Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identify the Development of Regional Ecotourism Potential Palopo City is Geospatial Based Andi Jumardi; Muhammad Ilyas; Aryadi Nurfalaq; Iin Karmila Putri
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 4, No 1 February (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v4i1.156

Abstract

The purpose of the research, identifying geographical conditions and potential tourist attractions, the social conditions of the surrounding community, the prospect of ecotourism development. Methods in this research qualitative approach with survey research with geospatial and SWOT-based geography review approach. The results of this study produced 6 thematic maps including topographic maps, geological maps, land type maps, slope slopes, tourist attraction distribution maps, and distribution maps of public facilities by containing information about the most influential geographical conditions in supporting the development of mungkajang area as an ecotourism area. Potential tourist attractions owned by the Mungkajang area there are 9 attractions scattered in the Mungkajang area by offering its attractions Latuppa area offers waterfall and bathing tours in the river stream, Kambo area offers tourism and bathing, murante area bathing waterboom and Mungkajang area offers camping and shelter attractions in addition to tourist attractions in Mungkajang area equipped with various public facilities available. in tourist attractions and those outside of tourist attractions in the Mungkajang area. The social conditions of the community include people who live in the location of the Mungkajang area have the same understanding of ecotourism, approval of the development of Mungkajang ecotourism, interest in the development of Mungkajang ecotourism. Mungkajang area development strategy as ecotourism with a geographical review approach that supports among location factors, relief factors, climate factors, biogeography factors, soil factors, water factors, geological factors, population factors, attractiveness factors, infrastructure factors, accommodation factors and facility service factors, while from the results of SWOT analysis of strategies that must be carried out to maintain the sustainability of natural wealth, involving the community, Working with government agencies, maximizing information technology, offering tourism potential different from others, providing complete facilities as needed by tourists and building good cooperation between the government, private sector and the public in the utilization of SDA that has the potential as a tourist attraction.
Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti , Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin, Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapat  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pemasaran Rumput Laut di Desa Pesisir Tirowali Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Hardiana, Hardiana; Ruhama, Ruhama; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Dianradika Prasti; Iin Karmila Putri; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.483

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan produktivitas dan nilai jual rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi, sosialisasi budidaya, penanganan hama rumput laut dan diversifikasi produk olahan serta pelatihan pemasaran berbasis digital. Sebanyak 11 anggota kelompok tani rumput laut terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kualitas rumput laut kering sesuai standar, terciptanya produk olahan seperti krupuk, nugget, dan agar-agar serta meningkatnya kemampuan memasarkan produk secara digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas hasil produksi dan memperluas akses pasar secara nyata.
Penerapan Teknologi Pengering Ikan Untuk Mendukung Produktifitas dan Pemasaran Ikan Kering di Desa Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Reski Yusrini IslamiahYunus; Akram Hamzah; Jumarniati, Jumarniati; Andi Jumardi; Iin Karmila Putri; Rahma Hi Manrulu
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.487

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu ikan kering dan kapasitas mitra dalam produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan PKM dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode Rational Unified Process (RUP) digunakan untuk memecahkan masalah produksi melalui pelatihan penggunaan alat pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang. Dari sisi pemasaran, kegiatan meliputi pelatihan pemanfaatan teknologi pemasaran digital, teknik fotografi produk dan sosialisasi pentingnya mendaftarkan merek dagang serta sertifikasi halal pada produk ikan kering. Kegiatan ini melibatkan 18 pelaku UMKM ikan kering. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa penerapan teknologi  pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang dapat meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing produk ikan kering lokal. Selain itu, melalui penggabungan pemasaran digital yang melibatkan partisipasi masyarakat yang aktif, jangkauan pasar dapat diperluas