Widyadhana, Narlhiandini Mitresna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Morfologi dan Koloni Bakteri Probiotik Pada Makanan Tradisional Dangke: Morphological and Colony Identification of Probiotic Bacteria in Dangke Traditional Food Widyadhana, Narlhiandini Mitresna; Bamahry, Aryanti R.; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Safitri, Asrini; Mangarengi, Yusriani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1587

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Dangke merupakan produk olahan susu sapi atau susu kerbau dengan getah papaya yang dibungkus menggunakan daun pisang. Susu merupakan media yang baik untuk perkembangan mikroba karena kandungan nutrisinya yang tinggi dengan aktivitas air yang tinggi pada pH yang mendekati netral. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain eksperimental. Dilakukan perhitungan koloni pada media isolasi dan persentase konsentrasi mikroorganisme serta mengidentifikasi morfologi bakteri Hasil: Dangke susu kerbau segar. Jumlah koloni bakteri pengenceran 10-1 paling banyak terdapat pada dangke 1, dangke 2, dan dangke 5, pengenceran 10-2 paling banyak pada dangke 1, pengenceran 10-3 paling banyak dangke 2, pengenceran 10-4 paling banyak pada dangke 3, pengenceran 10-5 paling banyak pada dangke 3.  Persentase konsentrasi dangke 1 (33,3%), dangke 2 (25%), dangke 3 (20%), dangke 4 (20%), dangke 5 (25%). Morfologi bakteri basil dengan jenis bakteri gram positif. Dangke susu kerbau mengandung bakteri probiotik Genus Lactobacillus bermanfaat bagi kesehatan yang bisa membantu proses pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan dapat menghasilkan bakteriosin untuk melawan bakteri patogen.  Kesimpulan: Terdapat morfologi bakteri basil dengan koloni streptobasil termasuk jenis bakteri gram positif pada makanan tradisional dangke susu kerbau, yang tergolong bakteri probiotik Genus Lactobacillus. Abstract Background: Dangke is a processed product of cow's milk or buffalo milk with papaya sap wrapped using banana leaves. Milk is a good medium for microbial development due to its high nutritional content with high water activity at a pH close to neutral. Methods: This research is a descriptive study with an experimental design. Calculation of colonies on isolation media and percentage concentration of microorganisms and identifying bacterial morphology were carried out. Results: Fresh buffalo milk dangke. The number of bacterial colonies in dilution 10-1 is the most in dangke 1, dangke 2, and dangke 5, dilution 10-2 is the most in dangke 1, dilution 10-3 is the most in dangke 2, dilution 10-4 is the most in dangke 3, dilution 10-5 is the most in dangke 3.  Percentage concentration of dangke 1 (33.3%), dangke 2 (25%), dangke 3 (20%), dangke 4 (20%), dangke 5 (25%). Morphology of bacilli bacteria with gram-positive bacteria type. Buffalo milk dangke contains probiotic bacteria Genus Lactobacillus beneficial for health that can help the digestive process, increase immunity, and can produce bacteriocins to fight pathogenic bacteria. Conclusion: There is a morphology of bacillus bacteria with streptobacillus colonies including gram-positive bacteria in traditional buffalo milk dangke food, which is classified as probiotic bacteria of the Lactobacillus genus.
TINJAUAN NILAI GIZI DARI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) PRESIDEN RI Putry, Resti Anisha; Widyadhana, Narlhiandini Mitresna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51554

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia merupakan intervensi pangan berskala nasional yang dirancang untuk menurunkan prevalensi malnutrisi dan stunting serta memperbaiki status gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan. Meski demikian, Implementasi MBG menghadapi tantangan logistik, keberlanjutan pendanaan, dan kesesuaian menu terhadap kebutuhan nutrisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau nilai gizi dan efektivitas program MBG dalam konteks kesehatan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Literatur diperoleh dengan cara menelaah artikel atau jurnal ilmiah yang diunduh dari PubMed, NCBI (National Library Of medicine) dan Google Scholar. Hasil analisis memnunjukkan rata-rata menu MBG menyediakan 500-700 kkal per porsi dengan protein 18-28 g, yang setara dengan 25-35% kebutuhan protein usia anak sekolah. Menu MBG disesuaikan dengan kearifan lokal, potensi pangan, dan ketersediaan bahan pangan di masing-masing daerah. Namun, kontribusi mikronutrien seperti kalsium, zat besi, dan vitamin A masih terbatas pada sebagian menu, terutama tray yang tidak menyertakan susu. Program MBG memiliki sejumlah kelebihan strategis, baik dari sisi gizi, sosial, maupun ekonomi. Program MBG disimpulkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan gizi anak sekolah, ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi lokal, namun keberhasilannya memerlukan sistem monitoring dan evaluasi yang berbasis evidence. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar program ini berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab tantangan gizi di masyarakat Indonesia.