Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF OFDM PADA WIRELESS OPEN ACCESS RESEARCH PLATFORM Pratama, Gusti Eddy Wira
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengiriman data melalui jaringan nirkabel terdapat beberapa gangguan diantara yaitu multipath fading, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja pada sistem komunikasi. Gangguan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik MIMO (Multiple Input Multiple Output) dengan menggunakan multiple antena pada sisi pemancar dan penerima. akan tetapi, teknik MIMO mempunyai beberapa batasan pada segi ukuran, biaya dan kompleksitas pada perangkat keras. sehingga untuk mengatasi permasalah tersebut digunakan sistem komunikasi kooperatif yang mempunyai kinerja seperti MIMO dimana teknik ini menggunakan sumber daya yang berada pada node - node terdistribusi yang dapat meningkatkan kinerja pada jaringan nirkabel. Penilitan ini melakukan implementasi menggunakan modul WARP (Wireless Open Access Research Platform) yang dapat berkerja secara real-time dan dapat diterapkan pada sistem komunikasi dengan throughput yang tinggi.Pada implementasi sistem komunikasi kooperatif OFDM ini menggunakan jenis relay decode and forward dan menggunakan kanal real dimana hasil implementasi ini akan membahas pengaruh sistem komunikasi kooperatif OFDM dengan sistem komunikasi nonkooperatif OFDM yang disebabkan  pengaruh jarak antar node(meter) serta daya pancar (dB) terhadap nilai BER(Bit Eror Rate). Pada kondisi tanpa penghalang sistem komunikasi kooperatif mempunyai nilai BER sama dengan 0 pada saat daya pancar sebesar -14dB sedangkan pada sistem non kooperatif OFDM pada saat daya pancar -9dB dan untuk kondisi dengan penghalang pada komunikasi kooperatif OFDM mempunyai nilai BER sama dengan 0 pada saat daya pancar sebesar – 9 dB sedangkan Nonkooperatif OFDM tidak mencapai nilai BER sama dengan 0 pada daya pancar maksimum sebesar -5 dBKata Kunci           : Kooperatif OFDM, WARP, Decode and Forward
Studi Perbandingan Monitoring Suhu Dan Kelembaban Ruangan Laboratorium Berbasis Raspberry Pi Menggunakan Sensor Suhu Dht22 Dengan Extech Sd700 linanda pitalok; irfan irfan; gusti eddy wira pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i1.2171

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perbandingan pembacaan suhu dan kelembaban antara Extech SD700 dengan hasil pembacaan pada monitoring suhu dan kelembaban berbasis Raspberry Pi menggunakan sensor DHT22 pada ruangan laboratorium. Dimana dalam sebuah ruangan laboratorium diletakkan rangkaian sensor DHT22 dan Raspberry Pi kemudian dikoneksikan dengan Komputer/Laptop melalui jaringan nirkabel. Data perbandingan hasil pembacaan sensor DHT22 dan Extech SD700 diambil dengan metode pengambilan data langsung (real time) pada kurun waktu tertentu. Dari hasil pengambilan dan perhitungan data diperoleh kesimpulan pembacaan suhu dan kelembaban pada sensor DHT22 yang digunakan cenderung lebih tinggi, dengan interval antara 0,1 s/d 1,3 ˚C dan 0,5 s/d 14,9 % diatas pembacaan suhu dan kelembaban pada Extech SD700, dengan selisih rata-rata pembacaan suhu sebesar 0,68 ˚C (3,48 persen) dan pembacaan kelembaban sebesar 9,65 % RH (16,51 persen) selama pengujian dalam ruang laboratorium.Kata Kunci:  Sensor DHT22, Extech SD700, Raspberry Pi, Suhu, Kelembaban
STUDI PENERAPAN FUZZY LOGIC PADA PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN ARDUINO UNO AT 328 Rizky Naufal Farid; saiful karim; gusti eddy wira pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i1.2352

