Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DENGAN PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN DI PUSKESMAS LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL (Studi Kasus Preeklampsia dan Riwayat Asma) Kiki Hartati; Nora Rahmanindar; Meyliya Qudriani
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): JUNI : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v1i3.319

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan yang cukup tinggi sejak pandemi Covid-19, dari 104 atau 28 kasus di tahun 2020 menjadi 199 pada tahun 2021. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lebaksiu pada tahun 2022 yaitu sebanyak 156 kasus diantaranya adalah ibu hamil resiko tinggi, dengan penyebab umur, grandemultipara, SC, jarak kehamilan, gemely, presbo, HBSAG, preeklampsia, dan penyakit penyerta lainnya, walaupun penyakit penyerta yang ditemukan adalah KEK, dan asma. Tujuan dilakukannya studi kasus ini yaitu untuk memperoleh gambaran dan pengalaman secara nyata dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. N di Puskesmas Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 2022 (Studi Kasus Pre eklampsia dan Riwayat Asma). Saat hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan data perkembangan SOAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil Ny. N berusia 33 tahun dengan Pre eklampsia dan riwayat asma. Penelitian ini memakai metode OSOC yang merupakan kegiatan pendampingan ibu mulai dinyatakan hamil sampai masa nifas. Pengambilan data dilakukan sejak tanggal 9 Oktober sampai 13 November 2022, yaitu menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil selama kehamilan pada saat usia kehamilan 39 minggu subyek mengalami tekanan darah tinggi dan oedema pada kedua kaki, sehingga saat persalinan perlu adanya kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk penanganan persalinan dengan fasilitas yang lebih memadai, namun pada saat nifas tekanan darah ibu perlahan normal kembali. Saran: Diharapkan pasien dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan selama hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir di tenaga Kesehatan.
Partisipasi Civitas Akademika Dalam Penguatan Jaring Pengaman Sosial Melalui Penyaluran Bahan Pokok Di Pangandaran: Penelitian Ivan Dicksan; Agus Fatah Hidayat; Arifah Rosmajudi; Astri Siti Fatimah; Ari Ramdani; Ishak Kusnandar; Basuki Rahmat; Dedi Zafar Mutaqin; Kiki Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5667

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir di Pangandaran sangat fluktuatif karena ketergantungan pada sektor pariwisata dan perikanan, yang menyebabkan kelompok rentan seperti buruh nelayan dan pekerja informal dapat mengalami kerentanan pangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat jaring pengaman sosial melalui partisipasi aktif civitas akademika dalam penyaluran bahan pokok. Metode pelaksanaan meliputi tahapan analisis situasi, pemetaan warga rentan secara partisipatif, mobilisasi sumber daya melalui donasi internal kampus, hingga distribusi bantuan secara langsung di wilayah Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa mampu menyalurkan paket bahan pokok secara tepat sasaran kepada kelompok buruh nelayan, lansia, dan pekerja informal yang terdampak penurunan pendapatan. Secara substansial, bantuan ini efektif bertindak sebagai bantalan ekonomi (economic buffer) yang mereduksi pengeluaran konsumsi harian rumah tangga sebesar 20-30% selama masa sulit. Simpulan dari kegiatan ini adalah partisipasi civitas akademika tidak hanya memberikan dampak materiil bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan empati mahasiswa terhadap realitas sosial. Program ini merekomendasikan adanya transisi dari bantuan bersifat karitatif menuju pemberdayaan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.