Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT KAYU MANIS DAN REBUSAN JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA ASAM URAT Umah, Khoiroh; Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yunita, Norma
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1156

Abstract

Pengompresan kayu manis hangat mengandung cinnamic aldehyde dan jahe hangat memiliki kandungan minyak atsiri mengandung zingiberol, linaloal, kavikol, dan geraniol dikombinasikan dengan air hangat akan membuat pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah untuk mendapatkan efek anti nyeri, sebagai alternatif penurunan tingkat nyeri sendi pada penderita asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektifitas kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe terhadap penurunan nyeri pada lansia penderita asam urat. Penelitian dilakukan di Wilayah Desa Pekalongan Kecamatan Tambak Bawean Gresik. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Pre Post Test Without Control Group Design. Populasi dan sampel lansia sebanyak 18 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Dan memenuhi kriteria inklusi .Variabel independen adalah kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe dan variabel dependen adalah penurunan tingkat nyeri pada lansia penderita asam urat. Kompres hangat rebusan jahe dan kompres hangat kayu manis masing-masing dilakukan selama 14 hari dilakukan sehari sekali. Data penelitian ini diambil menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon nilai p=0,006  dan Mann-Whitney U Test dengan nilai standar <0.05. Hasil uji statistic Mann-Whitney didapatkan nilai sign 2 tailed (p = 0.927) (p >0,05),hasil pre post test kompres hangat kayu manis =0,006 dan hasil pre post test  kompres hangat jahe=0,007 artinya tidak ada perbedaan penurunan tingkat nyeri penderita asam urat setelah dilakukan intervensi antara kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa kompres hangat jahe lebih efektif daripada kompres hangat kayu manis terhadap penurunan tingkat nyeri pada lansia penderita asam urat, sehingga kompres hangat jahe dapat dijadikan salah satu upaya alternatif untuk penurunan nyeri pada lansia penderita asam urat.  Kata kunci : kompres hangat kayu manis, kompres hangat jahe, asam urat, Penurunan nyeri, Lansia. DOI: 10.5281/zenodo.4774804
PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. rubrum) DAN MADU Fatima, Suwanto; Rahmawati, Rita; Umah, Khoiroh; Wati, Eka Masitho
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1566

Abstract

Dismenore dikenal dengan nyeri pada perut selama menstruasi diakibatkan adanya peningkatan uterus. Untuk menurunkan nyeri akibat dismenore dengan pengobatan non farmakologis yaitu kombinasi jahe merah dan madu. Sedangkan madu memiliki kandungan vitamin E berperan dalam menghambat terbentuknya prostaglandin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan nyeri dismenore primer dengan pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Jumlah populasi 32 responden mengalami dismenore, sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sebanyak 30 responden. Intervensi pemberian kombinasi jahe merah dan madu 1 kali sehari selama 2 hari. Variabel independen yaitu pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Variabel dependen yaitu tingkat nyeri dismenore diukur dengan skala nyeri bourbanis. Kriteria inklusi: siswi yang mengalami dismenore primer ringan, sedang, berat, dan siswa tidak mengkonsumsi obat anti nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum pemberian kombinasi jahe merah dan madu adalah 4.8000 dan nilai rata-rata sesudah diberikan kombinasi jahe merah dan madu adalah 1.1000. sedangkan uji statistik Wilcoxon signed rank test diketahui nilai signifikan (2-tailed) = 0,000, dimana p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat penurunan nyeri dismenore primer akibat pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Pengobatan non farmakologis salah satunya adalah kombinasi jahe merah dan madu dapat dimanfaatkan sebagai penurunan nyeri akibat dismenore. DOI: 10.5281/zenodo.6033667
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Umah, Khoiroh; Twistiandayani , Retno; Rosa Aprilyanti , Debbryna
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1847

