p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM Ar-Ruhul Ilmi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Sekularisme Dan Negara-Negara Muslim Kamila, Nayla Putri; Marzuki, Marzuki; Syahrina Suhilah Siregar; Juniyanti Siagian; Alwi Hadad; Muhammad Albani; Reyza Dian Isnaini; Dinda Ratulangi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6887

Abstract

Pemisahan pertimbangan agama dari kehidupan komunal dan segala hal yang terkait dengan pemerintahan biasanya disebut sebagai sekularisme. Islamisme dan sekularisme sering digunakan secara bergantian, dengan kaum sekuler biasanya menentang Islam dalam hal politik dan cita-cita sosial. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, di mana data yang dikumpulkan kemudian dijelaskan untuk memudahkan pemahaman. Tujuan artikel ini adalah untuk menggambarkan, merangkum, dan menjelaskan keadaan terkini mengenai sekularisme dan negara-negara Muslim. Penelitian ini menggambarkan bagaimana sistem sekuler diterapkan di negara-negara Muslim, termasuk Turki, Mesir, Indonesia, dan lainnya, serta dampak sekularisme terhadap negara-negara tersebut.
Moderasi Beragama dalam Pandangan Islam Ditinjau dari Kejelasan Nash Al-Quran dan Hadis Harahap, Salahuddin; Thorieq Al Abdu; Andre Selamat Sinaga; Fikri Dwi Septian; Reyza Dian Isnaini; Muhammad Albani; Alwi Hadad; Mhd Wildan Arifin Baturara; Wahyu Septiawan; Mara Ganti Nasution; Muhammad Farhan Ramadhan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7357

Abstract

Moderation, or wasatiyyah, is an important principle taught in Islam, prioritizing balance and justice in worship and social interaction. This study uses a qualitative approach with a literature study method as the basis for analysis. In this context, data is collected from a variety of sources, including Qur'án nash, hadith, as well as relevant academic literature. Through the analysis of Qur'án texts and hadiths, this article identifies the values that support a moderate attitude, including the importance of tolerance, understanding, and justice. This research also examines the practical application of the principle of moderation in the context of the daily life of Muslims, as well as the challenges faced in promoting these values in the midst of the times. The results of this study are expected to provide deeper insights into the relevance of moderation in strengthening community solidarity and preventing extremism.
Integrasi Nilai-Nilai Keislaman Dalam Pembelajaran Untuk  Pembentukan Karakter Islam Muhammad Albani; Riky Supratama
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 02 (2025): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan fundamental untuk membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan masih cenderung berfokus pada aspek kognitif, sementara dimensi afektif dan spiritual belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran sebagai strategi efektif untuk membentuk karakter Islam peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur pendidikan Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, kerja keras, dan ukhuwah memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter Islami apabila diinternalisasikan secara konsisten dalam seluruh aspek proses pembelajaran. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, penerapan metode pembelajaran yang tepat, dan keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam perlu dirancang sebagai sistem terpadu yang menyatukan aspek intelektual, spiritual, dan moral guna menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis KKNI dan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Samsul Hadi; Muhammad Albani
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan tinggi di Indonesia melalui penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuntut reposisi kurikulum secara sistematis, termasuk pada program studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi kebijakan KKNI dan MBKM dalam pengembangan kurikulum PAI, dengan fokus pada karakteristik kurikulum, dinamika implementasi, serta model pengembangan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, data diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi terbatas yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas integrasi KKNI–MBKM secara langsung berpengaruh terhadap penguatan profil lulusan melalui peningkatan capaian pembelajaran, perluasan pengalaman akademik, serta pembelajaran berbasis pengalaman yang lebih adaptif. Meskipun demikian, hambatan substantif masih ditemukan terkait kesenjangan konseptual, kesiapan dosen, keterbatasan desain kurikulum, serta mekanisme rekognisi pembelajaran yang belum sepenuhnya terstandar. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi adanya peluang strategis bagi penguatan kurikulum melalui rekonstruksi capaian pembelajaran, penerapan pembelajaran berbasis proyek, serta penyelarasan kurikulum dengan tuntutan profesionalisme keguruan Islam dan tantangan masyarakat digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi KKNI dan MBKM tidak hanya penting secara normatif tetapi juga strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kesiapan lulusan PAI menghadapi dinamika pendidikan tinggi dan tantangan global. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi akademik terhadap upaya rekonstruksi kurikulum PAI berbasis regulasi nasional secara visioner, adaptif, dan berorientasi masa depan tanpa menghilangkan fondasi nilai keislaman sebagai karakter utama pendidikan agama.