Herrian, Aulia Dwi Putri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE DHUHA PRAYER PROGRAM IN FOSTERING STUDENT DISCIPLINE: A CASE STUDY IN ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOLS Irawan, Deni; Herrian, Aulia Dwi Putri; Ramadani, Ayu; Syarifah; Wiguna, Satria
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 4 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i4.1203

Abstract

This study explores the implementation of the Dhuha prayer program and its role in fostering student discipline at Islamic junior high schools. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated using triangulation techniques to ensure reliability. The findings reveal that the Dhuha prayer program is conducted routinely before the start of classes and has become a distinctive feature of the school’s religious culture. The program effectively cultivates student discipline, as reflected in punctuality, orderly participation in worship, and increased responsibility in academic tasks. Moreover, it enhances teacher–student relationships and promotes a spiritual atmosphere within the school environment. The main challenges encountered include student tardiness, lack of focus during prayer, limited facilities, a tight academic schedule, and insufficient parental support. Overall, the Dhuha prayer program significantly contributes to strengthening student character and discipline formation. Penelitian ini mengkaji implementasi program salat Dhuha dan perannya dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa di madrasah tsanawiyah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program salat Dhuha dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan belajar dimulai dan telah menjadi ciri khas budaya religius sekolah. Program ini efektif menumbuhkan kedisiplinan siswa, yang tampak dari kebiasaan datang tepat waktu, ketertiban dalam beribadah, serta meningkatnya tanggung jawab terhadap tugas belajar. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara guru dan siswa serta menciptakan suasana spiritual di lingkungan sekolah. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterlambatan siswa, kurangnya kekhusyukan dalam salat, keterbatasan fasilitas, padatnya jadwal belajar, dan minimnya dukungan dari orang tua. Secara keseluruhan, program salat Dhuha memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan disiplin siswa.
Pendidikan Budi Pekerti dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara dan Implikasinya terhadap Karakter Siswa Muslim Rahmadani , Dini; Selviza, Dinda; Herrian, Aulia Dwi Putri; Maha, Mhd. Zulfadi; Ridha, Zaifatur; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 02 (2024): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tabyin.v6i02.998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan budi pekerti dan menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter siswa Muslim di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh urgensi penguatan pendidikan karakter di tengah meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa pendidikan karakter harus dilandasi pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan kondusif yang menumbuhkan nilai moral, spiritual, dan intelektual secara terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari buku-buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan konsep pendidikan budi pekerti dan karakter dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara memiliki keselarasan yang erat dengan ajaran Islam, terutama dalam hal pengembangan akhlak mulia. Tiga pendekatan utama Ki Hadjar, yaitu metode Ngerti (memahami), Ngrasa (menghayati), dan Nglakoni (mengamalkan), terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang utuh. Implikasi dari pemikiran ini terhadap siswa Muslim mencakup penguatan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab sosial, hormat dan toleransi, serta cinta tanah air, yang semuanya sejalan dengan nilai-nilai dalam pendidikan Islam. Dengan demikian, pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dapat menjadi fondasi strategis dalam membentuk karakter siswa Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai karakter Ki Hadjar dalam kurikulum pendidikan Islam untuk memperkuat pembentukan kepribadian siswa di tengah tantangan zaman.
Seminar Pendidikan: Zakat Sebagai Instrumen Sosial Ekonomi pada Masa Rasulullah Khair, Yaumul; Ritonga, Lia Ariska; Ramadhan, Farhan; Herrian, Aulia Dwi Putri; Adliana, Meidina
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 | IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3358

Abstract

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, tidak hanya sebagai bentuk ibadah tetapi juga sebagai instrumen untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, dalam praktiknya masih banyak masyarakat yang memahami zakat hanya sebagai kewajiban tahunan yang bersifat konsumtif. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat sebagai instrumen sosial ekonomi pada masa Rasulullah serta mendorong pemanfaatannya secara lebih produktif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk seminar pendidikan yang diselenggarakan pada tanggal 13 Maret 2026 di Aula Kantor Desa dengan jumlah peserta sekitar 30–40 orang dari berbagai kalangan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi oleh narasumber, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seminar berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fungsi zakat tidak hanya sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi, seperti pemberian modal usaha. Selain itu, pemahaman tentang delapan golongan penerima zakat dan pentingnya pengelolaan zakat yang tepat juga meningkat. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola zakat secara lebih efektif dalam mendukung kesejahteraan sosial ekonomi.