Abstract

ASI merupakan suatu emulasi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam organik yang disekresi oleh kedua kelenjar payudara dan makanan terbaik untuk bayi umur 0-6 bulan. Manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mengembangkan kecerdasan. Faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu nutrisi dan gizi ibu yang dimakan oleh ibu. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu mengkonsumsi susu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan susu kedelai dan menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kelancarsn produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan bentuk rancangan Two Group Pre-Post Test Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel yang diambil sebanyak 16 responden. Variabel independen adalah susu kedelai, variabel dependen produksi ASI. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample T test dan independent sample T test. Hasil uji paired sample T test pada kelompok perlakuan yang diberi intervensi susu kedelai selama 1 minggu diperoleh nilai p=<,001 sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi susu kedelai nilai p=0,009. Hasil uji independent sample T test menunjukkan (p=<,001). Nilai p<0,05 maka ada tingkat perbedaan rata-rata post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasilnya, petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui terkait mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 250 ml selama 1 minggu setiap pagi dan sore dapat melancarkan produksi ASI.
HIDROGEN PEROXIDA & NaCl 0.9 % MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN VULNUS APPERTUM Umah, Khoiroh; Kurniawan, Arif
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.15

Abstract

ABSTRAK Penyembuhan luka adalah pergantian sel-sel mati atau rusak dengan sel-sel sehat. Teknik perawatan luka adalah dengan mencuci awal luka menggunakan dua bahan kimia. Bahan-bahan ini adalah hidrogen peroksida dan NaCl 0,9%. Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat, tetapi juga memberikan efek holistik yang bermanfaat; bertindak sebagai katalis untuk berbagai proses tubuh yang diperlukan dan langsung mengurangi infeksi bakteri anaerob. Natrium klorida (NaCl 0,9%) adalah solusi fisiologis dan tidak akan merugikan jaringan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dari kedua bahan tersebut.Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen Post-test-only-Design Group. Populasi penelitian ini adalah klien vulnus appertum di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik. Sampel terdiri dari 22 responden yang diambil dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel bebas adalah perawatan menggunakan NaCl 0,9% dan H2O2 3% yang diakhiri dengan NaCl 0,9% sedangkan variabel tergantung adalah percepatan penyembuhan luka. Pengumpulan data diambil dengan cara observasi pada hari hari ke-7.Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan efektivitas pengobatan dengan hidrogen peroksida 3% dan NaCl 0,9% untuk penyembuhan luka yang terkontaminasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik U Mann Whitney dengan nilai p <0,05 (0013), dapat disimpulkan bahwa perawatan dengan H2O2 3% yang diakhiri dengan NaCl 0,9% lebih efektif daripada hanya dengan 0,9% NaCl.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan luka dengan menggunakan Hidrogen Peroksida 3%, yang diakhiri dengan NaCl 0,9% sebagai standar perawatan luka klien appertum vulnus. Kata kunci: Penyembuhan Luka, Hidrogen Peroksida 3%, NaCl 0,9%, Perawatan Luka Terkontaminasi.  ABSTRACT Wound healing is that cells die or be damaged exchange by healthy cells and organs traumatized. Wound care techniques in this initial washing of the wound healing decide effects of the two chemicals. These materials are hydrogen peroxide and NaCl 0.9%. Hydrogen peroxide is inorganic chemical compounds which have strong oxidizing properties, but also provide useful holistic effects the body; it act as a catalyst for a variety of body processes needed and directly reduce the anaerobic bacterial infections. Sodium chloride (NaCl 0.9%) is a physiological solution and will not harm the wound tissue. This study was aim to determine the effectiviness of these two materials.These researches use experimental Quasy Type Post-test-only-Design Group. The population of this research was on vulnus appertum the client in ER Ibnu Sina Gresik Hospital. The sample consisted of 22 respondents taken with purposively technical according to with inclusion criteria. Independent variable is the threatment of 0.9% NaCl and H2O2 3 % ended with NaCl 0.9 % and dependent variables is acceleration contaminated wound healing. The collection of data was taken by way of observation on day 7th day.The results of this study showed differences in the effectiveness of the treatment of 3% hydrogen peroxide ended 0.9% NaCl with 0.9% NaCl to the contaminated wound healing. Data analyzed using statistical test U Mann Whitnay with value p < 0.05 (0013), it can be concluded that threatment with 3 % H2O2 ended 0.9 % HaCl more effective than only with 0.9 % NaCl.From this research can be used as a wound treatment guideline Hydrogen Peroxide 3%, which ended with 0.9% NaCl as a standard treatment of wounds contaminated the client vulnus appertum. Keywords: Wound Healing, Hydrogen Peroxide 3 %, NaCl 0.9 %, Contaminated Wound Healing.                   
TERAPI OKUPASI : TRAINING KETRAMPILAN PENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Umah, Khoiroh
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.37