Abstract

Adriansyah Andi, Hidyatama Oka, 2013. Rancang Bangun prototype Elevator Menggunakan microcontroller Arduino Atmega 328P, Jakarta. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mercu BuanaA. Sofwan. 2005. Penerapan fuzzy logic pada sistem pengaturan jumlah air berdasarkan suhu dan kelembaban. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.Caesarendra wahyu, Ariyanto Mochammad. 2011 Panduan Belajar Mandiri MATLAB, Jakarta, Elexmedia KomputindoDataSheet www.rajguruelectronics.com/Lm393 Motor Speed Measuring Sensor Module For Arduino, diakses 10 januari 2019DataSheet https://store.arduino.cc/usa/arduino-uno-rev3 Arduino uno rev3, diakses 25 januari 2019Hadinata H Muhammad Fadly,Adler john.2017, Analisis Penggunaan logika Fuzzy Untuk Menentukan Banyak Tingkat Lahan Parkir Di Dalam Gedung, Bandung, Program Studi Sistem Komputer, Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.Hidayati Qory,  Eko Prasetyo Mikail.2016, Pengaturan Kecepatan motor DC Dengan Menggunakan Mikrokontroler berbasis Fuzzy-PID, Balikpapan, Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Negeri Balikpapan.Kusumadewi, S, 2002, Analisis dan Desain Sistem Fuzzy menggunakan Tool Box Matlab, Edisi Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Jakarta. 2002Kusumadewi, S., & Purnomo, H. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2004Mahmudin Dadin,Dharma Andri Setya,Susanto Erwin,dan Wahyu Yuyu, 2014, Perancangan dan Implementasi Pengontrol Arah Pancaran Radar Pengawas Pantai Terhadap Sudut Tertentu. Bandung.Departemen Elektro dan Komunikasi ,Universitas Telkom.Makasenggehe, Nolvensius Ch. 2012. Perancangan Power Supplay Digital Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Keypad Sebagai Pemilih Tegangan,  Manado .Fakultas Teknik UNSRAT,Nisa Saputri Zaratul. 2014 Aplikasi Pengenalan Suara Sebagai Pengendali Peralatan Listrik Berbasis Arduino UNO, Malang .Fakultas Teknik  Universitas BrawijayaRohmanu Ajar, Widiyanto David. 2018. Sistem Sensor Jarak Aman Pada Mobil Berbasis Mikrokontroller Arduino Atmega328, Cikarang. Program Studi Teknik Informatika, STMIK Cikarang.Santoso Heri, 2015. Ebook Gratis Panduan Praktis Arduino untuk Pemula. Trenggalek, www.elangsakti.comYusuf, Dede M. 2016  Alat Pendeteksi Kadar Keasaman Sari Buah, Soft Drink, dan Susu Cair menggunakan Sensor PH Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Atmega328, Palembang,Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang .
IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF OFDM PADA WIRELESS OPEN ACCESS RESEARCH PLATFORM Gusti Eddy Wira Pratama
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.987 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v2i2.6257

Abstract

Proses pengiriman data melalui jaringan nirkabel terdapat beberapa gangguan diantara yaitu multipath fading, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja pada sistem komunikasi. Gangguan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik MIMO (Multiple Input Multiple Output) dengan menggunakan multiple antena pada sisi pemancar dan penerima. akan tetapi, teknik MIMO mempunyai beberapa batasan pada segi ukuran, biaya dan kompleksitas pada perangkat keras. sehingga untuk mengatasi permasalah tersebut digunakan sistem komunikasi kooperatif yang mempunyai kinerja seperti MIMO dimana teknik ini menggunakan sumber daya yang berada pada node - node terdistribusi yang dapat meningkatkan kinerja pada jaringan nirkabel. Penilitan ini melakukan implementasi menggunakan modul WARP (Wireless Open Access Research Platform) yang dapat berkerja secara real-time dan dapat diterapkan pada sistem komunikasi dengan throughput yang tinggi.Pada implementasi sistem komunikasi kooperatif OFDM ini menggunakan jenis relay decode and forward dan menggunakan kanal real dimana hasil implementasi ini akan membahas pengaruh sistem komunikasi kooperatif OFDM dengan sistem komunikasi nonkooperatif OFDM yang disebabkan  pengaruh jarak antar node(meter) serta daya pancar (dB) terhadap nilai BER(Bit Eror Rate). Pada kondisi tanpa penghalang sistem komunikasi kooperatif mempunyai nilai BER sama dengan 0 pada saat daya pancar sebesar -14dB sedangkan pada sistem non kooperatif OFDM pada saat daya pancar -9dB dan untuk kondisi dengan penghalang pada komunikasi kooperatif OFDM mempunyai nilai BER sama dengan 0 pada saat daya pancar sebesar – 9 dB sedangkan Nonkooperatif OFDM tidak mencapai nilai BER sama dengan 0 pada daya pancar maksimum sebesar -5 dB
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PANGGIL WALET DI DESA ALUH ALUH Rais Muammar; Irfan Irfan; Gusti Eddy Wira Pratama
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7959

