningkatan nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi nilai perusahaan. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan laporan keuangan secara berkala menggunakan rasio keuangan. Pada Mei 2015, empat perusahaan perbankan Indonesia masuk ke dalam Forbes yaitu BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri, BCA (Bank Central Asia) dan BNI (Bank Negara Indonesia). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan memiliki kinerja cukup baik dan diindikasikan memiliki nilai perusahaan yang tinggi. Nilai perusahaan tersebut dihitung melalui Price Book Value (PBV). Bank Indonesia merupakan Bank Sentral Indonesia membagi lima bagian rasio keuangan untuk sektor perbankan yaitu rasio permodalan, rasio aktiva produktif, rasio rentabilitas, rasio likuiditas dan rasio kepatuhan. Kelima rasio tersebut tidak dapat diukur secara langsung, sehingga pengukurannya menggunakan indikator. Sehingga dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah SEM-PLS. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa rasio aktiva produktif dan rasio rentabilitas mempengaruhi nilai perusahaan.
Pemodelan Waktu Survival Pekerja dengan Menggunakan Regresi Cox Proportional Hazard Nadia Rahma Nur Insyira; R. Mohamad Atok; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.879 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34697

Abstract

Kematian merupakan peristiwa yang tidak dapat diperkirakan waktu kejadiannya sehingga dapat dialami oleh semua orang. Kematian dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, dalam penelitian ini diduga ada lima faktor yang mempengaruhi kematian seorang pekerja atau aparatur sipil negara (ASN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model survival yang terjadi pada kematian seorang pekerja aparatur sipil negara (ASN). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kematian seorang pekerja akan dimodelkan dengan waktu ketahanan hidup (waktu survival), sehingga akan diketahui faktor-faktor mana saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja. Pada penelitian ini akan dilakukan pendekatan dengan metode bootstrap, yang merupakan pengambilan sampel secara random berdasarkan data asli sehingga akan didapatkan parameter-parameter yang signifikan dengan melakukan pengujian confidence interval. Berdasarkan analisis ini dengan memasukkan semua variabel, hasil Kaplan-Meier menunjukkan menurun sampai rentang waktu 40 tahun. Pengujian log-rank menunjukkan variabel jenis kelamin dan anak tidak ada perbedaan secara signifikan antara kurva survival disetiap kelompoknya. Berbeda dengan variabel golongan pekerja dan pasangan diketahui bahwa variabel tersebut memiliki perbedaan kurva survival antar kelompoknya. Pemodelan regresi cox proportional hazard menghasilkan variabel golongan 4 dan pasangan yang berpengaruh secara signifikan terhadap waktu survival pekerja.
Pemodelan Harga Saham Sektor Konstruksi Bangunan, Properti dan Real Estate di JII 70 Tahun 2013-2018 Menggunakan Regresi Data Panel (FEM Cross-section SUR) Bagus Rahmatullah; Imam Safawi Ahmad; Santi Puteri Rahayu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.952 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44380

Abstract

Persaingan bisnis di era pasar bebas saat ini semakin ketat. Setiap perusahaan membutuhkan modal agar dapat lebih berkembang dan tetap eksistensi. Salah satu cara perusahaan untuk memperoleh modal adalah dengan menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia. Namun harga saham yang diperdagangkan dapat berubah tiap waktu, sehingga para investor perlu melakukan analisis terhadap kinerja perusahaan yang ditinjau dari rasio keuangan perusahaan dan makro ekonomi di Indonesia terlebih dahulu agar memperoleh keuntungan baik dari dividen maupun capital gain. Berdasarkan analisis menggunakan regresi data panel diperoleh estimasi model data panel yang sesuai untuk pemodelan harga saham 12 perusahaan terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) 70 tahun 2013-2018 adalah Fixed Effect Model dengan Cross-section SUR. Secara simultan, semua variabel independen yang terdiri dari Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Price to Book Value (PBV), Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), kurs rupiah, dan suku bunga secara bersama-sama berpengaruh signifikan. Namun secara parsial hanya variabel CR, DER, ROE, PBV, EPS, Kurs Rupiah, dan Suku Bunga yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan koefisien determinasi sebesar 96,15%.
Pemodelan Regresi Multivariat pada Penentuan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kesejahteraan di Jawa Tengah Santi Puteri Rahayu; Ria Restu Aripin; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Varian Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v3i2.654

