Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Interest Rate in Pension Plan Premium Calculation Khafsah Joebaedi; Kankan Parmikanti; Agus Supriatna; Fauzi Akhmad; Badrulfalah Badrulfalah; Nendi Suhendi Syafei
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 21 No. 1 (2020): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.986 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol21-iss1/218

Abstract

This research aims to analyze the relationship between the interest rate relationship is inversely proportional to the amount of the premium on the pension plan. The method used is to measure several variables, among others FSL (Future Service Liability), PVFSAL (Present Value Future Salary), PR (Pension Rate) and Premiums. Calculation, life annuity uses actuarial assumptions, one of which is the interest rate assumption, if the assumptions used are not in accordance with the actual conditions, then what happens is excessive payments or deficient payments. The interest rate has an influence in the process of calculating the defined benefit pension plan premium. Using the assumption of different interest rates (11%, 12 % and 13%), it is found that the interest rate relationship is inversely proportional to the amount of the premium. The results of this study are FSL, PVFSAL, PR and Premiums for the interest of 11%, 12% and 13% (participants aged 25 years) as follows 720,187.97; 554,000,24; 430,570.07 (FSL in Rupiah); 27,155,187.70; 24,922,770,59; 23,002,699.40 (PVFSAL in Rupiah); 2.6521; 2.2229; 1.8718 (PR in%) and 55,535.38; 46,546.85; 39,196.00 (Premiums in Rupiah)The higher the interest rate, the smaller the pension premium and vice versa.
Simulasi Pengontrol On/Off pada Sistem Kendali Umpan Balik dengan Model Fisis Elektronik Darmawan Hidayat; Meutia Rahmatika; Nendi Suhendi Syafei; Bernard Y. Tumbelaka
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 4, No 1 (2018): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v4n1.43-53

Abstract

Pengontrol on/off merupakan salah satu jenis aksi pengontrolan yang banyak digunakan pada pengontrol otomatis karena sederhana dan relatif murah. Terdapat dua parameter respon sistem kendali yang harus dipertimbangkan pada aplikasi pengontrol on/off. Pertama adalah frekuensi osilasi respon yang menentukan osilasi aktuator dan memengaruhi umur ketahanan komponen aktuator. Kedua adalah amplitudo (deviasi) osilasi respon yang menentukan akurasi dan efisiensi energi pengontrolan. Makalah ini membahas kajian pengaruh parameter waktu tunda histeresis, T dan penguatan, M pengontrol on/off tersebut terhadap respon kendali umpan balik. Kajian dilakukan melalui simulasi MATLAB. Hasil simulasi dibandingkan dengan implementasi menjadi sistem fisis yang dibangun dengan suatu mikrokontroler digital, aktuator saklar elektronik, dan rangkaian elektronik proses dan komponen umpan balik dari komponen pasif resistor dan kapasitor (RC). Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar nilai T maka waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk mencapai keadaan mantap semakin lama, frekuensi osilasi keluaran semakin kecil, amplitudo osilasi respon semakin besar pula. Semakin besar nilai parameter M, maka waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk mencapai keadaan mantap semakin cepat, amplitudo respon semakin besar dan frekuensi osilasi semakin kecil. Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa respon pengontrolan umpan balik dengan menggunakan pengontrol on/off dapat diatur sesuai kriteria pengontrolan dengan mengatur parameter delay histeresis dan penguatan pengontrol on/off.
Sistem Sensor Estimasi Tingkat Kematangan Buah Stroberi Berdasarkan Kecerahan Warna Merah Darmawan Hidayat; Bambang Mukti Wibawa; Setianto Setianto; Nendi Suhendi Syafei; Arif Choerudin Suanda
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 2, No 2: December 2017
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v2.i2.2017.83-90

