Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Jasa Lingkungan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Meilani, Farah; Arlysia, Vidda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11789

Abstract

Jasa lingkungan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Keberadaan RTH mengandung berbagai potensi jasa ekosistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jasa lingkungan yang terdapat di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Kajen. Adapun lokasi penelitian ini yaitu berada di kawasan RTH Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tepatnya di Taman Mandurejo, Taman Pendopo, dan Alun - alun Kajen. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan dan kuesioner menggunakan teknik accidental sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Ruang Terbuka Hijau Kajen mampu menyediakan jasa lingkungan berupa jasa penyediaan (provisioning services), jasa pengaturan (regulating services), jasa pendukung (supporting services), dan jasa budaya (cultural services) atau manfaat non-material.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SURAKARTA (STUDI KASUS KECAMATAN BANJARSARI) Ally, Haydar; Kusuma, Alvina Novelinda; Dwiki, Anggi; Charsyah, Ceciliana; Digta, Chandra; Gestan, DistayanaAlda; Meilani, Farah; Zahra, Jasmine Aisyah; Alfiyah, Lunetta Khalis
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Banjarsari merupakan salah satu kecamatan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia dengan penduduk mencapai 168.873 jiwa pada tahun 2021. Kecamatan Banjarsari menjadi peringkat ketiga dengan penduduk terbanyak di Kota Surakarta. meningkatnya jumlah penduduk maka semakin banyak permintaan kebutuhan air tanah. Kebutuhan air yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan air dapat memicu konflik. Penurunan kuantitas diikuti oleh penurunan kualitas air tanah, berdampak pada fungsi air tanah yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Identifikasi kualitas fisik dan kuantitas air tanah dapat menggunakan bantuan Sistem Informasi Lingkungan (SIL). Penyusunan peta merupakan bentuk penyajian basis data lingkungan yang bermanfaat dalam pengambilan kebijakan terhadap pembangunan. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Banjarsari. Metode pengumpulan data dilakukan secara observasi secara langsung, wawancara pihak terkait, pengambilan dan uji sampel. Data sekunder digunakan studi literatur yang dapat mendukung penelitian dan dilakukan pencarian data kepada pihak terkait diantaranya yaitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan kelurahan yang berada pada Kecamatan Banjarsari. Analisis data pemetaan D3TLH dengan tahapan awal pemetaan yaitu pembuatan peta status air tanah dari setiap kelurahan yang diteliti. Analisis ketersediaan air dan kebutuhan akan air yang ditekankan pada daya dukung dan daya tampung air yang belum terlampaui atau telah terlampaui. kebutuhan air total di Kecamatan Banjarsari yaitu 20.498.209 m3/tahun. Kualitas air tanah dari 15 kecamatan, 4 kecamatan memiliki kualitas air berbahaya bagi kesehatan. 11 kecamatan sisanya tergolong air bersih. supply-demand air tanah di Kecamatan Banjarsari tergolong surplus. Hal tersebut mengartikan bahwa kebutuhan air di Kecamatan Banjarsari terpenuhi dari beberapa peruntukkan kebutuhan yaitu peruntukkan untuk kebutuhan domestik dan kegiatan ekonomi.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS SAWAH LAHAN BASAH STUDI KASUS: DESA PAPRINGAN, KALIWUNGU, SEMARANG Meilani, Farah
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan lahan basah terluas di Asia. Hampir sebagian besar lahan basah dikelola menjadi areal perkebunan maupun pertanian. Adapun pemanfaatan lahan basah yang sering dijumpai yaitu sawah irigasi dengan komoditas berupa padi. Salah satu Desa di Kecamatan Kaliwungu Semarang yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani yaitu Desa Papringan. Akan tetapi, seiring bertambahnya tahun produktivitas sawah menurun yang disebabkan karena adanya perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produktivitas sawah lahan basah. Metode yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam dan content analysis. Berdasarkan hasil analisis, perubahan iklim berdampak terhadap produktivitas sawah lahan basah di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang. Perubahan intensitas curah hujan berdampak terhadap sumberdaya air, ancaman bencana, produktivitas, serta kualitas hasil. Sedangkan perubahan suhu berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Analisis Potensi Titik Rawan Kemacetan di Kecamatan Jebres Berbasis Sistem Informasi Geografis Meilani, Farah; Arlysia, Vidda; De Wela, Syahita Martha; Mahendra, Abel Surya
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 27, No 1 (2025): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v27i1.101206

Abstract

Setiap tahunnya pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan akibat adanya pergerakan. Sehingga, berpengaruh pada kebutuhan transportasi. Potensi ekonomi yang semakin tinggi juga berdampak pada pertambahan angka kendaraan yang signifikan. Dampaknya adalah kemacetan yang dapat memunculkan dampak negatif secara luas terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi titik rawan kemacetan di Kecamatan Jebres dan tingkat kerawanannya berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta dampak yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka dan didukung data-data primer serta sekunder untuk memperkuat analisis penelitian, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan 7 titik rawan kemacetan pada 5 ruas jalan di Kecamatan Jebres yang dibagi menjadi dua kategori kemacetan yaitu kuning yang artinya rawan terjadi kemacetan dan merah yang artinya sangat rawan terjadi kemacetan. Dampak dari kemacetan adalah pemborosan BBM dan biaya transportasi, polusi udara, pemborosan waktu, dan menyebabkan stres.