Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Capacity Building Training for Administrators to Improve the Management of Harapan Makmur Village-Owned Enterprise in Tebing Tinggi Village: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus dalam Rangka Meningkatkan Pengelolaan BUMDES Harapan Makmur Desa Tebing Tinggi Anthony Hamzah; Angga Pramana; Eko Wahyudi; Rahmadini Payla Juarsa; Jeany Ristia; Chandra Gunawan; Nur Hasnah; Vivin Jenika Putri; Anania Rahmah; Arum Rovarti Ningsih; Nadya Novianti Dwi Putri; Addiena Syahvina Nasution; Masyitah; Fikratul Ikhsan; Fadlila Endyra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

BUMDes Harapan Makmur was established with the aim of developing the village's economic potential through business units based on local resources, including the management of agricultural tools, trade in agricultural products, and equipment and transportation rental services. The businesses run by BUMDes have not yet been operating optimally. This is due to a lack of competent human resources, a lack of external support, and limited access to training and outreach at BUMDes Harapan Makmur. This community service program aims to identify strategic steps to increase the capacity of BUMDes management for suntainability. The methods used in the preparation stage included surveys and Focus Group Discussions (FGDs), while the implementation and evaluation stages followed. The training results indicated that BUMDes Harapan Makmur has several potential business units that can be developed, namely the Rice Milling Unit (RMU), a 5-hectare oil palm plantation, agriculture and livestock businesses, oil palm plantations (5 ha) and rice fields (70 ha), provision of agricultural production facilities (saprodi), agricultural services (RMU, rice field plowing), and travel services. Implications in increasing the capacity of administrators through capacity building training for administrators, optimization of agricultural tools and agricultural inputs, socialization and community empowerment
Pelatihan Olahan Kreatif Berbasis Limbah Nanas: Solusi Inovatif Untuk Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Anania Rahmah; vivin jenika putri; Neng Susi; Fadel Al Barra
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.54

Abstract

Limbah kulit nanas pada umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dan sering dianggap sebagai sampah yang harus dibuang. Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius, termasuk di Kota Pekanbaru yang dikenal sebagai sentra produksi nanas. Selama ini, limbah kulit nanas sering dianggap tidak bernilai dan hanya dibuang, padahal mengandung senyawa bioaktif seperti bromelain, flavonoid, dan vitamin C yang berpotensi dimanfaatkan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Komplek Villa Indah Paus melalui pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, yaitu minuman fermentasi tepache serta eco enzyme. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan tepache sebagai minuman probiotik tradisional serta eco enzyme sebagai cairan serbaguna ramah lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah kulit nanas, ditunjukkan melalui antusiasme tinggi saat praktik dan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan produk serupa sebagai usaha rumahan serta menyarankan pelatihan berkelanjutan dengan variasi produk lain. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan limbah organik, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga.