Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Bela Negara Untuk Mencapai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat dengan Metode Role Play Wahyudi, Slamet Tri; Waluyo, Bambang; Agustanti, Rosalia Dika; Bakhtiar, Handar Subhandi; Hadi, Syamsul; Arofah, Muhammad Nouval; Ananta, Muhammad Daffa; Budiman, Jodhy Farrel; Adityarahman, Dimas; Wulandari, Vidia Ayu; Barlean, Sereno Khalfan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.933

Abstract

Sikap bela negara itu sendiri merupakan kekuatan Negara Indonesia bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional dan merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dengan adanya kesadaran akan Bela Negara, kita harus dapat memiliki sikap dan prilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa sangat penting ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam. Sumber daya manusia menjadi titik sentral potensi bangsa yang berperan melaksanakan pembangunan dan mengatasi segala bentuk ancaman, baik dari dalam ataupun dari luar negeri. Pertengkaran antar pelajar menjadi perhatian utama dalam lingkungan pendidikan di berbagai negara. Oleh sebab itu, Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain penguatan Bela Negara; sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Pidana; dan pelaksanaan model pembelajaran Role Play. Kegiatan penguatan bela negara yang dilaksanakan di tingkat SMA terbukti berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, ditandai dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa. Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para peserta, guru, dan pihak sekolah, yang menilai bahwa materi serta metode yang digunakan mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan: Implementasi Program Sustainable Village 2025 di Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kabupaten Bogor Theresa, Ria Maria; Praptiningsih, Praptiningsih; Prihatiningsih, Witanti; Budiman, Jodhy Farrel; Labiibah, Bakhita; Barlean, Muhammad Sereno Khalfan; Arofah, Muhammad Nouval; Syakur, Muhammad Zidan Asy; Ananta, Muhammad Daffa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1038

Abstract

Program Sustainable Village 2025 merupakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi lintas disiplin yang dilaksanakan di Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kabupaten Bogor, sebagai respons terhadap berbagai permasalahan struktural desa yang meliputi pendidikan, ekonomi, kesehatan, teknologi, administrasi, dan digitalisasi. Program ini dipilih karena potensi lokal desa belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan kapasitas masyarakat dan akses layanan dasar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan partisipasi dan motivasi belajar siswa, terbentuknya merek lokal “Kopi Aroma Cijantur”, meningkatnya kesadaran kesehatan dan fungsi posyandu, penerapan teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan, pendampingan administrasi kependudukan bagi warga, serta penguatan literasi digital desa. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan multidisipliner dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.