Abstract

ABSTRAKKondisi lanjut usia mengalami beberapa penurunan atau kemunduran, baik fungsibiologis maupun psikis yang nantinya dapat mempengaruhi mobilitas dan kontak sosial.Kesepian, rendah diri, kehilangan, kesedihan yang mendalam sampai depresi akan sangatdirasakan lansia yang hidup sendirian. Terapi okupasi dapat meningkatkan keterampilanlansia, mengekspresikan emosi, membuat lansia semakin produktif dan meningkatkanmmotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh terapi okupasi : trainingketerampilan terhadap tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian preeksperimentaldengan desain pre test-post test. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruhlansia di Panti Wreda Tresna Lamongan pada bulan Desember 2008 sebanyak 41responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 responden, diambil denganmenggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah terapi okupasi :training keterampilan dan variabel dependen adalah tingkat depresi. Pengumpulan datamenggunakan lembar observasi dan wawancara terstruktur kemudian data dianalisismenggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi P <0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi : training keterampilan memilikipengaruh yang signifikan terhadap tingkat depresi pada lansia (P = 0,000).Terapi okupasi : training keterampilan merupakan kegiatan positif untuk menurunkantingkat depresi pada lansia sehingga dapat menyalurkan dorongan emosi secara wajar danproduktif serta dapat menghidupkan kemampuan dan motivasi lansia.Kata kunci : Terapi Okupasi, Tingkat Depresi, Lansia.ABSTRACTElderly condition to experience decrease or decline, biologic function either physics,later to bring about mobility and social contact. Loneliness, esteem, lost, deep sadness,until conditioned depression. Occupation therapy can be developed elderly capacity withthe others, to express of emotion drive normally, productive, and increase motivation. Thisresearch aimed to explain effect of occupation therapy training skill to depression withelderly.This research was pre-experimental with one group pre test-post test design. Thepopulation wants elderly at Panti Tresna Wreda Lamongan in December 2008. Samplewere 18 respondents, recruited by using purposive sampling. Independent variable wasoccupation therapy and dependent variable was depression level. Data were collectedusing observation and structured interview and then data were analyzedby wilcoxon signed rank test, with significance level P<0,05.Resulted of the research show that occupation therapy had significance effect todepression level in elderly (P=0,000).Occupation therapy was a positive activity to decrease depression level in elderly so itcan make harmony and productive of elderly.Keywords : Occupation Therapy, Level Depression, Elderly.
HUBUNGAN RESPONS TIME DENGAN KEPUASAN PASIEN (Corelation of Respons Time with Patients Satisfaction) Umah, Khoiroh; Rizikiyah, Ika Putri
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.50

