Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Mahardika Adiwidia

Praktik Jurnalisme Robot Sebagai Akhir Profesi Jurnalis Utoyo, Arsa Widitiarsa; Putranto, Algooth
Jurnal Mahardika Adiwidia Vol. 1 No. 2 (2022): Mahardika Adiwidia 2022
Publisher : Magister of Communication Science, Sahid University Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/mahardikaadiwidi.v1i2.1078

Abstract

Major media corporations in the West have begun to use AI (Artificial Intelligence) to write news. In Indonesia, news site Beritagar.id is the first to use AI to write news. Is "artificial intelligence" technological development the final sign of human role as news reporters? For science fiction genre film fans, Skynet artificial intelligence or AI system is familiar in the Terminator trilogy. Determinism of technology can be interpreted as due to the influence of technological developments. Moreover, it can not be denied that the presence of cyber media and citizen journalism movement directly or indirectly impacts the media that has been considered the ruler of information production and distribution. This condition occurs because the internet provides easy access to citizens by accessing information, producing information, and even producing news produced, causing the pattern of social democracy to change. 
Reformasi Birokrasi untuk Mewujudkan Birokrasi Kelas Dunia untuk Meningkatkan Pelayanan Publik di Jakarta Utoyo, Arsa Widitiarsa; Razali, Geofakta; Saksono, Eko Hari
Jurnal Mahardika Adiwidia Vol. 1 No. 2 (2022): Mahardika Adiwidia 2022
Publisher : Magister of Communication Science, Sahid University Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/mahardikaadiwidi.v1i2.1081

Abstract

Utilization of information technology in realizing the bureaucracy to improve public services to the community is very important at this time, given the increasingly rapid development of technology. The development of information technology realizes the absence of clear boundaries between one region and another in Indonesia. Currently, how the government in Jakarta has been able to utilize information technology facilities and infrastructure to provide excellent service to the community. So that services can be provided quickly, precisely, and easily. The research method used in this study is qualitative research using a descriptive approach. This qualitative research is used to examine the condition of the object scientifically how the use of information technology can be able to provide changes to the public service bureaucracy in Jakarta so that services can be enjoyed by all levels of society. 
“Media Sosial, Uang dan Politik” Studi Kasus: Dana Kampanye dalam Siklus Pemilihan Presiden Indonesia 2019 Utoyo, Arsa Widitiarsa
Jurnal Mahardika Adiwidia Vol. 3 No. 1 (2023): Mahardika Adiwidia 2023
Publisher : Magister of Communication Science, Sahid University Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/mahardikaadiwidi.v3i1.1760

Abstract

Memahami apakah dan bagaimana penggunaan politik dari platform-platform utama berdampak pada pemilihan umum sangat dibutuhkan mengingat penggunaan media sosial yang tersebar luas dan terus berkembang di kalangan pemilih dan tokoh politik. Khususnya, ada kelangkaan penelitian tentang penggunaan kampanye, yang sebagian besar berfokus pada taktik keterlibatan politisi atau upaya untuk mengukur pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengetahuan, keterlibatan, atau pemungutan suara. Meskipun media sosial telah diakui memiliki peran penting dalam politik Indonesia, hanya sedikit yang memikirkan konsekuensi dari pembiayaan kampanye politik. Hasil finansial dari inisiatif media sosial dikuantifikasi untuk pertama kalinya dalam penelitian ini. Para penulis meneliti hubungan antara subjek dan volume konten media sosial dengan pendanaan kampanye yang diterima oleh kedua kandidat dalam pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 dengan membentuk visualisasi data tingkat kandidat dari Facebook dan Twitter, Google Trends, tampilan halaman Wikipedia, dan catatan donasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan mengontrol masa jabatan, populasi negara, dan pencarian informasi tentang kandidat, para penulis menemukan bahwa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tanpa pengawasan untuk mengidentifikasi tema-tema dalam konten kandidat di berbagai platform, mereka menemukan bahwa postingan yang lebih sering secara keseluruhan dan konten yang berhubungan dengan isu-isu terkait terkait dengan pendapatan donasi yang lebih tinggi. Namun, konten yang berhubungan dengan kampanye memiliki dampak yang lebih kuat daripada yang terakhir ketika jumlah dan bukan nilai sumbangan yang diperhitungkan.