Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Spasial Peserta Didik Fase E Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sukoharjo Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna; Samsiyah, Ike Fitri; Sriyanti, Sriyanti; Muryani, Chatarina
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.70187

Abstract

Spatial thinking ability is a crucial skill in learning geography, particularly in the material of Basic Concepts of Mapping Science taught in Phase E. This study aims to analyze the spatial thinking ability of SMA Negeri 1 Sukoharjo students, conducted using a mixed-methods approach and an Explanatory Sequential design. The research population was all Phase E students, with a sample of 72 students selected purposively. The results showed that students' spatial thinking ability was mostly in the “medium” category. The spatial hierarchy indicator showed the highest percentage of success (90%), while spatial transition had the lowest percentage (53%). The inhibiting factors include the lack of use of interactive learning media and analytical questions. Suggestions were given to optimize project-based learning, technology integration, and periodic evaluation. This research confirms the importance of contextual learning strategies to improve spatial thinking skills in facing global challenges. AbstrakKemampuan berpikir spasial merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran geografi, terutama pada materi Konsep Dasar Ilmu Pemetaan yang diajarkan di Fase E. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir spasial peserta didik SMA Negeri 1 Sukoharjo, yang dilakukan dengan pendekatan mixed method dan desain Explanatory Sequential. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik Fase E dengan sampel 72 peserta didik yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir spasial peserta didik sebagian besar berada pada kategori “sedang”. Indikator spatial hierarchy menunjukkan persentase keberhasilan tertinggi (90%), sementara spatial transition memiliki persentase terendah (53%). Faktor penghambat mencakup minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif dan soal analitis. Saran diberikan untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, serta evaluasi berkala. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial dalam menghadapi tantangan global.  
Pendekatan Perencanaan Ruang Laut untuk Pengelolaan Sumber Daya Pesisir yang Berkelanjutan : Tinjauan Literatur Review Kusbiarsi, Aldora; Fitriani, Nadya Putri; Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna; Samsiyah, Ike Fitri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.13892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep, manfaat, dan tantangan implementasi Marine Spatial Planning (MSP) dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan di Indonesia. Kajian ini disusun menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 8 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2024 dan diindeks dalam basis data Scopus serta SpringerLink. Proses seleksi mengikuti alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dengan kriteria inklusi artikel ilmiah berbahasa Inggris untuk menelusuri tren penerapan MSP, integrasi lintas sektor, dan keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal 14). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi MSP sangat dipengaruhi oleh integrasi antar sektor, koordinasi kelembagaan, dan partisipasi aktif masyarakat pesisir. Temuan juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi spasial dalam mendukung pengelolaan ruang laut serta perlunya penguatan tata kelola berbasis ekosistem. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan data spasial, tumpang tindih kebijakan, dan lemahnya kolaborasi antarinstansi dalam pelaksanaan perencanaan ruang laut. Hasil penelitian ini mempertegas bahwa pengelolaan ruang laut yang efektif memerlukan pendekatan kolaboratif, berbasis ekosistem, dan didukung sistem informasi spasial yang terintegrasi. Implikasi kebijakan dari kajian ini menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan lintas sektor serta peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.
Dampak Ekosistem Mangrove terhadap Kualitas Air Laut di Wilayah Pesisir: Tinjauan Ruang Lingkup Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna; Mahdi, Imam; Samsiyah, Ike Fitri; Fitriani, Nadya Putri; Muryani, Chatarina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.25623

Abstract

Ekosistem mangrove memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas air laut di daerah pesisir. Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis (SLR) dengan pendekatan tinjauan ruang lingkup (scoping review) untuk menganalisis secara komprehensif dampak ekosistem mangrove terhadap kualitas air laut. Data dikumpulkan dari empat basis data akademik utama: ScienceDirect, Scopus, MDPI, dan GARUDA. Kriteria Inklusi ditetapkan untuk menyeleksi artikel yang dikaji serta penelusuran artikel menggunakan kata kunci (string query) yang telah ditetapkan. Studi ini mengikuti pdanuan PRISMA-ScR untuk penyaringan dan seleksi. Sebanyak 13 artikel yang memenuhi syarat ditinjau dan dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa mangrove mengatur parameter fisiko-kimia (suhu, salinitas, kdanungan oksigen), bertindak sebagai biofilter alami untuk logam berat dan nutrisi, mendukung konservasi jangka panjang dan ekosistem laut yang sehat, serta berkontribusi pada penyimpanan karbon biru dan rekayasa lingkungan. Temuan ini menyoroti pentingnya strategis konservasi dan restorasi mangrove sebagai solusi berbasis ekosistem untuk meningkatkan kualitas air pesisir dan ketahanan ekologi.
Examining the implementation of disaster risk reduction education for students with visual impairments Samsiyah, Ike Fitri; Muryani, Chatarina; Prihadi, Singgih
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v4i1.227

Abstract

Disaster Risk Reduction (DRR) education is an important component in building school resilience, especially for students with disabilities who are more vulnerable in disaster situations. The purpose of this study is to analyze the implementation, inclusivity, and accessibility of DRR education for visually impaired students within the framework of SPAB in Kulon Progo Regency. This study employs a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis based on the SPAB Pillar 3 framework. The research involved school principals, teachers, and school staff from three special schools: State Special School 1 of Kulon Progo, Bhakti Wiyata Special School, and Zafa Hargorejo Special School. The findings show that DRR education for students with visual impairments in Kulon Progo Regency has been implemented quite well with the integration of education into learning, extracurricular, and disaster simulation activities in collaboration with related institutions. However, the level of inclusivity in its implementation is still not optimal and is largely influenced by the limited learning resources that are accessible for visually impaired students. This study underscores the need to strengthen inclusive DRR educational practices to ensure that students with visual impairments have equitable access to knowledge, skills, and disaster resilience development through collaboration among school communities and relevant stakeholders. This research has several limitations, so future research is expected to be conducted within a wider scope and research focus.