Abstract

ABSTRAK Respons Time adalah kecepatan dan ketepatan pelayanan di suatu rumah sakit yang dapt membeikan keyakinan kepada pelanggan agar selalu menggunakan jasa pelayanan kesehatan di rumh sakit tersebut. Instalasi gawat darurat adalah salah satu pintu terdepan dari penerimaan pasien sehingga diperlukan suatu tindakan tanggap darurat yang terukur untuk pertolongan kepada pasien. Itu akan sangat berguna bagi penanganan pasien selanjutnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan hubungan Respon Time dengan kepuasan pasien.Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden sebanyak 44 pasien, di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitey dengan taraf signifikansi α <0,05.Hasil perhitungan korelasi sebesar 0,658 antara respon time dengan kepuasan pasien adalah kuat yang ditunjukkan dengan nilai korelasi mendekati +1. Dengan P-value / Sig. sama dengan 0.00 < 0,05 dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.                Kesimpulan, Terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel, yang berarti bahwa respon time berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kata kunci: Respon time, Kepuasan Pasien, Unit Gawat Darurat ABSTRACT The respon time strategic is a fastness of service in the hospital which can give a destiny to customers in order always to do health in service in the hospital. Emergency room is a main gate of patient acceptable, so that needed a emergency action for patien. That will very useful to recovery patienhereinafter.The direction of this discovery is know including application of respon time strategic that contain destiny, fastness and service to doing by employers to give maximal satisfaction for customers. Health service a bisnistahat needed right done and accurate in order trust and satisfaction customers in permanent guarded.This study is determinethe effect ofthe application ofthe Respon TimeStrategyincludesconfidence, speed, andservice that theofficerstogivemaximum satisfaction to thecustomer. This studywas across sectionalcorrelation. The technique used in this research was purposive sampling with the respondents as 44 patient, in unit emergency Muhammadiyah hospital lGresik. Thenanalyzed usingMann Whitneytestwith a significance levelα<0.05.The resulted ofcalculationof correlation of0,658betweenthe respontimeto thesatisfaction ofthe patient was indicatedby thestrongcorrelation valueapproaching+1. With theP-value/Sig. equal to 0.00<0.05 canbe concludedthere is asignificant relationshipbetweenthe twovariables.Conclusion, were significant correlationbetween thetwo variables. Whichmeansthatthe respontimesignificantly affect to patient satisfactionin theemergency unitMuhammadiyah HospitalGresik.Keywords: Emergency, ResponTime, Patient Satisfaction, Emergency Unit.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU DIET RENDAH GARAM Rizqiyah, Zulfah; Umah, Khoiroh; Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.53

