Tarigan, Tanty Novelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Transformasi Implementasi Kurkulum KTSP dan Merdeka dalam Upaya Peningkatan Kemandirian dan Mutu Pembelajaran di Sekolah Damanik, Syafti Alfhiza; Sitepu, Widya Vani; Sitompul, Lastri Yetti; Sitohang, Setia T.; Gultom, Moraita; Tarigan, Tanty Novelia; Sinaga, Christa Voni Roulina
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 dalam persoalan kemandirian sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dari pengumpulan data melalui studi kepustakaan, data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menggambarkan secara kritis efektivitas implementasi kedua kurikulum dalam konteks tantangan struktural dan kultural yang dihadapi satuan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kurikulum yang telah dilakukan adalah upaya merespons terhadap tuntutan zaman dan krisis pembelajaran. Namun demikian, implemtasi kurikulum belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas persoalan pendidikan jika tidak disertai penguatan sumber daya manusia, kepemimpinan sekolah, serta dukungan sistemik dari pemerintah dan masyarakat. dari kurikulum KTSP ke Kurikulum Merdeka membawa paradigma baru yang menekankan pada fleksibilitas, diferensiasi, dan penguatan karakter peserta didik, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan aktor pendidikan di tingkat mikro. Tulisan ini menawarkan kontribusi konseptual berupa paradigma bahwa transformasi pendidikan yang berdampak hanya dapat terwujud melalui sinergi antara desain kurikulum yang adaptif dan pemberdayaan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.
Eksplorasi Konsep Geometri pada Rumah Bolon Batak Toba dan Permainan Engklek sebagai Media Pembelajaran Matematika Kontekstual togatorop, Indah anastasya; Malau, Vera Wati; Tobing, Aswan Faisal Lumban; Sinaga, Marlina; Tarigan, Tanty Novelia; Siahaan, Bahtera R S; Lumantoruan, Clara Theresia
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4167

Abstract

Matematika memegang peranan krusial dalam eksistensi manusia, matematika menjadi fondasi untuk mengasah kapabilitas penalaran logis, analitis, serta pemecahan persoalan. Salah satu metode yang efektif dalam menghubungkan konsep-konsep matematis dengan situasi riil adalah etnomatematika. Studi ini dirancang untuk menggali dan mengkaji prinsip-prinsip geometri yang terintegrasi dalam arsitektur Rumah Bolon Batak Toba dan dinamika pelaksanaaan permainan tradisional Engklek, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif pembelajaran matematika yang relevan dengan konteks budaya setempat. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif melalui pendekatan etnografi, yang diaplikasikan melalui observasi dan pengumpulan dokumen pada dua subjek budaya. Temuan studi mengindikasikan bahwa Rumah Bolon dan Engklek keduanya menampilkan beragam bentuk geometris, termasuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan trapesium. Modul-modul ini juga mencakup konsep-konsep seperti simetri, kesamaan, dan keseimbangan. Korespondensi dalam pola bentuk ini mengindikasikan penerapan prinsip-prinsip matematika secara naluriah dalam praktik budaya masyarakat. Penggabungan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan matematika tidak hanya meningkatkan relevansi materi pembelajaran, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya. Oleh karena itu, Rumah Bolon dan Engklek dapat berfungsi sebagai sarana edukatif yang efisien untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai konsep geometri, sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan materi pembelajaran berbasis etnomatematika di masa depan.