Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : peshum

Harga Diri Pada Perempuan Pelaku Seks Bebas Di Yogyakarta Nurhaliza Iskandar Alam; Andhita Dyorita Khoiryasdien
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14278

Abstract

Fenomena seks bebas pada perempuan muda masih menjadi isu yang sarat stigma dalam masyarakat Indonesia, khususnya di Yogyakarta yang menjunjung tinggi nilai moral dan budaya Timur. Perempuan yang terlibat dalam perilaku seksual pranikah kerap menghadapi tekanan sosial, rasa bersalah, serta konflik batin yang berpotensi memengaruhi harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan harga diri pada perempuan pelaku seks bebas di Yogyakarta serta memahami pengalaman subjektif yang memengaruhi pembentukan dan pemulihan harga diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu orang perempuan berusia 18–25 tahun yang merupakan mahasiswa di Yogyakarta dan pernah melakukan seks pranikah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan aspek harga diri menurut Coopersmith, yaitu power, significance, virtue, dan competence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami penurunan harga diri yang ditandai dengan rasa bersalah, kecemasan, dan penilaian negatif terhadap diri, terutama akibat stigma sosial dan konflik nilai moral. Namun, terdapat upaya pemulihan harga diri melalui penerimaan diri, dukungan sosial, dan pendekatan religius. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman empatik dan dukungan lingkungan dalam membantu pemulihan harga diri perempuan pelaku seks bebas.
Hubungan Antara Keterlibatan Ayah dan Regulasi Emosi Pada Generasi Z di Yogyakarta Afika Chintya Kerta; Andhita Dyorita Khoiryasdien
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14312

Abstract

Generasi Z seringkali dikenal dengan generasi digital yang tumbuh dan berkembang serta ketergantungan dengan teknologi. Sebagai generasi digital, Generasi Z tidak hanya bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga menghadapi tantangan dalam regulasi emosi akibat paparan konten digital yang intensif. Peran orang tua sebagai pengasuh utama sangat diperlukan bagi para remaja khususnya peran ayah yang sangat berpengaruh terhadap regulasi emosi anak. Namun, masih sedikit studi yang mengkaji hubungan ketiga variabel ini secara komprehensif, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regulasi emosi dan keterampilan sosial terhadap keterlibatan peran ayah. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 98 sampel. Instrumen penelitian berupa skala regulasi emosi dan skala keterlibatan ayah yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Hasil uji korelasi Spearman dengan nilai r = 0,163 dan p = 0,067 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Mayoritas responden berada pada kategori peran ayah rendah, yaitu sebesar 66,67%, sementara kemampuan regulasi emosi responden cenderung berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan peran ayah tidak berpengaruh langsung terhadap kemampuan regulasi emosi remaja dalam penelitian ini, sehingga faktor-faktor lain di luar peran ayah tampaknya memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam membentuk kemampuan regulasi emosi pada remaja Generasi Z