Abstract

ABSTRAKPenderita hipertensi di Banjarsari harus menerapkan diet rendah garam, tapikenyataan tetap pasien hipertensi ditemukan tidak melakukan diet rendah garam. Hal inidisebabkan kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan diet rendah garam pada pasienhipertensi. Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pendidikankesehatan yang diperlukan pada diet rendah garam pada pasien hipertensi.Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post-test dalam satu kelompok (satukelompok desain pra-post test) dengan populasi sebanyak 37 pasien. Penelitian inimenggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel, diperoleh sampel besar dari34 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan uji WilcoxonSigned Rank Test dengan taraf signifikansi α ≤ 0,05.Hasil yang diperoleh dari tes ini adalah: Pengetahuan dengan nilai ρ = 0,001, sikapdengan nilai ρ = 0,000 dan tindakan dengan nilai ρ = 0,001 berarti ada pendidikankesehatan untuk mempengaruhi perilaku diet rendah garam pada pasien hipertensi.Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test di sini menunjukkan peningkatan dalampengetahuan tentang sikap dan tindakan dari diet rendah garam pada pasien hipertensi.Sehingga hasil akhir menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadapperilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) diet rendah garam pada pasien hipertensi didesa Gresik Manyar Banjarsari.Pendidikan kesehatan pada diet rendah garam diperlukan untuk mempengaruhiperilaku diet rendah garam. Memesan responden dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.Kata kunci: Pendidikan kesehatan, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan), diet rendahgaram dan hipertensi.ABSTRACTPatients with hypertension in Banjarsari should implement a low-salt diet, but thefact remains found hypertensive patients did not perform a low-salt diet. This was due to alack of knowledge, attitudes and actions on low-salt diet in hypertensive patients. In aneffort to improve knowledge, attitudes and actions of health education were needed on lowsaltdiet in hypertensive patients.The study design used was pre-post-test in one group (one-group pre-post testdesign) with a population of as many as 37 patients. This study used purposive sampling indetermining the sample, obtained a large sample of 34 respondents who met the inclusioncriteria.This research uses trials Wilcoxon Signed Rank Test with significance level α ≤0.05. Results obtained from this test are: Knowledge with values ρ = 0.001, the attitudewith values ρ = 0.000 and actions with values ρ = 0.001. So that means there's HI receivedhealth education to influence the behavior of low-salt diet in hypertensive patients.Based on the results of Wilcoxon Signed Rank test for the Test in here show anincreased in knowledge about the attitudes and actions of low-salt diet in hypertensive patients. So that the final results show that there is the influence of health education onbehavior (knowledge, attitudes and actions) low-salt diet in hypertensive patients in thevillage of Gresik Manyar Banjarsari.Therefore, health education on low-salt diet is needed to influence the behavior oflow-salt diet. Order the respondent may apply in everyday life.Keywords: Health education, behavior (knowledge, attitudes and actions), low-salt dietand hypertension.
PEMBERIAN CAIRAN YANG DIHANGATKAN DAN LAMPU PENGHANGAT MENINGKATKAN SUHU PASIEN SHIVERING POST OPERASI Umah, Khoiroh; Tri, Endah Ayu
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.63

Abstract

ABSTRAKMenggigil adalah tremor otot tak sadar karena efek vasodilatasi, aktivitas reflekstulang belakang, aktivitas simpati atas, dan obat anestesi yang menyebabkan hipotermia.Menggigil meningkatkan konsumsi oksigen, peningkatan kebutuhan metabolik, cardiacoutput, ventilasi, produksi katekolamin, denyut nadi, tekanan darah, tekanan intrakranial,tekanan intraokular, nyeri pasca bedah, dan saturasi oksigen lebih rendah. Tujuan daripenelitian ini mengetahui efektivitas cairan panas dan lampu dipanaskan untukmeningkatkan suhu pasien menggigil pasca operasi.Penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental (pretest-posttest Design Group).Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteriainklusi dari 30 responden di Ruang Pemulihan Ibnu Sina Rumah Sakit Gresik. Cairanvariabel independen yang hangat dan penyediaan lampu pemanas, variabel dependenadalah suhu tubuh. Data dengan pengamatan yang diambil sebelum dan setelah perawatandan dianalisis dengan 2 sampel uji t dengan tingkat signifikansi 5% gratis.Efektivitas hasil uji lampu dan cairan yang dipanaskan untuk meningkatkan suhupasien pascaoperasi yang menggigil t= 1.560 lebih kecil dari t tabel = 1,701. Jadi tidak adaperbedaan dalam efektivitas pemanasan cairan yang dipanaskan dan pencahayaan suhupasien meningkat pasca operasi.Studi ini diharapkan untuk menggunakan cairan yang dihangatkan untuk mengatasihipotermi karena kenaikan suhu tubuh lebih cepat.Kata kunci: Menggigil, cairan dipanaskan, lampu pemanas dan suhu tubuh.ABSTRACTShivering is an involuntary muscle tremor due to vasodilatation effect, spinal reflexactivity, sympathies over activity, per operative hypothermia-induced anesthesia drugs.Shivering increases oxygen consumption, increased metabolic demands, cardiac output,ventilation, catecholamine production, pulse rate, blood pressure, intracranial pressure,intraocular pressure, post-surgical pain, and lower oxygen saturation. The purpose of thisstudy knows effectiveness of the heated liquid and heated lamps to increase thetemperature of postoperative shivering patients.In this study using Pre - Experimental (Pretest-posttest Design Group). Sampleswere taken by using purposive sampling techniques that meet the inclusion criteria of 30respondents in the Recovery Room Ibnu Sina Hospital Gresik. Independent variable fluidthat is warmed and the provision of heating lamps, the variable dependent is bodytemperature. Data with observations had taken before and after treatment and analyzed by2 samples t test with a significance level of free 5%.Effectiveness of the test results of the heated liquid and heated lamps to increasepostoperative shivering patient temperature t calculated = 1.560 is smaller than t table =1.701. So there is no difference in effectiveness of the heated fluid heating and lighting ofthe patient's temperature increased postoperative shivering. These studies were expected to use the heated fluid to overcome shivering due tothe increase in body temperature more quickly.Keywords: Shivering, the heated fluid, heating lamps and body temperature.
FAKTOR KESEPIAN, KEMISKINAN, DAN KEHILANGAN PASANGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Umah, Khoiroh; Handayani, Dwi Retno
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.74

