Hamzah, Baharudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Policy to Practice: What Explains the Gaps in Voter List Accuracy in Indonesia’s Dispersed Island Districts? Hamzah, Baharudin; Liliweri, Aloysius; Sayrani, Laurensius Petrus; Rohi, Rudi
Journal Public Policy Vol 11, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i4.12319

Abstract

This study examines the persistent gap between centralized voter registration policy and its local implementation in Indonesia’s geographically dispersed island districts, focusing on Flores Timur in East Nusa Tenggara Province. The aim is to understand why voter registration inaccuracies undermine democratic inclusion despite institutional reforms and digital innovations. Using a qualitative case study approach, the research draws on 28 in-depth interviews with electoral officials, civil registry personnel, and community stakeholders, complemented by document analysis. The findings reveal three interrelated problems: institutional fragmentation between the General Election Commission (KPU) and the Civil Registry Office (Disdukcapil); lack of real-time interoperability between the Sidalih and e-KTP data systems; and procedural redundancies due to multi-level manual validations. These challenges result in the persistent exclusion of eligible voters, particularly in remote and marginalized communities. Moreover, the study documents how local actors respond through informal workarounds, such as using village records and social networks, which further entrench inequality and data inconsistency. As a key theoretical contribution, this article introduces the concept of data governance dissonance to explain how institutional and technological misalignment perpetuates electoral exclusion in decentralized and resource-constrained democracies. The study provides insights for improving voter registration systems in fragmented governance settings globally.
Analisis Urgensi Kebijakan Pemilu Hijau di Indonesia: Perspektif Penyelenggara Pemilu dan Partai Politik: Analysis of the Urgency of Green Election Policies in Indonesia: Perspectives of Election Organisers and Political Parties Fointuna, Jemris; Hamzah, Baharudin; Waty, Reni Rentika; Andrianika, Siska
Jurnal Media Hukum Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Media Hukum (JMH)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59414/jmh.v14i1.1318

Abstract

Penelitian ini menganalisis urgensi kebijakan pemilu hijau di Indonesia dari perspektif penyelenggara pemilu dan partai politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, studi ini mengkaji kesenjangan antara kerangka regulasi yang ada dan implementasi pemilu yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi Pemilu Hijau didorong oleh tiga faktor kritis: (1) dampak ekologis dari pemilu konvensional yang berpotensi merusak lingkungan, (2) komitmen Indonesia terhadap SDGs dan Paris Agreement, serta (3) adanya kekosongan regulasi pemilu berkelanjutan bagi partai politik. Penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) menyadari bahwa kebijakan pemilu hijau merupakan langkah penting untuk mengurangi dampak lingkungan, namun membutuhkan penguatan regulasi dan sanksi yang tegas. Sementara itu, partai politik mengakui urgensi tersebut, tetapi mempertimbangkan faktor biaya dan efektivitas kampanye secara konvensional. Oleh karena itu, studi ini juga mengidentifikasi dua aspek krusial yang perlu diperhatikan, yaitu kebutuhan standarisasi kebijakan pemilu hijau di semua tahapan pemilu dan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik. Temuan ini memberikan kontribusi akademik terkait politik lingkungan dengan menyoroti perspektif aktor-aktor kunci menuju pemilu berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya politik untuk mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan, pemilu hijau diposisikan tidak hanya sebagai respons teknis terhadap persoalan logistik dan limbah pemilu, tetapi juga sebagai wujud komitmen jangka panjang terhadap integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam sistem demokrasi elektoral Indonesia. Dengan demikian, urgensi kebijakan ini tidak hanya relevan dalam konteks penyelenggaraan pemilu, tetapi juga mendorong tata kelola pemilu yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.