Abstract

Budidaya burung walet merupakan salah satu usaha yang ada di Desa Aluh-aluh. Dalam proses budidaya burung walet selain menyediakan tempat tinggal untuk burung walet, hal yang juga sangat penting lainnya adalah menarik atau memancing burung walet yang ada disekitar rumah atau gedung walet agar mau memasuki gedung tersebut. Maka salah satu solusinya adalah dengan memperdengarkan atau memutarkan suara walet itu sendiri agar burung walet mau menghampiri gedung tersebut. Amplifier walet atau alat panggil walet adalah alat yang digunakan untuk memutar suara burung walet hasil rekaman kemudian suara tersebut dikuatkan melalui speaker sehingga dapat memancing burung walet untuk mendekati sumber suara. Mahalnya alat panggil walet yang dijual dipasaran serta harga pemeliharaan dan perbaikan yang relatif mahal bagi beberapa petani walet, hal ini menjadi salah satu permasalahan tersendiri bagi para petani walet di Desa Aluh-aluh. Adapun tujuan kegiatan pelatihan pembuatan alat panggil walet ini merupakan salah satu alternatif yang dapat menjadi solusi bagi para petani walet di Desa Aluh-aluh untuk mengurangi biaya pengadaan, pemeliharaan serta perbaikan alat panggil walet tersebut. Hal ini dikarenakan alat panggil walet yang dilatihkan merupakan tipe rakitan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan para petani walet serta harga komponen-komponennya yang relatif lebih murah. Karena kegiatan ini bersifat pelatihan secara langsung, maka masyarakat yang telah menjadi peserta pelatihan mudah dalam melakukan pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan untuk alat panggil waletnya masing-masing, sehingga petani walet khususnya di desa Aluh-aluh tidak mengeluarkan banyak biaya karena dapat dilakukan dengan mandiri.Kata Kunci: Burung Walet, Alat Panggil Walet, Amplifier
PEMANFAATAN PLTMH SEBAGAI PENERANGAN JEMBATAN GANTUNG DI AIR TERJUN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT Kustianto, Dheni Candra; Faridha, Moethia; Pratama, Gusti Eddy Wira; Karim, Saiful; Irfan, Irfan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.12069

Abstract

Pembangkit Listrik dengan skala yang kecil menggunakan air sebagai tenaga penggeraknya baik berupa irigasi, sungai maupun air terjun kemudian dimanfaatkan head dan jumlah airnya disebut dengan PLTMH. Salah satu pemanfaatan Air Terjun Bajuin sebagai PLTMH yang merupakan satu kawasan wisata di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Letaknya hanya 10 km dari pusat kota Pelaihari dan 75 km dari pusat kota Banjarmasin. Di kawasan wisata Air terjuan Bajuin energi listrik tersalurkan tidak menyeluruh, masih banyak yang belum terjamah energi listrik. Penerangan listrik dapat mengurangi adanya kecelakaan yang dikarenakan kurangnya penerangan di wisata air terjun bajuin. Di daerah Bajuin Pelaihari yang       geografisnya berada di pegunungan. Kondisi jalan malam hari sangat berbahaya dikarenakan jembatan gantung yang licin dan supply listrik tidak sampai disana. Hasil yang didapat setelah penerapan PLTMH di Air Terjun Bajuin adalah sistem turbin Vortex debit air 0,034 m3/s dengan keluaran tegangan rata-rata 33,6V dan arus 0,24A menghasilkan tegangan rata-rata 13,16V dan arus 0,30A setelah melewati rangkaian SCC.
KARAKTERISASI SENSOR SUHU LM35DZ PADA BAHAN GEOPOLIMER Lisdawati, Ayu Novia; Wira Pratama, Gusti Eddy; Rizaldi, M Ricky
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v7i2.16636

