Dalimunthe, Nayla Ahlami
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pegembangan Media Mind Mapping Digital Berbasis OBE Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Meiriza, Mica Siar; Purba, Jelita Angeli; Napitu, Krisentia Angelina; Tamba, Agnes Anggreni; Dalimunthe, Nayla Ahlami
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2025.v5i4-18

Abstract

Purpose – Students’ critical thinking skills in the History of Socialist Economic Thought course are still low because learning is mostly lecture-based and less interactive. Therefore, innovative media are needed to make learning more engaging and outcome oriented. This study aims to develop Outcome-Based Education (OBE)-based Digital Mind Mapping media and examine its feasibility and effectiveness in improving students’ critical thinking skills.Method – The study used a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects were 34 students of the Economics Education Study Program at Universitas Negeri Medan. Data were collected using tests (one group pretest–posttest) and non-test instruments such as observation, interviews, and questionnaires.Findings – Validation results showed that the media was very feasible, with an average score of 87.14% from material, media, and design experts. Effectiveness testing obtained an N-Gain value of 0.58 (moderate) and Cohen’s d of 2.26 (very large effect), proving that the media effectively enhanced students’ critical thinking. Research Implications – The findings strengthen the constructive alignment principle of OBE and support Mayer’s multimedia learning theory, emphasizing that visual and interactive media can improve students’ engagement and higher-order thinking skills.
Prinsip Keadilan Ekonomi Syari’ah sebagai Sarana Memperkuat Harmoni Sosial Antar Umat Beragama Dalimunthe, Nayla Ahlami; Nasution, Cintya Putri; Harahap, Dia Aulia; Putri, Suaini Mebia; Aulya, Tiara Marsya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37585

Abstract

Masyarakat Indonesia yang bersifat plural sering menghadapi tantangan dalam menjaga harmoni sosial, terutama ketika terjadi ketimpangan ekonomi yang dapat memicu kecemburuan sosial, konflik, dan melemahnya solidaritas antar kelompok. Ketidaksetaraan distribusi sumber daya dan akses ekonomi berpotensi menimbulkan ketegangan dalam masyarakat yang beragam secara agama dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menciptakan keadilan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip keadilan dalam ekonomi syari’ah dapat berperan sebagai sarana memperkuat harmoni sosial antar umat beragama dalam masyarakat pluralistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur utama ekonomi syari’ah, teori keadilan sosial, ayat Al-Qur’an, hadis, serta berbagai jurnal dan penelitian ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif-konseptual dan analisis isi untuk mengkaji hubungan antara konsep keadilan ekonomi syari’ah dan harmoni sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi syari’ah seperti larangan riba, mekanisme bagi hasil, serta instrumen distribusi sosial seperti zakat dan wakaf memiliki potensi besar dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain itu, nilai-nilai keadilan, tanggung jawab sosial, dan kesejahteraan kolektif dalam ekonomi syari’ah bersifat universal dan inklusif sehingga dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang perbedaan agama. Dengan demikian, penerapan prinsip keadilan ekonomi syari’ah tidak hanya berfungsi sebagai sistem ekonomi alternatif, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang dapat memperkuat solidaritas, toleransi, dan harmoni sosial dalam masyarakat plural.