Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA MANDIRI ADMINISTRASI, PARIWISATA, DAN SENI MENUJU KALIMANTAN TIMUR SEBAGAI IBU KOTA NEGARA BARU DI DESA BUDAYA LEKAQ KIDAU : The Development of Independent Villages for Administration, Tourism, and the Arts Towards East Kalimantan as the New Country's Capital in the Cultural Village of Lekaq Kidau Nugroho, Bayu Aji; Surya, Satyawati; Gunawan, Asril; Anggriyani, Dian; Musthofa, Dwi; Tekwan, Yuvenalis
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i1.35

Abstract

Abstract: Cultural and tourism village development is one important aspect that should be prioritized by the government to prepare East Kalimantan as the new capital city of Indonesia. Correspondingly, a series of community service activities in Lekaq Kidau Village, Sebulu District, Kutai Kartanegara, East Kalimantan was carried out to support Lekaq Kidau Village to become an independent village for its administration, arts and culture. This community service activity consists of 6 sessions and 4 materials. The method used is counseling and training techniques related to the introduction of the Faculty of Cultural Sciences, writing official letter administration, tourism development and strategy, and training of performance art. The evaluation results from participants’ understanding increase substantially, where before the material the level of understanding was 23.5% and after the material was delivered it became 70.5% or increased by 47%. While the outputs of this community service activity are published in the journal articles and video profiles of Lekaq Kidau Village. Keywords: development; tourism village; cultural village. Abstrak: Pengembangan sebuah desa budaya dan wisata merupakan salah satu aspek yang seharusnya dijadikan prioritas oleh pemerintah dalam rangka mempersiapkan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. Didasari oleh hal tersebut, rangkaian kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Desa Lekaq Kidau, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dilaksanakan untuk menunjang Desa Lekaq Kidau menjadi desa mandiri adminstrasi, seni, dan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari 6 sesi dan 4 materi. Metode yang digunakan adalah teknik penyuluhan dan pelatihan terkait pengenalan Fakultas Ilmu Budaya, penulisan tata laksana surat dinas, pengembangan dan strategi pariwisata, dan pelatihan performance art. Hasil evaluasi dari peserta menunjukan adanya peningkatan pemahaman, di mana sebelum materi tingkat pemahaman sebesar 23,5% dan setelah disampaikan materi menjadi 70,5% atau meningkat sebesar 47%. Sedangkan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah artikel terpublikasi jurnal dan video profil Desa Lekaq Kidau. Kata Kunci: pengembangan; desa wisata; desa budaya.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS PAKAI SEBAGAI ALAT MUSIK SEDERHANA PADA WORKSHOP MUSIK PERKUSI DI SMAN 2 SAMBOJA: Utilization of Used Eco-Friendly Materials as a Simple Music Instrument in Percussion Music Workshop at SMAN 2 Samboja Setyoko, Aris; Rahayu, Famala Eka Sanhadi; Hanum, Irma Surayya; Valiantien, Nita Maya; Musthofa, Dwi; Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i1.37

Abstract

Abstract: The community service program entitled "Improving students' soft skills using eco-friendly material" was implemented to dessiminate culture, literature and arts in society. Another objective of this program was to educate students to participate in protecting environment using cultural approach by creating simple musical instrument from used goods. It was proposed to improve students' hard and soft skills to face the tight rivalry in the future working world, as well. The program was implemented in the form of seminar and workshop where the speaker presents the material through lecturing, discussion, and demonstration. The results of the present program were the students understood the importance of protecting nature and environtment and improve their hard and soft skills by playing simple musical instruments they made from used bottles. Keywords: musical intelligence; eco-friendly materials; percussion; music workshop. Abstrak: Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema peningkatan soft skill siswa melalui penggunaan material eco-friendly dengan bentuk kegiatan seminar dan workshop pemanfaatan barang bekas pakai sebagai alat musik sederhana pada workshop musik perkusi di SMA N 2 Samboja bertujuan untuk mendesiminasikan ilmu pengetahuan budaya, sastra, dan seni di masyarakat. Tujuan berikutnya adalah memberikan edukasi kepada siswa-siswa dan lingkungan sekolah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan dan alam dengan pendekatan budaya, melalui pemanfaatan barang bekas pakai menjadi alat musik sederhana. Mengasah salah satu kecerdasan yang dimiliki manusia untuk meningkatkan hard skill dan soft skill siswa untuk menghadapi permasalahan ketatnya persaingan dunia kerja dimasa mendatang juga menjadi tujuan dari kegiatan ini. Penyampaian materi dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menampilkan para peserta berkecenderungan meningkatkan dan mengasah salah satu kecerdasannya untuk pengembangan hard skill maupun soft skill, serta meningkatkan kesadaran dalam menjaga alam dan lingkungan dalam bentuk penggunaan barang bekas pakai menjadi alat musik sederhana sebagai bentuk peningkatan kecerdasan musikal. Kata kunci: kecerdasan musikal; material eco-friendly; perkusi; workshop musik.
PENGGUNAAN BAHAN ECO-FRIENDLY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG MENYENANGKAN DI MTS AL-JIHAD SAMBOJA: Using Eco-Friendly Materials as the Media for Fun English Learning in MTs Al-Jihad Samboja Sanhadi Rahayu, Famala Eka; Setyoko, Aris; Valiantien, Nita Maya; Hanum, Irma Surayya; Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu; Musthofa, Dwi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.55

Abstract

This community service program aims to improve students’ interests and attitudes toward English language learning and promote environmental awareness, especially in reusing plastic bottles to minimize microplastic trash. The community service program is a seminar with an interactive lecture method, a Games Tournament, and a project-based learning method. To measure students’ interest and attitude toward English language learning, they are requested to fill out the questionnaire before and after the activity to see how it changes. The questionnaire results showed a significant improvement in students’ interests and attitudes to English language learning, which is caused by environmental and psychological change. Students are believed to be more encouraging in the activity because they feel safe to express their idea in class after having their awareness of the learning process raised. Therefore, a fun circumstance and safe atmosphere are keys to success in learning English.