Abstract

Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan program-program pemerintah yang dapat dilihat dari pendapatan asli daerah, dan Produk Domestik Regional Bruto. Tingkat kemakmuran masyarakat Jawa Tengah secara makro terus meningkat, hal ini tercermin dari PDRB per kapita yang meningkat dari dari 25,04 juta per tahun pada tahun 2013 secara bertahap menjadi 27,61 juta per tahun pada tahun 2014. Perekonomian Jawa Tengah terus tumbuh, hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan PDRB yang positif. Untuk memudahkan dalam peningkatan kesejahteraan dapat dilakukan analisis regresi multivariat. Variabel respon yang digunakan adalah pendapatan asli daerah dan Produk Domestik Regional Bruto, sedangkan variabel prediktor yang digunakan yaitu pajak daerah, belanja pegawai dan jumlah penduduk. Terdapat 12 Kabupaten/ Kota yang mempunyai Pendapatan Asli Daerah diatas rata-rata, 9 Kabupaten/Kota yang mempunyai Produk Domestik Regional Bruto diatas rata-rata, 6 Kabupaten/Kota yang mempunyai pajak daerah diatas rata-rata, 17 Kabupaten/Kota yang mempunyai belanja pegawai diatas rata-rata, dan 14 Kabupaten/Kota yang mempunyai jumlah penduduk diatas rata-rata. Berdasarkan uji signifkansi parameter secara parsial diperoleh variabel pajak daerah dan jumlah penduduk yang berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah dan Produk Domestik Regional Bruto. Hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon dilihat dengan nilai Eta Square Lambda sebesar 98.45%. Ini berarti variabel-variabel prediktor yang meliputi pajak daerah dan jumlah penduduk dapat menjelaskan informasi dalam model regresi multivariat sebesar 98.45%.
Social Piety Index for Character Development in Indonesia: A Case Study Of Mojokerto Zainul Muhibbin; Sutikno Sutikno; Soedarso Soedarso; Imam Safawi Ahmad; Novianti Ika Sari
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v0i0.15429

Abstract

Since 2010, National Character Development has been a program. This nationwide initiative faces fairly significant issues due to the dynamics and changes in the life patterns of individuals. To revitalize the national program, the national movement of mental revolution was then established in 2016. This program's implementation was crucial, but it did not appear to have a precise evaluation system to measure its success. Therefore, a system of evaluation that could generate index documents of the success rate was required. Social Piety Index was the community behavior survey that had been conducted (Indeks Kesalehan Sosial-IKS). This survey examined the level of social piety and produced a document with an index of accomplishments. Consequently, the IKS record may be utilized as a depiction of the evolution of the community's character. Utilizing a quantitative approach with statistical analysis, the survey method employed was quantitative. The acquired result revealed that both the knowledge and attitude data were strong, but the level of correlation between the two was poor. The combination of a high piety index and a low correlation suggested that it was necessary to address additional concerns. These additional characteristics required specialized investigation to be revealed. The establishment of the IKS was essential, particularly if it served as an evaluation system and measuring tool for the accomplishment of national character building.
“Actuarial Science Online Short Course : A10 Financial Mathematics (ASOSC)” Sebagai Upaya Pemberian Dukungan Bagi Calon Peserta Ujian Profesi Aktuaris di Indonesia Ulil Azmi; Wawan Hafid Syaifudin; Galuh Oktavia Siswono; Raden Mohamad Atok; Imam Safawi Ahmad; Pratnya Paramitha Oktaviana; Checellya Maitriani
Sewagati Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.402 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i3.200

Abstract

Profesi aktuaris sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena luasnya prospek kerja yang ditawarkan serta adanya peraturan Menteri Keuangan tahun 2016 yang mewajibkan penugasan dan laporan aktuaris di tandatangani oleh Aktuaris Publik. Seorang aktuaris memiliki syarat yaitu harus lulus pada 10 ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Tingginya kebutuhan tenaga aktuaris tidak diimbangi oleh peningkatan jumlah aktuaris di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah gagal dalam ujian PAI. Salah satu mata ujian yang diujikan oleh PAI adalah A10, yaitu matematika finansial. Mata ujian A10 merupakan materi paling dasar pada seluruh mata ujian profesi aktuaris. Apabila seorang peserta telah berhasil menyelesaikan mata ujian A10, maka peserta tersebut dapat melanjutkan ujian ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tim pengabdi mengidentifikasi bahwa salah satu cara untuk mendukung para peserta ujian PAI serta membantu pemerintah dalam meningkatkan jumlah aktuaris di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan pelatihan/short course pada mata ujian A10. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi, bimbingan dan evaluasi yang diikuti oleh peserta selama empat hari dalam bentuk penyampaian konsep dasar materi oleh narasumber, pembahasan soal yang didampingi oleh asisten narasumber serta pre-test dan post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta untuk lulus ujian PAI pada subjek A10.