Abstract

ABSTRAKOrang dewasa yang lebih tua berusia 55-70 tahun adalah tahap akhir dari sikluskehidupan manusia, seringkali dalam warna dengan kondisi hidup yang tidak sesuaidengan harapan. Banyak faktor yang menyebabkan orang tua memiliki gangguan mentalseperti depresi meliputi kesepian, kemiskinan, dan kehilangan pasangan (kematian).Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan depresipada lansia.Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan rancangan cross sectional.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua dengan depresi di desaDomas di jalan dari Petal sebanyak 45 lansia. Sampel diambil dengan menggunakanpurposive sampling dari 40 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesionerdan uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rho (ρ <0,05).Hasil ini menunjukkan faktor kesepian terkait dengan korelasi depresi pada orangdewasa yang lebih tua dengan sedang (ρ = 0,000 r = 0,533), faktor yang terkait dengantingkat kemiskinan depresi pada orang dewasa yang lebih tua dengan korelasi yang kuat (ρ= 0,000 r = 0,712), dan faktor terkait dengan kehilangan pasangan dengan tingkat depresipada orang dewasa yang lebih tua dengan korelasi yang (ρ = 0,006 r = 0,425).Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor kesepian,kemiskinan, dan kehilangan pasangan (kematian) memiliki korelasi dengan tingkat depresipada orang tua. Faktor kemiskinan memiliki hubungan yang dominan dengan korelasi yangkuat.Kata kunci: Kesepian, Kemiskinan, Kehilangan pasangan, Tingkat depresi pada lansiaABSTRACTOlder adults aged 55-70 years is the final stage of the cycle of human life, often incolor with living conditions that are not in line with expectations. Many factors led to anelderly person have a mental disorder such as depression include loneliness, poverty, andloss of spouse (death). The aim of the study was to identify factors associated withdepression in the elderly.This study uses correlation study with cross sectional design. Population used inthis study was elderly with depression in the village of Domas on the street of Petal asmany as 45 elderly. Samples are taken using a purposive sampling of 40 respondents. Datawas collected using questionnaires and statistical tests using spearman rho correlation test(ρ <0.05).These results indicate loneliness factor associated with the correlation ofdepression in older adults with moderate (ρ = 0.000 r = 0.533), factors associated withpoverty rates of depression in older adults with a strong correlation (ρ = 0.000 r = 0.712),and factors related to loss of spouse with rates of depression in older adults with thecorrelation being (ρ = 0.006 r = 0.425). The conclusion of this study stated that the factors of loneliness, poverty, and lossof spouse (death) have correlation with levels of depression in the elderly. The povertyfactors have a dominant relationship with the strong correlation.Keyword: Loneliness, Poverty, Loss of spouse, Level of depression in elderly
KONSELING MENINGKATKAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI PREMATUR DAN STATUS GIZI BAYI Umah, Khoiroh; Hidayati, Nur
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.83

