Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Overview of the Level of Activity Daily Living of the elderly who have chronic diseases in the Geriatric Polyclinic of the State General Hospital Ni Wayan Suetri; Sang Ayu Ketut Candrawati; Ni Ketut Citrawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.708

Abstract

Introduction: The increase in the elderly population will of course be accompanied by an increase in the risk of suffering from chronic diseases which can accelerate functional decline and reduce the ability of the elderly to carry out important activities in daily living Activities of Daily Living (ADL Objectives: The aim of this study was to obtain a more comprehensive picture of the level of ADL independence in elderly people with chronic diseases Methods: This type of research is descriptive with a cross-sectional study design. The research sample of elderly people who had chronic diseases was 63 elderly people selected using consecutive sampling. The research instrument uses the Barthel Index. Results: The results of the study showed that of the 63 elderly people, the majority of the 39 elderly people (61.9%) who had chronic diseases experienced a mild level of dependence in carrying out daily living activities Conclusions: Chronic diseases can affect the functional abilities of elderly people in living their daily lives. The importance of educating the elderly and their families about chronic disease management, providing support to increase independence, as well as developing intervention programs that can improve the elderly's ability to carry out Activities of Daily Living (ADL).
Literature Review of Technology-Based Therapy for Schizophrenia Sufferers Ni Ketut Citrawati; Dewa Gede Candra
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i2.2577

Abstract

Schizophrenia is a type of mental disorder characterized by distortions in thinking, perception, emotion, language, sense of self, and behavior which can be cured if given effective psychosocial treatment and therapy by improving life skills and social skills training. This article aims to find out what technology-based therapies can be given to people with schizophrenia to help their healing process. Literature review was taken using three data bases namely Science Direct, EBSCOhost, and Proquest with the keywords Schizophrenia, Cognitive Therapy, Technology-Based Therapy, Computer Therapy. The PRISMA method was used for selection by establishing inclusion and exclusion criteria. In the end, based on the above criteria, 10 articles were determined to be analyzed. Technology-based therapy for people with schizophrenia is one of the main focuses that needs to be considered when undergoing treatment, both in hospitals, health centers, rehabilitation centers or at the patient's home to support the healing process of people with schizophrenia. There are several technologies that can be given to people with schizophrenia based on technology, either in the form of hardware or software. The most important thing is, the accuracy of choosing the therapy that will be given to the patient before it is given to the patient. With this technology, it can be used as a solution for providing therapy to schizophrenics during this pandemic.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Penanganan Dismenorea Pada Remaja Putri di SMA N 2 Kuta Utara Ni Luh Neta Surastri Maharani; Ni Ketut Citrawati; Ni Kadek Yuni Lestari
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.449

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang yang ditandai dengan perubahanfisik, emosional, dan sosial. Pada remaja putri, pubertas ditandai oleh kematangan organ reproduksi dankemampuan untuk bereproduksi. Kemampuan ini dapat dilihat dari tanda-tanda pertumbuhan primer,seperti menstruasi pertama atau menarche. Menstruasi yang dirasakan perempuan yang satu dengan yanglain memiliki sifat dan tingkat rasa nyeri berbeda, mulai dari nyeri ringan sampai berat, kondisi ini yangdisebut dengan dismenore. Penanganan dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan teknikfarmakologi maupun nonfarmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkatpengetahuan dan penanganan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Kuta Utara. Jenis penelitianini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakanadalah probability sampling jenis proportioned stratified random sampling dan didapatkan jumlahresponden sebanyak 231 orang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar tingkat pengetahuan dalamkategori baik sebanyak 152 orang (65,8%), sedangkan untuk penanganan dismenore mayoritas respondenmemiliki penanganan dismenore yang baik sebanyak 101 orang (43,7%). Pemahaman mengenaidismenore dan metode penanganannya merupakan aspek penting bagi remaja putri. Salah satu strategiuntuk meningkatkan pengetahuan mereka adalah melalui edukasi yang bersifat penyuluhan ataupendekatan langsung, seperti mengakses berbagai sumber informasi, berkonsultasi dengan tenagakesehatan, serta berdiskusi dengan keluarga maupun teman sebaya.
Optimalisasi Peran Kader Dan Ibu Balita Dalam Membantu Mensukseskan Program Gerakan Peduli Asi Perah “Gali Asi” Di Siangan, Gianyar, Bali Ni Ketut Citrawati; Sang Ayu kt Candrawati; Ni komang Sukra Andini; Putu Gede subhaktiyasa
ABDIMAS Madani Vol 7 No 02 (2025): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v7i02.166

Abstract

Pemberian air susu ibu secara eksklusif merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Air susu ibu (ASI) di berikan selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lainnya dan di lanjutkan hingga umur 2 tahun, pemberian ASI dapat mengurangi angka kematian bayi dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pemberian ASI perah (ASIP) merupakan salah satu upaya pendukung untuk mensukseskan pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI perah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Peran kader kesehatan dapat membantu meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif melalui pemberian ASI Perah (ASIP) sehingga ibu menyusui tidak perlu menggantikan ASI dengan susu formula saat ada kegiatan diluar rumah maupun bekerja. Pada saat ini masih banyak ditemukan ibu-ibu yang tidak mmberikan asi eksklusif kepada bayinya karena alasan bekerja. perlu tindak lanjut berupa penguatan keterampilan penyampaian informasi pengelolaan ASIP. Maka dari itu, beberapa pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan dapat berperan dalam kegiatan penguatan keterampilan pengelolaan ASIP pada kader setempat.