Abstract

Seleksi tingkat kematangan pada buah stroberi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitasnya. Tingkat kematangan dalam panen merupakan faktor paling penting yang menentukan kualitas buah. Stroberi yang telah matang optimal memiliki banyak kandungan nutrisi. Sensor tingkat kematangan stroberi telah dibuat berdasarkan kecerahan warna merah pada permukaan kulit stroberi. Sistem sensor dirancang dengan menggunakan Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor intensitas cahaya dan Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan stroberi dengan menggunakan tiga derajat warna merah, yaitu light-red, fresh-red dan black-red untuk membedakan tingkat kematangan buah stroberi. Nilai tingkat kematangan untuk light-red 671,2, fresh-red 709,05 dan black-red 777,5. Hasil menunjukkan bahwa sensor dapat mendeteksi tingkat kematangan stroberi dengan presisi 93,3%. Dengan demikian, sensor tingkat kematangan stroberi dapat direalisasikan.
Analisis Korosi Retak Tegangan pada Pipa Baja Karbon dalam Larutan Asam dan Sweet Gas Nendi Suhendi Syafei; Darmawan Hidayat; Bernard Y. Tumbelaka; Liu Kin Men
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 1: June 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i1.2018.137-144

Abstract

Pada eksplorasi di industri migas bahwa umumnya akan diikuti dengan zat korosif termasuk sweet gas (misalnya H2S dan CO2), maka akan mengakibatkan terjadinya peristiwa korosi. Bila terjadi peristiwa korosi retak tegangan akan mengakibatkan pipa baja karbon pecah sehingga berdampak produksi migas bisa terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa korosi pipa baja karbon skala laboratorium dalam lingkungan asam dengan adanya sweet gas H2O dan CO2 dengan menggunakan metoda tiga titik pembebanan. Penelitian ini menggunakan bahan pipa baja karbon API 5L-X65 yang berada dalam lingkungan larutan asam asetat dan amoniak, kemudian diisikan sweet gas CO2 dan H2S dalam keadaan jenuh. Berdasarkan hasil uji mikrostruktur dan mikroskop terpolarisasi, terjadi peristiwa korosi retak tegangan, yaitu korosi retak tegangan transgranular dan korosi retak tegangan intergranular. Laju korosi yang terjadi pada sampel uji akan semakin besar, apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Dalamnya retakan pada sampel uji akan semakin dalam apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Laju korosi pada sampel uji akan semakin besar untuk defleksi yang sama tetapi variasi waktu paparan berbeda.
Perancangan dan Fabrikasi Sistem Complex Impedance Analyzer Berbasis Chipset AD5933 Ikhsan Nurdianis; Darmawan Hidayat; Nendi Suhendi Syafei
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 2: December 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.139-146

Abstract

Sistem complex impedance analyzer adalah sebuah perangkat pengukuran impedansi yang dapat diprogram untuk melakukan penyisiran frekuensi dari 10 hingga 100 kHz dengan jumlah penyisiran 10 titik pengukuran. Perangkat ini memungkinkan parameter impedansi suatu sistem fisis eksternal yang disebut sebagai Device Under Test (DUT) dapat diketahui dengan memberikan sinyal sinusoidal sesuai frekuensi yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem complex impedance analyzer berbasis chipset AD5933. Respon frekuensi DUT dapat diperoleh dari hasil sampling analog-to-digital converter (ADC) dan komputasi discrete fourier transform (DFT) yang dilakukan oleh mesin DSP untuk mengembalikan data nilai real dan data nilai imajiner sinyal respon sistem DUT pada tiap nilai frekuensi yang ditentukan. Seluruh proses ini meliputi pembangkitan sinyal sinusoidal, konversi ADC, hingga komputasi DFT dilakukan di dalam chipset AD5933. Pengujian rangkaian kompleks orde pertama dengan resistor 10 kW dan kapasitor 470 pF yang dirangkai secara seri sebagai sampel DUT menghasilkan karakteristik magnitudo aktual |Z| yaitu pada frekuensi tinggi. Kapasitor berperilaku sebagai short circuit sehingga magnitudo aktual |Z| mendekati nilai R. Keadaan tersebut dibatasi oleh titik frekuensi cut-off dari respon frekuensi yang diperoleh. Hal tersebut berimplikasi kepada nilai fasa aktual Z yang semakin mendekati 0°. 
Generator Pulsa Spike Terprogram untuk Pemicu Transduser Ultrasonik Darmawan Hidayat; Taofik Ismail; Nendi Suhendi Syafei; Bambang Mukti Wibawa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.295-302

