Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Tentang Fenomena Flexing di Media Sosial Perspektif Maqāṣid Syarīʿah Sultan, Nurul lutfiah; Zulfahmi Alwi; Andi Muhammad Akmal; Abd Rauf Muhammad Amin; Andi Achruh
El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol. 11 No. 1 (2025): EL FAQIH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/faqih.v11i1.1780

Abstract

This research aims to: (1) understand the reality of the flexing phenomenon on social media; (2) examine its impact on students of UIN Alauddin Makassar; and (3) analyze it from the perspective of Maqāṣid Sharīʿah. Using a field research method with phenomenological and theological approaches, this study explores students' subjective experiences and the relevance of Maqāṣid Sharīʿah, particularly in maintaining religion (hifz al-Din), life (hifz an-Nafs), intellect (hifz al-Aql), lineage (hifz an-Nasl), and wealth (hifz al-Mal). The primary data sources are 10 postgraduate students and 8 undergraduate student representatives from each faculty, selected through purposive sampling, complemented by an interview survey of 39 students. Data were analyzed by reducing negative impacts and mapping behaviors, effects on actors, and effects on others, followed by verification for validity and reliability. The results show that flexing on social media is controversial, causing more harm than benefit, with cases linked to fraud, corruption, and even loss of life. Among UIN Alauddin Makassar students, flexing leads to insecurity, social pressure, and self-comparison, though a few view it as motivational. From the Maqāṣid Sharīʿah perspective, excessive flexing conflicts with values of simplicity, family morals, and prudent wealth management. This research highlights the need for ethical and moral awareness in social media use, urging young people to align online behavior with Islamic teachings through the framework of Maqāṣid Sharīʿah.
SERTIFIKASI HALAL JAJANAN KEMASAN KERUPUK SLONDOK : UPAYA PEREMPUAN DESA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA (Studi Kasus UMKM Dieta-Wara Di Desa Pendawan Kecamatan Sambas) Ashari Ananda, Iva; Abd Rauf Muhammad Amin; Cut Muthiadin
Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah) Vol. 9 No. 1 (2026): Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah): Jurnal Kajian Keluarga, Gender dan Anak
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi kayu merupakan komoditas pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi tinggi apabila diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya kerupuk slondok. Di Desa Pendawan Kecamatan Sambas, produk olahan ini dikembangkan oleh pelaku usaha perempuan melalui UMKM Dieta-Wara sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal. Meskipun produk slondok memiliki potensi pasar yang luas, tantangan utama yang dihadapi ialah belum optimalnya aspek legalitas dan sertifikasi halal yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan desa dalam mengembangkan usaha slondok serta urgensi sertifikasi halal dalam meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research) melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada pelaku UMKM Dieta-Wara di Desa Pendawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan penjualan kerupuk slondok dan puyur dengan kapasitas bahan mentah sekitar 7 kg per hari menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp535.000 per hari. Sertifikasi halal menjadi kebutuhan strategis yang belum sepenuhnya terealisasi, padahal sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar dan menjamin kehalalan produk bagi konsumen Muslim. Keterlibatan perempuan dalam seluruh rantai produksi memperlihatkan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai agen ekonomi produktif di pedesaan. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya pendampingan sertifikasi halal, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing UMKM perempuan di sektor pangan lokal. Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas UMKM, sertifikasi halal dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.