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor LM35DZ pada bahan geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengukuran yang ditunjukkan oleh sensor suhu LM35DZ sebagai pendeteksi suhu untuk diujikan  pada bahan Geopolimer yang ditambahkan nano zirkonia. Langkah awal yaitu pembuatan tiga sampel geopolimer, yaitu tanpa tambahan nano zirconia , dengan tambahan 5 gram nano zirconia, dan tambahan 10 gram nano zirconia. Selanjutnya pembuatan rangkaian sensor suhu dan pengkondisi sinyal, kemudian melakukan kalibrasi sensor, terakhir melakukan pengujian sensor pada sampel Geopolimer yang telah dibuat.  Hasil dari karakterisasi sensor  suhu LM35DZ pada bahan geopolimer menunjukkan bahwa  sensor suhu LM35DZ dapat diaplikasikan untuk mendeteksi perubahan suhu pada bahan geopolimer.
Perbandingan Penggunaan Termoelektrik Cooler (TEC) Dan Termoelektrik Generator (TEG) Untuk Optimalisasi Daya Panel Surya Wijaya, Ari; Wira Pratama, Gusti Eddy
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v7i2.17094

Abstract

Panel surya dikenal juga sebagai panel fotovoltaik, adalah perangkat yang bisa mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat kita manfaatkan Dengan adanya penelitian ini, perbandingan penggunan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator ini yaitu untuk optimalisasi daya panel surya dan meningkatkan panel surya dengan membandingkan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator. Panel surya dengan menggunakan termoelektrik cooler dan termoelektrik generator untuk membandingkan efektivitas penggunaan dalam meningkatkan optimalisasi daya panel surya, dan untuk mengetahui suhu lebih rendah dan suhu lebih tinggi antara TEC dan TEG.dengan menggunakan metode eksperimen ini akan memberikan hasil data yang berharga untuk mengoptimalkan penggunaan TEC dan TEG dalam sistem panel surya, hasil eksperimen ini dapat digunakan untuk merancang sistem yang lebih optimalisasi dan hemat energi. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas penggunaan TEC dan TEG dalam meningkatkan optimalisasi panel surya.
Perbandingan Penggunaan Termoelektrik Cooler (TEC) Dan Termoelektrik Generator (TEG) Untuk Optimalisasi Daya Panel Surya Ari Wijaya; Gusti Eddy Wira Pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v7i2.17094

Abstract

Panel surya dikenal juga sebagai panel fotovoltaik, adalah perangkat yang bisa mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat kita manfaatkan Dengan adanya penelitian ini, perbandingan penggunan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator ini yaitu untuk optimalisasi daya panel surya dan meningkatkan panel surya dengan membandingkan Termoelektrik cooler dan Termoelektrik generator. Panel surya dengan menggunakan termoelektrik cooler dan termoelektrik generator untuk membandingkan efektivitas penggunaan dalam meningkatkan optimalisasi daya panel surya, dan untuk mengetahui suhu lebih rendah dan suhu lebih tinggi antara TEC dan TEG.dengan menggunakan metode eksperimen ini akan memberikan hasil data yang berharga untuk mengoptimalkan penggunaan TEC dan TEG dalam sistem panel surya, hasil eksperimen ini dapat digunakan untuk merancang sistem yang lebih optimalisasi dan hemat energi. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas penggunaan TEC dan TEG dalam meningkatkan optimalisasi panel surya.
PENGAMAN PENYEDOT LENDIR PADA PASIEN YANG LAHIR DENGAN ASFIKSA BERBASIS SENSOR HC-SR04 Ahdiyat FAJARULLAH; Gusti Eddy Wira Pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v8i1.18954

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 27%. Penanganan dini sangat penting, salah satunya melalui penyedotan lendir pada saluran napas bayi. Alat penyedot lendir manual yang selama ini digunakan memiliki berbagai kelemahan seperti risiko tertelannya cairan oleh tenaga medis dan keterbatasan jangkauan hisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat penyedot lendir otomatis berbasis microcontroller Arduino Uno dan sensor ultrasonik HC-SR04 yang mampu mengatur tekanan hisap berdasarkan jarak lendir secara real-time.Metode penelitian dilakukan melalui perancangan, pembuatan, dan pengujian sistem yang terdiri atas sensor HC-SR04, Arduino Uno, motor pump, dan mucus extractor. Pengujian meliputi respons sensor, daya hisap optimal, dan efektivitas alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat mampu mendeteksi jarak secara akurat dan menghasilkan tekanan sesuai standar Kementerian Kesehatan RI untuk neonatus (50–95 mmHg), dengan tingkat keberhasilan penyedotan mencapai 89%.Meskipun alat menunjukkan performa yang baik, fluktuasi pembacaan jarak dan keterbatasan daya motor masih menjadi kendala. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan dengan menambahkan sistem alarm otomatis dan peningkatan stabilitas tekanan motor. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dan aman bagi tenaga medis dalam menangani kasus asfiksia neonatal.