Claim Missing Document
Check
Articles

PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. rubrum) DAN MADU Fatima, Suwanto; Rahmawati, Rita; Umah, Khoiroh; Wati, Eka Masitho
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1566

Abstract

Dismenore dikenal dengan nyeri pada perut selama menstruasi diakibatkan adanya peningkatan uterus. Untuk menurunkan nyeri akibat dismenore dengan pengobatan non farmakologis yaitu kombinasi jahe merah dan madu. Sedangkan madu memiliki kandungan vitamin E berperan dalam menghambat terbentuknya prostaglandin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan nyeri dismenore primer dengan pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Jumlah populasi 32 responden mengalami dismenore, sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sebanyak 30 responden. Intervensi pemberian kombinasi jahe merah dan madu 1 kali sehari selama 2 hari. Variabel independen yaitu pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Variabel dependen yaitu tingkat nyeri dismenore diukur dengan skala nyeri bourbanis. Kriteria inklusi: siswi yang mengalami dismenore primer ringan, sedang, berat, dan siswa tidak mengkonsumsi obat anti nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum pemberian kombinasi jahe merah dan madu adalah 4.8000 dan nilai rata-rata sesudah diberikan kombinasi jahe merah dan madu adalah 1.1000. sedangkan uji statistik Wilcoxon signed rank test diketahui nilai signifikan (2-tailed) = 0,000, dimana p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat penurunan nyeri dismenore primer akibat pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Pengobatan non farmakologis salah satunya adalah kombinasi jahe merah dan madu dapat dimanfaatkan sebagai penurunan nyeri akibat dismenore. DOI: 10.5281/zenodo.6033667
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Umah, Khoiroh; Twistiandayani , Retno; Rosa Aprilyanti , Debbryna
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1847

Abstract

ASI merupakan suatu emulasi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam organik yang disekresi oleh kedua kelenjar payudara dan makanan terbaik untuk bayi umur 0-6 bulan. Manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mengembangkan kecerdasan. Faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu nutrisi dan gizi ibu yang dimakan oleh ibu. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu mengkonsumsi susu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan susu kedelai dan menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kelancarsn produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan bentuk rancangan Two Group Pre-Post Test Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel yang diambil sebanyak 16 responden. Variabel independen adalah susu kedelai, variabel dependen produksi ASI. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample T test dan independent sample T test. Hasil uji paired sample T test pada kelompok perlakuan yang diberi intervensi susu kedelai selama 1 minggu diperoleh nilai p=<,001 sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi susu kedelai nilai p=0,009. Hasil uji independent sample T test menunjukkan (p=<,001). Nilai p<0,05 maka ada tingkat perbedaan rata-rata post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasilnya, petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui terkait mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 250 ml selama 1 minggu setiap pagi dan sore dapat melancarkan produksi ASI.