Abstract

ABSTRAKSusu prematur adalah susu yang diproduksi dan dimiliki oleh ibu yang melahirkanbayi prematur/ berat badan lahir rendah. Susu prematur mengandung kalori yang lebihtinggi karena ada kadar lemak dan protein yang lebih tinggi dari susu bayi yang tidakprematur. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan prematur berbeda dengankomposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan cukup bulan. Menyusui bayiprematur di tidak mudah, sering terjadi kegagalan menyusui pada ibu yang melahirkanprematur. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui, produksi susukurang dan dukungan keluarga dalam menyusui. Keberhasilan dalam menyusui bayiprematur dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang bisa ditingkatkan dengan memberikanpendidikan kesehatan dan diharapkan dapat mengubah perilaku ibu yang tidak menyusuibersedia untuk memberikan ASI pada bayinya.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental desain Pre-test-post-test.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah diNICU Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik sebanyak 20 orang. Sampel dalam penelitian iniadalah ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah di NICU Ibnu Sina Rumah Sakit Gresiksesuai dengan kriteria inklusi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Datadianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α ≥0,05 maka hipotesis ditolak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudahkonseling tentang ASI bayi prematur dengan tingkat signifikansi p: 0,000 (p <0,05) sertaberdasarkan uji Wilcoxon Sign Rank didapatkan sebelum: 52,3989 dan setelah: 39,85219.Hasil uji pada status gizi bayi prematur sebelum: 21,54195 dan setelah: 22,24986 artinyaada pengaruh konseling terhadap perilaku ibu yang memiliki bayi prematur dan status gizibayi prematur.Petugas kesehatan harus lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang menyusuiASI ekslusif, terutama pada wanita yang memiliki bayi berat badan lahir rendah. Konselingdapat dilakukan melalui pertemuan ibu-ibu yang dibentuk masyarakat, seperti pusatkesehatan masyarakat.Kata kunci: Perubahan perilaku ibu, status gizi bayiABSTRACTPreterm milk is milk that is produced and owned by the mother who gave birth topremature babies/ low birth weight. Preterm milk containing higher calories because thereare fat and protein levels that are higher than mature milk that her baby. The compositionof breast milk produced different mothers who gave birth prematurely to the compositionof breast milk produced by mothers who gave birth just months. Breastfeeding inpremature infant is not easy, often there is a failure of breastfeeding in mothers who givebirth prematurely. This is due to a lack of knowledge of mothers about breast feeding, milkproduction is less and the support of families in breastfeeding. To be able to achievesuccess in breastfeeding preterm infant, it is necessary to increase the knowledge of mothers by providing health education/ health education that is expected to alter thebehavior of mothers not to breastfeed to be willing to give breast milk to her baby.This study used experimental research designs Pre-test one-group pre-post testdesign. The populations in this study were all mothers who have low birth weight infant inthe NICU Ibnu Sina Hospital Gresik many as 20 people. The samples in this study weremothers who had low birth weight infant in the NICU Ibnu Sina Hospital Gresik accordingto inclusion criteria. This research used purposive sampling techniques. The data wereanalyzed using Wilcoxon Signed Rank Test with significance levels α ≥ 0.05 then thehypothesis is rejected.The result showed that there were differences in outcomes before and aftercounseling on breastfeeding premature infants with a significance level of p: 0.000(p<0.05) is before: 52.3989 and after: 39.85219 based on Wilcoxon Sign Rank test, whereas in effect of breastfeeding on the nutritional status of premature infants before: 21.54195and after: 22.24986 it means there is an influence on behavior counseling mothers whohave low birth weight infants in feeding and nutritional status of premature infants.Health workers should further enhance the health promotion of breastfeeding,especially in women who have low birth weight infants, it can be done through a meetingof mothers who formed the society, such as community health centers and others.Keywords: Changes in maternal behavior, infant nutritional status