Abstract

Salah satu metode pembangkitan gelombang ultrasonik berbasis piezoelektrik adalah dengan memicu transduser oleh pulsa singkat dan tegangan tinggi. Pulsa ini dapat dibangkitkan dengan pensaklaran (switching) tegangan tinggi searah (DC) oleh pulsa penggerak (drive). Makalah ini menyajikan perancangan dan fabrikasi generator pulsa-singkat tegangan-tinggi repetitif terprogram dengan berbasis mikrokontroler ATMEGA 128. Pulsa dibangkitkan dari mikrokontroler ATMega sehingga interval dan skala repetisi dapat diatur melalui tombol input. Parameter-parameter pulsa tersebut ditampilkan pada peraga LCD (Liquid Crystal Display) untuk mempermudah pengguna dalam operasional generator. Pulsa dari mikrokontroler diubah menjadi lebar pulsa yang lebih singkat melalui sebuah multivibrator monostabil. Pulsa dari multivibrator selanjutnya diubah menjadi sinyal singkat level +15V sebagai input gerbang MOSFET untuk pensaklaran tegangan tinggi DC lalu dikonversi menjadi sinyal spike negatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pulsa singkat repetitif terprogram dapat dibangkitkan untuk pensaklaran tegangan DC oleh MOSFET. Lebar pulsa sinyal spike negatif dibangkitkan hingga 100 ns. Sinyal ini mampu memicu transduser 1 MHz untuk pembangkitan gelombang ultrasonik. Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa generator dapat membangkitkan sinyal spike negatif dengan repetisi yang terprogram dan sesuai dengan frekuensi kerja transduser ultrasonik.
Fabrikasi Transformator Step-up 1-kV Fasa Tunggal untuk Generator Pemicu Transduser Ultrasonik Darmawan Hidayat; Nendi Suhendi Syafei; Bambang Mukti Wibawa; Bernard Y. Tumbelaka
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 1: June 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i1.2018.11-16

Abstract

Generator pulsa tegangan tinggi diperlukan untuk memicu transduser ultrasonik dalam proses pembangkitan gelombang ultrasonik. Salah satu komponen sumber daya generator pulsa ini adalah tegangan tinggi searah (DC) orde 1 kV. Makalah ini melaporkan desain dan fabrikasi tegangan tinggi DC melalui transformator step-up inti besi fasa tunggal 0,5 mA dengan tegangan punak-puncak sinusoida sekunder hingga 1 kV 50 Hz. Masukan primer adalah jala-jala 220 VAC dengan variasi tegangan AC terminal sekunder 100, 200, 400, 600, 800 dan 1000 V. Sebuah dioda jembatan penyearah digunakan untuk penyearahan penuh tegangan AC sekunder menjadi DC. Kinerja transformator meliputi rasio dan linearitas penguatan tegangan, tanggapan frekuensi, dan analisis pembebanan. Hasil pengujian menunjukkan amplitudo tegangan sekunder meningkat linear seiring kenaikan tegangan sekunder dengan tegangan sekunder maksimum adalah 1220 V untuk masukan primer 220 VAC. Hasil penyearahan menunjukkan penyearahan penuh dengan ripple kurang dari 1%. Berdasarkan hasil seluruh pengujian, transformator dapat mencatu tegangan tinggi yang diperlukan hingga ~1 kV dengan daya maksimum sekitar 400 Watt memenuhi kriteria untuk mencatu generator pulsa tegangan tinggi.
Hybrid Machine Learning Model untuk memprediksi Penyakit Jantung dengan Metode Logistic Regression dan Random Forest Silmi Ath Thahirah Al Azhima; Dwicky Darmawan; Nurul Fahmi Arief Hakim; Iwan Kustiawan; Mariya Al Qibtiya; Nendi Suhendi Syafei
Jurnal Teknologi Terpadu Vol. 8 No. 1: July, 2022
Publisher : LPPM STT Terpadu Nurul Fikri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54914/jtt.v8i1.539

