Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Incidence of Yellow Virus Disease in Chili Pepper Plants (Capsicum frutescens L.) in East Tombatu District, Southeast Minahasa Regency Pinaria, Arthur Gehart; Rondonuwu, Frans Bernhard; Satiman, Utari
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v6i2.65949

Abstract

The purpose of this study is to ascertain the incidence of diseases in the chili plant population in East Tombatu District, Southeast Minahasa Regency, caused by the yellow virus that affects plants in terms of area. The sample garden is at least half a hectare in size. Purposive sampling was used to choose the sample gardens, and the survey was only done once. Five subplots, one in the center of the garden and one close to each corner, were used for sampling in each chili garden (plot). The quantity of individual plants, or sample units, in each subplot. The number of samples represents 20% of the total number of plants. The findings revealed that the melompar atas garden had the highest prevalence of yellow viral disease in cayenne pepper (100%), followed by Mundung (180.91%), esandom (80%), Malam part 2 (8.80%), and jumping (141.88%). The incidence of this illness rose as the plant grew older after being planted. Further study ideas include inventorying B. tabachi hosts, inventorying gemini virus hosts, and applying natural farming to reduce cayenne pepper infections. Keywords: Yellow Virus, Incidence, Capsicum frutescens. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseringan penyakit yang disebabkan oleh virus kuning yang menyerang tanaman dalam aspek luasan pada populasi tanaman cabai di Kecamatan Tombatu Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara. Kebun sampel berukuran minimal 0,5 ha. Pemilihan kebun sampel dilakukan secara purposive sampling, dan dan survei hanya dilakukan satu kali. Sampling pada setiap kebun (plot) cabe dilakukan pada lima subplot (setiap dekat sudut kebun satu plot dan satu subplot di tengah kebun).  Jumlah unit contoh (individu tanaman) per subplot. Jumlah  sampel ialah 20 % dari jumlah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi penyakit virus kuning pada cabe rawit tertinggi terdapat di kebun melompar atas 100% diikuti oleh Mundung 180,91% esandom 80% Malam part 2 6 8,80% dan melompat 141,88% insidensi Penyakit ini makin tinggi seiring dengan makin tingginya umur tanaman sesudah tanam. Penelitian lanjutan yang disarankan ialah: inventarisasi inang-inang B. tabachi, menginventarisasi inang-inang gemini virus dan penerapan natural farming untuk mengendalikan patogen cabe rawit secara sekaligus. Kata-Kata Kunci: Virus Kuning, Insidensi, Capsicum frutescens
PKM Tentang Bahaya Jamur Fusarium oxysporum Penyebab Mikosis Kulit Pada Ikan Nila Bagi Kesehatan Manusia Katili, Deidy Y; Rondonuwu, Frans Bernhard; Tangkau, Linda Mieneke Shirley; Wahyudi, Lalu; Pontororing, Hanny; Langoy, Marnix
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i2.65426

Abstract

Ikan nila banyak diminati oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Meningkatnya minat masyarakat terhadap ikan nila tidak dibarengi dengan peningkatan produksi ikan nila tersebut. Produksi ikan nila seringkali menjadi hambatan dengan adanya serangan jamur patogen pada ikan nila seperti salah satunya yaitu jamur Fusarium oxysporum. Jamur patogen ini pula menyerang ikan nila yang siap untuk dipasarkan bagi konsumen. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam eksplorasi jamur patogen ikan nila yang siap dipasarkan dan dikonsumsi. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan Masyarakat tentang bahaya jamur pathogen bagi ikan nila, akan digunakan metode penyuluhan dan pelatihan eksplorasi dan bahaya jamur patogen ikan nila terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan analisis data hasil tes awal dan tes akhir maka diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah materi pelatihan diberikan, dimana prosentase nilai di bawah 60 tidak ada lagi dan yang tertinggi pada interval 81-90 sebanyak 6 peserta (30%), walaupun tidak ada seorangpun yang memberikan penilaian pada interval nilai 91-100. Berdasarkan analisis rekapan lembar evaluasi topik belajar setelah dilakukan praktek penggunaan pestisida maka diperoleh hasil tertinggi terdapat pada aspek pemahaman dengan kriteria sangat baik (12 peserta). Sedangkan hasil yang rendah terdapat pada aspek ke-4 (kemampuan peserta mengkomunikasikan hasil praktek dengan pihak lain) dengan 7 orang peserta yang memberikan penilaian sangat baik.