togatorop, Indah anastasya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Konsep Geometri pada Rumah Bolon Batak Toba dan Permainan Engklek sebagai Media Pembelajaran Matematika Kontekstual togatorop, Indah anastasya; Malau, Vera Wati; Tobing, Aswan Faisal Lumban; Sinaga, Marlina; Tarigan, Tanty Novelia; Siahaan, Bahtera R S; Lumantoruan, Clara Theresia
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4167

Abstract

Matematika memegang peranan krusial dalam eksistensi manusia, matematika menjadi fondasi untuk mengasah kapabilitas penalaran logis, analitis, serta pemecahan persoalan. Salah satu metode yang efektif dalam menghubungkan konsep-konsep matematis dengan situasi riil adalah etnomatematika. Studi ini dirancang untuk menggali dan mengkaji prinsip-prinsip geometri yang terintegrasi dalam arsitektur Rumah Bolon Batak Toba dan dinamika pelaksanaaan permainan tradisional Engklek, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif pembelajaran matematika yang relevan dengan konteks budaya setempat. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif melalui pendekatan etnografi, yang diaplikasikan melalui observasi dan pengumpulan dokumen pada dua subjek budaya. Temuan studi mengindikasikan bahwa Rumah Bolon dan Engklek keduanya menampilkan beragam bentuk geometris, termasuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan trapesium. Modul-modul ini juga mencakup konsep-konsep seperti simetri, kesamaan, dan keseimbangan. Korespondensi dalam pola bentuk ini mengindikasikan penerapan prinsip-prinsip matematika secara naluriah dalam praktik budaya masyarakat. Penggabungan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan matematika tidak hanya meningkatkan relevansi materi pembelajaran, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya. Oleh karena itu, Rumah Bolon dan Engklek dapat berfungsi sebagai sarana edukatif yang efisien untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai konsep geometri, sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan materi pembelajaran berbasis etnomatematika di masa depan.
Telaah Perbandingan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka terhadap Kualitas Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Atas Simanjuntak, Intan Claudya; Saragih, Elice Twenty; Widia Eka Deatri Hutapea; Siahaan, Patricia; Hutasoit, Rikki Daniel; Siburian, Richard David; Togatorop, Indah Anastasya
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), serta mengkaji dampak dan tantangan yang muncul dari transformasi kurikulum terhadap guru dan siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan library research dengan sumber utama berupa literatur ilmiah, artikel jurnal terakreditasi yang dikumpulkan dari pencarian google scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis terhadap perbandingan kurikulum serta peran guru dalam proses pembelajaran matematika. Temuan menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih tinggi melalui pendekatan diferensiasi dan penekanan pada pemahaman konsep mendalam, namun pelaksanaannya menghadapi tantangan serius, terutama dalam kesiapan guru menyusun modul ajar yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar siswa. Dampak langsung juga terlihat pada siswa, terutama dalam hal kemampuan berpikir matematis, pemecahan masalah, serta penyerapan materi secara kontekstual. Kajian ini memberikan sumbangan penting bagi guru, pengambil kebijakan, dan praktisi pendidikan untuk merancang pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, adil, dan adaptif, serta menjadi dasar penguatan strategi implementasi kurikulum di tingkat sekolah.