Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMENUHAN AKSES JAMBAN SEHAT MASYARAKAT DI DESA RINDU HATI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABA TERET KABUPATEN BENGKULU TENGAH Agus Widada; Mualim; Jubaidi Ade Febriani; Yusmidiarti; Mely Gustina
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan perilaku higiene dan peningkatan akses sanitasi terus di kembangkan. Penerapan konsep Community Led Total Sanitation (CLTS) salah satunya, CLTS adalah sebuah konsep dengan pendekatan promosi dengan memfasilitasi masyarakat untuk menerapkan sanitasi lingkungan yang baik dengan fokusnya tidak buang air besar sembarangan. Hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Taba Teret Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah ada beberapa permasalahan yang ditemukan. Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Tahun 2020 sd 2022 terjadi peningkatan kejadian diare. Pada tahun 2020 sebanyak 73 kasus, tahun 2021 sebanyak 84 kasus dan tahun 2022 antara Bulan Januari - Juli sebanyak 88 kasus. Di desa Rindu Hati masih sebanyak 111 kepala keluarga yang masih buang air sembarangan dan 98 KK yang tidak mempunyai septiktank.Hasil musyawarah desa diperoleh kesepakatan spriktank telah terbangun sebanyak 9 buah septiktank konmunal yang diperuntukan 2 sampai 3 keluarga. Dengan telah terbangunnya septiktank percontohan ini diharapkan pemerintah desa dapat melanjutkan pembangunan sehingga semua warga mempunyai jamban yang sehat. Dengan keberadaan jamban sehat maka penyakit yang berbasis lingkungan dapat turun dan kesehatan masyarakat akan meningkat.
Pembuatan, Uji Fungsi, Dan Uji Durabilitas Alat Pengambilan Sampel Udara Portabel Saputra, Arie Ikhwan; Mely Gustina; Aplina Kartika Sari; Suksmerri; Darwel
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop, test the function, and evaluate the durability of a portable air sampling device based on an impinger system as a low-cost alternative to commercial air samplers, which are currently expensive and difficult to access for regional institutions. The device was designed using easily purchased components, including a lithium-ion battery, vacuum pump, rotameter, and an SNI-standard impinger tube. The tool was assembled in a workshop and tested for functionality, sampling stability, and battery endurance. A comparative test was conducted with a standard air sampler owned by Poltekkes Kemenkes Padang. The prototype demonstrated stable airflow at 0.5 L/min for up to 4 hours, outperforming some commercial tools in portability due to its integrated battery and solar-charging capability. Comparative sampling for SO₂, CO, and NO₂ showed no significant difference between the prototype and standard devices. The device is also significantly cheaper, costing under 7 million IDR compared to commercial units priced at 47–94 million IDR. This study concludes that the prototype is feasible for field sampling and suitable as an affordable alternative for air quality monitoring.