Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kandungan Boraks pada Kerupuk Nasi di Pasar Tradisional Muntilan Menggunakan Metode Kualitatif dan Kuantitatif Firdausa, Clara Adinda; Haresmita, Perdana Priya; Agusta, Herma Fanani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.39-50

Abstract

Kerupuk merupakan pendamping makanan yang banyak digemari orang, salah satunya ada kerupuk nasi yang merupakan khas daerah Jawa Tengah. Kerupuk ini dibuat dari nasi yang kemudian diolah dengan rempah dan tambahan rasa. Boraks sering kali ditambahkan pada kerupuk nasi untuk memperbaiki tekstur dan menghasilkan kerupuk yang renyah. Boraks dilarang digunakan dalam BTP (Bahan Tambahan Pangan) karena dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks dalam kerupuk nasi yang dijual di pasar tradisional Muntilan. Metode kualitatif melibatkan uji nyala, uji pengendapan AgNO3, dan uji kertas kurkumin. Sampel yang menunjukkan hasil positif kemudian dianalisis lebih lanjut secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar boraks yang terkandung. Panjang gelombang maksimum yang terdeteksi pada uji kali ini  adalah 431 nm dan diperoleh persamaan garis kalibrasi y = 0,2202x+0,0048. Hasil ini menunjukkan bahwa dua dari enam sampel yang diuji mengandung boraks secara kualitatif. Selanjutnya, dilakukan uji kuantitatif dan diperoleh kadar boraks berkisar 0,016% pada sampel KN 2  dan 4,366% pada sampel KN 6. Diharapkan penelitian berikutnya dapat menguji kandungan boraks pada makanan lain yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.Kata Kunci: boraks, kerupuk nasi, spektrofotometri UV-Vis
Enhancing the value-added of traditional herbal medicine through instant product diversification and KUBE Strengthening Wardani, Arief Kusuma; Apriyanto, Nugraha Dimas; Aji, Adiwira Wahyu; Azizah, Bilqis Rahil; Firdausa, Clara Adinda; Niamah, Nailiz Zulfiatin
Community Empowerment Vol 10 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11203

Abstract

The traditional 'jamu gendong' (herbal medicine) business in Trasan Hamlet, Magelang, faces challenges due to low productivity and an extremely short product shelf life (only one day), which limits the welfare of its practitioners. This community service program aims to transform this traditional business through product innovation and digital market expansion. The methodology employed a participatory approach involving institutional strengthening, product diversification, and digital literacy. The results demonstrated the successful formation of the "Trajaya" Joint Business Group (KUBE) as a collective platform for vendors. The implemented technological innovation successfully converted liquid jamu into an instant powder format, which possesses a longer shelf life and higher market value. Furthermore, the integration of digital marketing through e-commerce (Shopee) has opened national market access for these local products. The transformation from a conventional business model to one based on product innovation and digitalization has proven effective in increasing competitiveness and providing sustainable solutions for the income growth of traditional herbal medicine vendors.