Abstract

The heart is the main organ that must work properly and regularly. If there is interference, it will be fatal, namely the onset of a heart attack. Heart attack is included in the 10 diseases with a high risk of death. This is caused by stress factors, blood pressure, excessive work, blood sugar, and others. The purpose of this study is to predict heart disease using Machine Learning (ML) algorithms as an early preventive measure on desktop-based information systems. With Machine Learning models, the hybrid model can increase the accuracy value of an ML method that is added to other ML methods. The accuracy value obtained from the Hybrid Model Machine Learning using the Random Forest and Logistic Regression methods is 84.48%, which is an increase of 1.32%.  
Analisa Tegangan Pada Pipa Baja Karbon API 5L-GradeB Terhadap Laju Korosi Dalam Larutan NaCl dan Asam Asetat (Halaman 9 s.d. 12) Nendi Suhendi Syafei; Sri Suyaningsih; Otong Nurhilal; Febi Luthfiani
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2751.201 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24351

Abstract

Efisiensi pemakaian energi untuk suatu kebutuhan harus dilakukan agar pemborosan energi dapat dihindarkan dengan melakukan pemilihan dan pemeliharaan peralatan logam. Korosi menjadi permasalahan utama pada industri minyak bumi dan gas karena dapat menghambat proses produksi. Korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking) adalah peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif. Dalam penelitian ini digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan untuk melihat perilaku korosi retak tegang pada pipa baja karbon di lingkungan gas H2S kondisi jenuh CO2 dalam larutan NaCl dan Asam Asetat . Dalam larutan NaCl  tidak terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi minimum 0,071 mmpy dan laju korosi maksimum 0,092 mmpy. Dalam larutan asam asetat terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi 0,25 mmpy dan 0,29 mmpy.
Analisa Penyebab Kegagalan Pengelasan Logam Stainless Steel (SA 213T2) dengan (SS 304 H). Nendi Suhendi Syafei
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.97 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.27173

Abstract

Pengelasan dua metal yang berbeda yaitu tabung pipa SS 213 T22 dan tabung pipa SA 304 H dilas dengan menggunakan bahan lasan (filler), dimana bahan ini diperoleh sudah dalam keadaan terlepas seperti pada gambar 1. Berdasarkan hasil uji kekerasan metal SS 213 T22 adalah 214,8667 HB (menurut literatur 163 HB), hasil uji kekerasan metal SA 304 H adalah 174,9333 HB (menurut literatur 92 HB) maka dari hasil uji kekerasan ternyata makin keras. Hasil uji komposisi diperoleh untuk metal SS 213 T22 dan metal SA 304 H seperti pada tabel 5, sedangkan menurut literatur metal SS 213 T22 seperti pada tabel 6 dan metal SA 304 H seperti pada tabel 7. Hasil uji mikrostruktur metal SS 213 T22 seperti pada gambar 7 dan metal SS 304 H seperti pada gambar 9 bahwa pada kedua metal tersebut terjadi peristiwa korosi retak tegangan transgranular dan intergranular. Karena kekerasan semakin keras dan terjadi peristiwa korosi retak tegangan, maka metal SA 304 H terlepas dari lasan (filler) karena metalnya semakin getas dan terjadi korosi retak tegangan transgranular dan intergranular.Kata kunci : Pipa boiler, Prose pemanasan, Korosi retak tegangan.